Vertigo posisi paroksismal jinakBenign paroxysmal positional vertigo

SKDI 2012 menilai vertigo 4A hanya dalam bentuk BPPV, karena nama butirnya sudah membawa pembatas itu, dan header entri PPK FKTP menambahkan pembatas yang sejalur, yaitu vertigo vestibular jenis BPPV. Penyebab vertigo perifer lain dinilai lebih rendah: penyakit Meniere 3A. Angka 4A karena itu tidak berlaku untuk penyebab perifer selain BPPV, walaupun entri PPK mendaftar semuanya dalam satu kalimat. Batas praktisnya datang dari PPK: vertigo vestibular bentuk sentral dirujuk tanpa penundaan, sehingga 4A di sini tidak dapat dibaca sebagai kewenangan atas bentuk sentral. Perlu diketahui pula bahwa SKDI menempatkan butir ini di bawah subkelompok gangguan sistem vaskular, sementara entri PPK menerangkan BPPV sebagai gangguan pada labirin dan tidak menyebut sebab vaskular untuknya.SKDI 2012 grades vertigo 4A only in the BPPV form, because the item name already carries that limit, and the PPK FKTP entry header adds a limit running the same way, vestibular vertigo of the BPPV kind. The other peripheral causes of vertigo are graded lower: Meniere disease is 3A. Grade 4A therefore does not extend to peripheral causes other than BPPV, even though the PPK entry lists them all in one sentence. The practical limit comes from PPK: the central form of vestibular vertigo is referred without delay, so 4A here cannot be read as authority over the central form. Note also that SKDI files this item under the vascular system subgroup, while the PPK entry explains BPPV as a disorder of the labyrinth and names no vascular cause for it.

Vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV) adalah vertigo vestibular perifer yang serangannya muncul mendadak ketika kedudukan kepala berubah, berlangsung singkat, dan dapat kambuh 1. BPPV tidak punya entri tersendiri di PPK FKTP; ia berada di dalam entri Vertigo yang lebih luas, yang membagi vertigo menjadi vestibular dan non vestibular, membagi yang vestibular menjadi perifer dan sentral menurut letak lesinya, lalu menempatkan BPPV sebagai salah satu penyebab perifer 1.

Gambaran khasnya 1:

  • Rasa berputar datang tiba-tiba begitu kedudukan kepala berpindah.
    • Contohnya berguling ke samping sewaktu berbaring, bangun dari tempat tidur, membungkuk, menegakkan badan lagi, menunduk, dan mendongak.
  • Serangannya pendek, kurang dari 10 sampai 30 detik.
  • Yang dirasakan adalah putaran, dan mual dapat mengikutinya, kadang sampai muntah.
  • Sesudah putarannya reda pasien dapat merasa melayang dengan keseimbangan yang belum pulih, berhari-hari sampai berminggu-minggu.
  • BPPV dapat datang lagi di kemudian hari.

Prevalensinya 2,4 persen sepanjang hidup, lebih banyak pada perempuan daripada laki-laki, dan lebih banyak pada usia di atas 60 tahun 1.

Kompetensi dokter layanan primer 4A, dan pembatasnya melekat pada namanya sendiri: yang dituntaskan adalah vertigo vestibular jenis BPPV, bukan vertigo sebagai keluhan umum 2. Dua keadaan dirujuk: vertigo vestibular bentuk sentral, yang dikirim tanpa penundaan, dan vertigo vestibular yang tidak membaik walaupun terapi obat dan terapi bukan obat sudah dijalankan 1.

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) is a peripheral vestibular vertigo whose attacks come on suddenly when head position changes, last a short time, and can recur 1. BPPV has no entry of its own in PPK FKTP; it sits inside a wider Vertigo entry, which divides vertigo into vestibular and non vestibular, divides the vestibular kind into peripheral and central by the site of the lesion, then places BPPV among the peripheral causes 1.

Its characteristic picture 1:

  • The spinning arrives abruptly as soon as the head takes a new position.
    • Examples are rolling to one side while lying down, getting out of bed, stooping, straightening up again, looking down, and tipping the head back.
  • The attack is short, under 10 to 30 seconds.
  • What is felt is rotation, and nausea may follow it, sometimes as far as vomiting.
  • Once the spinning eases the patient may feel afloat with balance not yet restored, for days and on into weeks.
  • BPPV can come back later.

Lifetime prevalence is 2.4 percent, with more cases in women than in men and more above the age of 60 1.

Primary care competence is 4A, and the limit is attached to the name itself: what is finished in primary care is vestibular vertigo of the BPPV kind, not vertigo as a general complaint 2. Two situations go on for referral: the central form of vestibular vertigo, sent without delay, and vestibular vertigo that does not improve although drug treatment and non drug treatment have both been carried out 1.

MengenaliRecognising it

Diagnosis bersandar pada tiga hal: anamnesis, pemeriksaan fisik umum, dan pemeriksaan neurologis 1. Tidak ada sistem skor, tidak ada kriteria berat ringan, dan tidak ada uji provokasi posisi apa pun pada sumbernya.

Gambaran klinis BPPV 1:

  • Rasa berputar muncul tiba-tiba begitu kedudukan kepala berpindah.
    • Contohnya berguling ke samping sewaktu berbaring, bangun dari tempat tidur, membungkuk, menegakkan badan lagi, menunduk, dan mendongak.
  • Serangannya pendek, kurang dari 10 sampai 30 detik.
    • Bentuk angka itu memuat dua batas di belakang satu kata kurang dari, jadi batas atasnya tidak tunggal.
  • Yang dirasakan adalah putaran, dan mual dapat mengikutinya, kadang sampai muntah.
  • Sesudah putarannya reda, pasien dapat merasa melayang dengan keseimbangan yang belum pulih, berhari-hari sampai berminggu-minggu.
  • BPPV dapat datang lagi di kemudian hari.

The diagnosis rests on three things: the history, general physical examination, and neurological examination 1. There is no scoring system, no severity grading, and no positional provocation test at all in the source.

The clinical picture of BPPV 1:

  • The spinning arrives abruptly as soon as the head takes a new position.
    • Examples are rolling to one side while lying down, getting out of bed, stooping, straightening up again, looking down, and tipping the head back.
  • The attack is short, under 10 to 30 seconds.
    • That figure puts two boundaries behind one phrase meaning less than, so the upper boundary is not single.
  • What is felt is rotation, and nausea may follow it, sometimes as far as vomiting.
  • Once the spinning eases, the patient may feel afloat with balance not yet restored, for days and on into weeks.
  • BPPV can come back later.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Neurologi, angka 3 Vertigo, halaman -327- sampai -335-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, butir 37 Vertigo (BPPV), halaman 34. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Koshi EJ, Sutton AE. Benign Paroxysmal Positional Vertigo. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.