Veruka VulgarisVerruca Vulgaris

SKDI 2012 menempatkan Veruka vulgaris sebagai butir nomor 1 pada tabel Kulit, subkelompok Infeksi Virus, dengan tingkat 4A dan tanpa kata pembatas. Perbedaannya terlihat di dalam subkelompok yang sama: butir 4 sampai 7 (herpes zoster, morbili, varisela, herpes simpleks) semuanya bertanda tanpa komplikasi, sedangkan butir 1 tidak. Angka 4A yang sama ada pada header entri PPK FKTP. Batas praktisnya datang dari PPK, bukan dari SKDI: pasien dirujuk bila diagnosis belum bisa ditegakkan, atau bila tindakannya memerlukan anestesi atau sedasi.SKDI 2012 places Veruka vulgaris as item 1 in the Kulit table, Infeksi Virus subgroup, at level 4A with no qualifying wording. The contrast sits inside the same subgroup: items 4 to 7 (herpes zoster, morbilli, varicella, herpes simplex) are all marked as the uncomplicated form, while item 1 is not. The same 4A appears in the PPK FKTP entry header. The practical limit comes from PPK rather than SKDI: refer if the diagnosis cannot yet be made, or if the procedure needs anaesthesia or sedation.

Veruka vulgaris adalah hiperplasia epidermis akibat Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu, dan nama sehari-harinya kutil 1. Penularannya lewat kontak langsung dengan agen penyebabnya, dan penyakit ini sering dijumpai pada anak serta remaja 1. Keluhan yang dibawa pasien satu kalimat saja, yaitu adanya kutil pada kulit dan mukosa 1.

Faktor risiko 1:

  • Biasanya terjadi pada anak dan pada orang dewasa yang sehat.
  • Pekerjaan yang berhubungan dengan daging mentah.
  • Imunodefisiensi.

Perjalanannya panjang tetapi berujung baik: sekitar 90% kasus sembuh sendiri dalam 5 tahun 1. Kekambuhan sesudah pengobatan sering terjadi, dan itu perlu dikatakan di depan supaya pasien tidak membaca kekambuhan sebagai kegagalan 1.

Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 2.

Verruca vulgaris is epidermal hyperplasia caused by certain types of human papillomavirus (HPV), and its everyday name is the common wart 1. It spreads by direct contact with the causative agent, and it is often found in children and adolescents 1. The complaint that brings the patient in is a single sentence: there are warts on the skin and mucosa 1.

Risk factors 1:

  • It usually occurs in children and in healthy adults.
  • Work involving raw meat.
  • Immunodeficiency.

The course is long but ends well: around 90 per cent of cases resolve on their own within 5 years 1. Recurrence after treatment is frequent, and that is worth saying up front so the patient does not read a recurrence as a failure 1.

Primary care competency is 4A 2.

MengenaliRecognising it

Anamnesis 1:

  • Ada kutil pada kulit dan mukosa. Itu satu-satunya keluhan yang diberikan.
  • Telusuri faktor risikonya: usia anak atau dewasa sehat, pekerjaan yang berhubungan dengan daging mentah, dan imunodefisiensi.

Pemeriksaan fisik, tanda patognomonis 1:

  • Papul sewarna kulit sampai keabuan, permukaannya verukosa.
  • Papul dapat ditemukan pada kulit, mukosa, dan kuku.
  • Bila permukaan papulnya rata, namanya veruka plana.
  • Goresan pada lesi dapat menimbulkan autoinokulasi di sepanjang bekas goresan, yang dikenal sebagai fenomena Koebner. Temuan ini sekaligus menjelaskan mengapa kutil sering muncul berderet.

History 1:

  • There are warts on the skin and mucosa. That is the only complaint given.
  • Ask after the risk factors: childhood or healthy adulthood, work involving raw meat, and immunodeficiency.

Examination, pathognomonic signs 1:

  • Papules from skin coloured through to greyish, with a verrucous surface.
  • The papules may be found on skin, on mucosa, and on nails.
  • Where the surface of the papule is flat, the name is verruca plana.
  • Scratching a lesion can produce autoinoculation along the line of the scratch, known as the Koebner phenomenon. That finding also explains why warts often appear in a row.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf K Kulit angka 2 Veruka Vulgaris. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, subkelompok Infeksi Virus, butir 1. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Al Aboud AM, Nigam PK. Wart. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.