VulvitisVulvitis

SKDI 2012 menempatkan vulvitis pada tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Infeksi, butir 6, dengan tingkat kemampuan 4A tanpa kata pembatas [2]. Artinya diagnosis dan tata laksana tuntas dikerjakan dokter layanan primer. Yang membatasi halaman ini bukan tingkat kemampuan itu, melainkan isi entri PPK yang menjadi jangkarnya [1]: - Entri PPK tidak memuat pemeriksaan penunjang sama sekali, sehingga penyebab spesifik tidak dapat dipisahkan dari entri ini sendiri. - Keterangan obatnya satu baris, yaitu salep kortison, tanpa kekuatan, frekuensi, maupun lama pemakaian. - Untuk vulvitis yang berasal dari infeksi vagina, entri itu mengarahkan pembaca ke jalur vaginitis dan vulvovaginitis pada panduan yang sama. - Kode ICD-10 pada kepala entri vulvitis sama dengan kode pada kepala entri vaginitis, yaitu N76.0, sehingga kode itu tidak memisahkan kedua diagnosis.SKDI 2012 places vulvitis in the Sistem Reproduksi table, Infeksi subgroup, item 6, at competency level 4A with no qualifying words [2]. Diagnosis and management are therefore expected to be completed in primary care. What limits this page is not that grade but the content of the PPK entry behind it [1]: - The PPK entry carries no investigations at all, so a specific cause cannot be separated out from that entry alone. - Its drug advice is a single line, a cortisone ointment, with no strength, no frequency and no duration. - For vulvitis arising from vaginal infection it sends the reader to the vaginitis and vulvovaginitis pathway in the same guideline. - The ICD-10 code in the vulvitis entry header is the same as the code in the vaginitis entry header, N76.0, so the code does not separate the two diagnoses.

Vulvitis adalah peradangan pada vulva, yaitu organ kelamin luar perempuan. Bila peradangan mengenai vulva sekaligus vagina, istilah yang dipakai vulvovaginitis 1. Pasien datang dengan gatal dan rasa perih di kemaluan, sering disertai cairan kental berbau yang keluar dari vagina 1.

Dua dari tiga kelompok penyebab yang dikenali panduan layanan primer bukan infeksi, sehingga langkah pertama di poliklinik adalah menelusuri bahan yang bersentuhan dengan kulit vulva, bukan langsung memberi antibiotik 1.

Kelompok penyebab tersebut:

  • Alergi, terutama terhadap sabun, kertas toilet berwarna, semprotan pembersih vagina, deterjen, sabun mandi berbusa, dan wewangian 1.
  • Dermatitis jangka panjang, seborea, dan eksim 1.
  • Infeksi, termasuk pedikulosis, skabies, jamur, dan bakteri 1.

Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 2. Penyakitnya sendiri jinak dan prognosisnya pada umumnya baik, tetapi peradangan yang dibiarkan berulang meninggalkan bekas: garukan membuka jalan bagi infeksi sekunder, dan radang menahun mengubah struktur kulit vulva 1.

Vulvitis is inflammation of the vulva, the external female genitalia. When the inflammation involves the vulva and the vagina together the term used is vulvovaginitis 1. Patients present with itching and soreness of the genital area, often with thick malodorous discharge from the vagina 1.

Two of the three groups of causes recognised by the primary care guideline are not infective, so the first move in clinic is to trace what has been in contact with vulvar skin rather than to reach for an antibiotic 1.

Those groups are:

  • Allergy, above all to soap, coloured toilet paper, vaginal sprays, detergent, bubble bath, and perfumes 1.
  • Long standing dermatitis, seborrhoea, and eczema 1.
  • Infection, including pediculosis, scabies, fungi, and bacteria 1.

Primary care competency is 4A 2. The disease itself is benign and the prognosis is generally good, but inflammation left to recur leaves marks: scratching opens the way to secondary infection, and chronic inflammation alters the structure of vulvar skin 1.

MengenaliRecognising it

Diagnosis vulvitis ditegakkan secara klinis, dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Entri PPK tidak meminta pemeriksaan penunjang apa pun 1.

Anamnesis:

  • Rasa gatal dan perih di kemaluan, keluhan utama yang membawa pasien datang 1.
  • Cairan kental berbau yang keluar dari kemaluan 1.
  • Rasa terbakar di daerah kemaluan 1.
  • Kemerahan dan iritasi 1.
  • Keputihan 1.
  • Telusuri paparan yang baru dimulai, karena inilah yang menentukan tata laksana: sabun atau sabun mandi berbusa baru, wewangian, semprotan pembersih vagina, kertas toilet berwarna, deterjen pakaian dalam 1.
  • Tanyakan riwayat dermatitis jangka panjang, seborea, atau eksim, yang menempatkan pasien pada kelompok penyebab bukan infeksi 1.

Vulvitis is a clinical diagnosis, made from the history and the physical examination. The PPK entry asks for no investigations at all 1.

History:

  • Itching and soreness of the genital area, the complaint that brings the patient in 1.
  • Thick malodorous discharge from the genital area 1.
  • Burning in the genital area 1.
  • Redness and irritation 1.
  • Vaginal discharge 1.
  • Trace recently started exposures, because this is what decides management: a new soap or bubble bath, perfumes, vaginal sprays, coloured toilet paper, detergent used on underwear 1.
  • Ask about long standing dermatitis, seborrhoea or eczema, which places the patient in the non infective group 1.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf O Penyakit Kelamin, angka 5 Vulvitis, halaman lampiran -803- sampai -805-; angka 4 Vaginitis untuk jalur obatnya. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Infeksi, butir 6 Vulvitis, Tingkat Kemampuan 4A. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. Guidelines for the management of symptomatic sexually transmitted infections. Geneva: WHO; 2021. who.int
  4. 4.Vaginal Candidiasis. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.