VitiligoVitiligo

SKDI 2012 memberi Vitiligo tingkat kemampuan 3A pada tabel Kulit, subkelompok Kelainan Pigmentasi, butir 56. Tingkat 3A berarti dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi pengobatan awal, lalu merujuk. Tiga butir lain pada subkelompok yang sama juga 3A, yaitu butir 57 Melasma, butir 59 Hiperpigmentasi pascainflamasi, dan butir 60 Hipopigmentasi pascainflamasi, sedangkan butir 58 Albino hanya tingkat 2. Pembagian pekerjaan itu bertemu tepat dengan pedoman perhimpunan edisi 2017, yang menyatakan bahwa di tingkat pelayanan dasar jenis terapinya topikal, sementara fototerapi, fotokemoterapi, dan pembedahan berada di tingkat pelayanan lanjut. Kalimat penjenjangan itu tidak ada lagi pada edisi 2021, dan penghapusannya tidak diganti pernyataan lain, sehingga batas kewenangan pada halaman ini bersandar pada tingkat 3A milik SKDI dengan edisi 2017 sebagai penguatnya. Yang perlu diingat pembaca Indonesia sebelum apa pun: bercak putih bukan otomatis vitiligo, dan lepra bertingkat 4A dengan programnya sendiri.SKDI 2012 grades Vitiligo 3A in the Kulit table, subgroup Kelainan Pigmentasi, item 56. Level 3A means the primary care doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, then refers. Three other items in the same subgroup are also 3A, item 57 Melasma, item 59 post-inflammatory hyperpigmentation, and item 60 post-inflammatory hypopigmentation, while item 58 Albino sits at level 2 only. That division of work matches the 2017 edition of the society guideline exactly, which stated that at the basic level of care the therapy type is topical, while phototherapy, photochemotherapy and surgery belong to the higher levels. That tiering sentence is gone from the 2021 edition and nothing replaced it, so the limit of authority on this page rests on the SKDI 3A grade with the 2017 edition as support. What an Indonesian reader has to hold in mind before anything else: a white patch is not automatically vitiligo, and leprosy is graded 4A and has a programme of its own.

Vitiligo adalah penyakit depigmentasi didapat pada kulit, membran mukosa, dan rambut. Cirinya makula putih susu berbatas tegas yang bertambah besar secara progresif, dan penyebab langsungnya adalah hilangnya melanosit yang berfungsi 1.

Gambaran yang membedakannya dari bercak putih lain 1:

  • Awitannya bukan sejak lahir.
  • Tidak ada gejala subjektif, kadang hanya sedikit terasa gatal.
  • Warnanya putih susu atau putih kapur, bukan sekadar lebih pucat daripada kulit sekitarnya.
  • Perjalanannya dapat bertambah luas, dapat lambat atau menetap, dan kadang timbul repigmentasi spontan tanpa pengobatan apa pun.
  • Riwayat vitiligo pada keluarga ada pada 10 sampai 20% pasien.
  • Riwayat penyakit autoimun lain pada pasien atau keluarganya ada pada 10 sampai 25%.

DI INDONESIA, BERCAK PUTIH BERARTI MEMERIKSA LEPRA LEBIH DULU. Lepra memasukkan vitiligo ke dalam daftar diagnosis bandingnya untuk bercak hipopigmentasi tanpa skuama, dan tanda patognomonis lepra adalah baal pada lesi kulit dengan hilangnya sensasi nyeri dan suhu, ditambah penebalan saraf tepi 3. Vitiligo tidak mengubah rasa pada kulitnya. Karena lepra bertingkat kemampuan 4A dan ditangani lewat programnya sendiri, memeriksa rasa pada setiap bercak putih adalah langkah yang tidak boleh dilewati sebelum kata vitiligo dipakai 23.

Kompetensi dokter layanan primer 3A: diagnosis ditegakkan, pengobatan awal diberikan, lalu pasien dirujuk 2. Pengobatan awal itu topikal; fototerapi, fotokemoterapi, pembedahan, dan imunoterapi berada di luar layanan primer 14.

Penyakit ini tidak mengancam nyawa, tetapi terlihat, menetap, dan sulit ditebak perjalanannya, sehingga beban psikososialnya nyata dan dinyatakan pedoman sebagai bagian dari penyakitnya 14.

Vitiligo is an acquired depigmenting disease of the skin, mucous membranes, and hair. Its hallmark is a sharply marginated milk-white macule that enlarges progressively, and its direct cause is the loss of functioning melanocytes 1.

What separates it from other white patches 1:

  • Its onset is not at birth.
  • There are no symptoms, sometimes only a slight itch.
  • The colour is milk-white or chalk-white, not merely paler than the surrounding skin.
  • The course may spread, may be slow or static, and spontaneous repigmentation sometimes appears with no treatment at all.
  • A family history of vitiligo is present in 10 to 20% of patients.
  • A history of another autoimmune disease in the patient or the family is present in 10 to 25%.

IN INDONESIA, A WHITE PATCH MEANS CHECKING FOR LEPROSY FIRST. Leprosy puts vitiligo on its own differential list for a hypopigmented patch without scale, and the pathognomonic sign of leprosy is numbness in the skin lesion with loss of pain and temperature sensation, together with thickened peripheral nerves 3. Vitiligo does not change sensation in its patches. Because leprosy is graded 4A and is handled through a programme of its own, testing sensation in every white patch is a step that must not be skipped before the word vitiligo is used 23.

Primary care competency is 3A: make the diagnosis, give initial treatment, then refer 2. That initial treatment is topical; phototherapy, photochemotherapy, surgery, and immunotherapy sit outside primary care 14.

The disease does not threaten life, but it is visible, persistent, and unpredictable, so its psychosocial burden is real and the guideline states it as part of the disease 14.

MengenaliRecognising it

Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, ditambah lampu Wood bila tersedia 1.

Anamnesis 1:

  • Timbul bercak putih seperti susu atau kapur, dengan awitan bukan sejak lahir.
  • Tidak ada gejala subjektif, kadang sedikit terasa gatal.
  • Progresivitas lesi: dapat bertambah luas atau menyebar, dapat lambat atau menetap, dan kadang timbul repigmentasi spontan tanpa pengobatan.
  • Riwayat vitiligo pada keluarga, ada pada 10 sampai 20%.
  • Riwayat penyakit autoimun lain pada pasien atau keluarga, ada pada 10 sampai 25%.

The diagnosis is made from the history and the physical examination, with a Wood's lamp where one is available 1.

History 1:

  • White patches like milk or chalk appear, with onset not at birth.
  • No symptoms, sometimes a slight itch.
  • Progression: lesions may spread or widen, may be slow or static, and spontaneous repigmentation sometimes appears without treatment.
  • A family history of vitiligo, present in 10 to 20%.
  • A history of another autoimmune disease in the patient or family, present in 10 to 25%.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia, Tahun 2021, bab Dermato-Alergo-Imunologi, bagian D.16 Vitiligo, halaman 335 sampai 338. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, subkelompok Kelainan Pigmentasi, butir 56 Vitiligo. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I, Huruf A Kelompok Umum, angka 10 Lepra. Tanda patognomonis kulit pada halaman - 60 -, daftar diagnosis banding bercak hipopigmentasi pada halaman - 62 -. Dipakai untuk pembeda lepra terhadap vitiligo. Tidak ada entri vitiligo tersendiri pada PPK FKTP maupun pada dokumen perubahannya. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia, Tahun 2017, bab Dermatologi Kosmetik, bagian E.10 Vitiligo, halaman 282 sampai 284. Edisi lama, dipakai khusus untuk kalimat penjenjangan terapi menurut tingkat pelayanan dan untuk contoh trauma sehari-hari, keduanya tidak ada pada edisi 2021. galihendradita.wordpress.com
  5. 5.Srivastava D, Sathe NC, Masood S. Vitiligo. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.