XeroftalmiaXerophthalmia
SKDI 2012 memberi butir 30 Xerophtalmia tingkat 3A pada tabel Sistem Indra bagian Mata, subkelompok Kornea, halaman 37 [2]. Ejaan butirnya pada dokumen berbunyi Xerophtalmia; Atlas memakai ejaan baku xeroftalmia dan tidak membawa salah ketiknya. Daftar yang sama memberi dua tingkat lain untuk penyakit yang bahan bakunya sama, dan pertentangan itu perlu dibaca terbuka [2]: - Butir 49 Buta senja, tingkat 4A, pada subkelompok Akomodasi dan Refraksi, halaman 38. - Butir 27 Defisiensi vitamin, tingkat 4A, pada tabel Sistem Endokrin, Metabolik dan Nutrisi subkelompok Gizi dan Metabolisme. Ketiganya adalah satu penyakit yang dilihat dari tiga sudut: kekurangan gizinya 4A, keluhan paling awalnya 4A, dan tahap yang sudah mengenai kornea 3A. Atlas membawa tingkat yang lebih rendah, yaitu 3A, karena entri ini bernama xeroftalmia dan xeroftalmia adalah tahap kornea. Batas kerjanya karena itu ada pada kornea, bukan pada nama diagnosisnya: buta senja dan xerosis konjungtiva pada mata yang korneanya masih jernih dituntaskan di layanan primer, sedangkan begitu kornea terlibat kasusnya berada pada tingkat 3A dan dirujuk sambil vitamin A tetap diberikan [1][2]. PPK FKTP tidak memuat entri bernama Xeroftalmia. Penyakitnya ada di sana, tetapi diarsipkan di bawah keluhan paling awalnya, yaitu entri angka 2 Buta Senja, yang daftar pemeriksaan fisiknya justru memuat seluruh urutan xeroftalmia sampai keratomalasia [1]. Entri Buta Senja itu bertingkat 4A dan tidak memuat satu pun kriteria rujukan, sehingga tanpa catatan ini seorang pembaca dapat menyimpulkan kewenangan penuh atas mata yang korneanya sudah menukak.SKDI 2012 gives item 30 Xerophtalmia level 3A in the Sistem Indra table under Mata, subgroup Kornea, on page 37 [2]. The document spells the item Xerophtalmia; Atlas uses the standard spelling and does not carry the typing error. The same list gives two other levels for a disease with the same root cause, and that conflict deserves reading openly [2]: - Item 49 Buta senja, level 4A, in the Akomodasi dan Refraksi subgroup, page 38. - Item 27 Defisiensi vitamin, level 4A, in the Sistem Endokrin, Metabolik dan Nutrisi table, Gizi dan Metabolisme subgroup. The three are one disease seen from three angles: the nutritional deficiency at 4A, its earliest complaint at 4A, and the stage that has reached the cornea at 3A. Atlas carries the lower grade, 3A, because this entry is named xerophthalmia and xerophthalmia is the corneal stage. The working boundary therefore lies at the cornea rather than at the name of the diagnosis: night blindness and conjunctival xerosis in an eye whose cornea is still clear are completed in primary care, while once the cornea is involved the case sits at level 3A and is referred while the vitamin A is still given [1][2]. PPK FKTP carries no entry named Xeroftalmia. The disease is there, but filed under its earliest complaint, entry number 2 Buta Senja, whose examination list in fact holds the whole xerophthalmia sequence as far as keratomalacia [1]. That Buta Senja entry is graded 4A and carries no referral criteria at all, so without this note a reader could conclude full authority over an eye whose cornea has already ulcerated.
Xeroftalmia adalah kerusakan mata akibat kekurangan vitamin A, mulai dari terganggunya fungsi sel retina sampai berubahnya bentuk bola mata, dan ujungnya adalah kebutaan 3. Penyakit ini mengenai anak, dan ia berjalan dalam urutan yang tetap, dari permukaan mata yang mengering ke kornea yang mencair 1.
Urutan itu yang membuat penyakit ini berbeda dari penyakit mata lain. Tahap awalnya pulih sepenuhnya dengan vitamin A; tahap akhirnya tidak dapat dipulihkan oleh apa pun. Yang memisahkan keduanya adalah apakah korneanya sudah terlibat, dan itu dapat dilihat dengan senter dan lup di puskesmas 1.
Kompetensi dokter layanan primer 3A untuk xeroftalmia, sementara buta senja dan defisiensi vitamin masing-masing 4A pada daftar yang sama 2. Yang berlaku di ruang praktik adalah keadaan korneanya: mata dengan kornea jernih dituntaskan di layanan primer, dan mata dengan kornea yang sudah berubah dirujuk pada hari yang sama sambil vitamin A tetap diberikan 12.
Anak yang berisiko, menurut program nasional 3:
- Anak dengan gizi buruk.
- Anak yang menderita campak, dan anak yang pernah menderita campak dalam tiga bulan terakhir.
- Anak dengan diare.
- Bayi dan balita yang tidak mendapat kapsul vitamin A pada bulan Februari dan Agustus.
- Pertanyaan yang paling murah pada kelompok ini adalah apakah anaknya sulit melihat saat hari mulai gelap, karena keluhan itulah yang muncul paling awal 1.
Buta senja, yaitu tahap paling awal penyakit ini, punya entri Atlas tersendiri.
Xerophthalmia is damage to the eye from vitamin A deficiency, ranging from disturbed retinal cell function to a change in the shape of the globe, and ending in blindness 3. It is a disease of children, and it runs in a fixed order, from a drying ocular surface to a cornea that melts 1.
That order is what makes this disease unlike other eye disease. Its early stages recover completely with vitamin A; its final stage cannot be recovered by anything. What separates the two is whether the cornea is involved, and that can be seen with a torch and a loupe at a health centre 1.
Primary care competence is 3A for xerophthalmia, while night blindness and vitamin deficiency are each 4A on the same list 2. What holds at the bedside is the state of the cornea: an eye with a clear cornea is completed in primary care, and an eye whose cornea has already changed is referred the same day while the vitamin A is still given 12.
Children at risk, according to the national programme 3:
- Children with severe malnutrition.
- Children with measles, and children who have had measles in the last three months.
- Children with diarrhoea.
- Infants and under-fives who missed the vitamin A capsule in February and August.
- The cheapest question in this group is whether the child struggles to see once it starts getting dark, because that is the complaint that appears first 1.
Night blindness, the earliest stage of this disease, has an Atlas entry of its own.
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang tidak diperlukan 1.
Keluhan yang paling awal 1:
- Penglihatan berkurang saat malam atau di tempat gelap.
- Adaptasi terhadap cahaya redup terasa lambat.
- Pada anak, keluhan ini jarang disampaikan sendiri. Yang biasanya diceritakan keluarga adalah anak menjadi diam atau menabrak benda menjelang magrib, dan pertanyaannya perlu diajukan dengan kalimat itu.
The diagnosis rests on history and examination, and no investigation is required 1.
The earliest complaint 1:
- Vision falls at night or in dark surroundings.
- Adapting to dim light is slow.
- In a child this is rarely volunteered. What the family usually describes is a child who goes quiet or bumps into things around dusk, and the question needs asking in those words.
Examination, and its order is the order of severity 1:
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf D Mata, angka 2 Buta Senja, halaman lampiran -203- sampai -205-. Lampiran itu tidak memuat entri bernama Xeroftalmia; isi klinis penyakit ini berada pada entri Buta Senja. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit: tabel Sistem Indra bagian Mata, subkelompok Kornea butir 30 dan subkelompok Akomodasi dan Refraksi butir 49, serta tabel Sistem Endokrin, Metabolik dan Nutrisi subkelompok Gizi dan Metabolisme butir 27. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Manajemen Terintegrasi Suplementasi Vitamin A. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016. Dipakai untuk definisi xeroftalmia, kekuatan sediaan kapsul, cara pemberian, dan jadwal pemberian pada campak, gizi buruk, diare, serta kejadian luar biasa. Tautan adalah salinan repositori perguruan tinggi; alamat pada situs Kementerian Kesehatan tidak dapat dijangkau saat entri ini disusun. repository.poltekkesjkt2.ac.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Manfaat pemberian vitamin A untuk anak. Dipakai sebagai penguat kekuatan sediaan kapsul program nasional. ayosehat.kemkes.go.id
- 5.World Health Organization, UNICEF, IVACG Task Force. Vitamin A supplements: a guide to their use in the treatment of vitamin A deficiency and xerophthalmia. 2nd ed. Geneva: WHO; 1997. Rujukan untuk jadwal dosis pengobatan xeroftalmia klinis, yang tidak dimuat PPK FKTP. who.int
- 6.Feroze KB, Kaufman EJ. Xerophthalmia. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov