Ulkus pada TungkaiLeg Ulcer
SKDI 2012 memberi Ulkus pada tungkai tingkat kemampuan 4A tanpa kata pembatas, pada tabel Sistem Muskuloskeletal, subkelompok Otot dan Jaringan Lunak, butir 33 [2]. Diagnosis dan tata laksananya karena itu dituntaskan di layanan primer. Entri PPK yang menjadi jangkarnya menaruh penyakit ini di bab kulit dan membaginya menjadi empat jenis, yaitu ulkus tropikum, varikosum, arteriosum, dan neurotrofik [1]. Pembagian itu bukan penggolongan akademis: obat sistemik, obat topikal, dan tujuan rujukannya berbeda untuk keempatnya, sehingga menentukan jenisnya adalah pekerjaan pertama dan bukan pelengkap. Yang membatasi halaman ini bukan tingkat kemampuan itu, melainkan dua kekosongan pada entri PPK [1]. Pertama, bagian kriteria rujukannya tidak memuat satu pun pemicu rujukan; kalimat di bawah judul itu hanya menerangkan bahwa respons pengobatan berbeda menurut lama ulkus, luasnya, dan penyebab utamanya. Kedua, entri meminta bebat elastis dipasang pada ulkus varikosum tanpa lebih dulu meminta aliran arteri diperiksa, padahal ulkus arteriosum ada di dalam entri yang sama. Satu catatan klasifikasi. Kepala entri memuat dua kode ICD-10, yaitu I83.0 yang terikat pada varises tungkai dan L97 yang tidak terikat pada satu jenis ulkus [1]. Halaman ini membawa L97, karena entri mencakup empat jenis ulkus dan sebagian besar di antaranya bukan varikosum.SKDI 2012 grades Ulkus pada tungkai at competency level 4A with no qualifying words, in the Sistem Muskuloskeletal table, Otot dan Jaringan Lunak subgroup, item 33 [2]. Diagnosis and management are therefore completed in primary care. The PPK entry behind it places the disease in the skin chapter and divides it into four types: tropical, varicose, arterial and neurotrophic ulcer [1]. That division is not academic: systemic drug, topical drug and the destination of referral all differ across the four, so establishing the type is the first job rather than an addition to it. What limits this page is not the competency level but two gaps in the PPK entry [1]. First, its referral criteria section carries no referral trigger at all; the sentence under that heading only explains that response to treatment varies with the duration of the ulcer, its extent and its underlying cause. Second, the entry asks for an elastic bandage on a varicose ulcer without first asking for the arterial supply to be checked, even though arterial ulcer sits inside the same entry. One classification note. The entry header carries two ICD-10 codes, I83.0 which is tied to varicose veins of the leg, and L97 which is tied to no single ulcer type [1]. This page carries L97, because the entry covers four ulcer types and most of them are not varicose.
Ulkus pada tungkai adalah luka terbuka yang berasal dari penyakit arteri, vena, kapiler, atau pembuluh limfe, dan kelainan pembuluh itulah yang merusak kulit di atasnya 1. Insidennya naik seiring bertambahnya usia. Di negara tropis, insidens ulkus kruris kira-kira 2 persen dari populasi dan didominasi ulkus neurotropik serta ulkus varikosum; perempuan lebih banyak terkena ulkus varikosum daripada laki-laki dengan perbandingan 2 banding 1, dan usia rata-rata untuk prevalensi varises di atas 37 tahun 1.
Penyebab yang paling sering 1:
- Trauma.
- Higiene yang buruk.
- Gizi buruk.
- Gangguan pada pembuluh darah.
- Kerusakan saraf tepi, yang biasanya terjadi pada penderita diabetes melitus dan penderita kusta.
- Hipertensi, yang dikaitkan sebagai salah satu penyebab rusaknya pembuluh darah.
Entri membagi ulkus kruris menjadi empat golongan, yaitu ulkus tropikum, ulkus varikosum, ulkus arteriosum, dan ulkus neurotrofik 1. Pembagian itu menentukan segalanya. Ulkus varikosum ditangani dengan meninggikan tungkai dan memasang bebat elastis, sedangkan tindakan yang sama pada tungkai yang aliran arterinya buruk justru berbahaya, sehingga jenisnya ditentukan lebih dulu sebelum tungkai dibebat.
Progosisnya tidak dijanjikan baik. Entri menyebut prognosis dubia untuk ad vitam, ad functionam, maupun ad sanationam, dan menempatkan amputasi sebagai risiko bila keadaan lukanya memburuk 1. Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 2.
A leg ulcer is an open wound arising from disease of the arteries, veins, capillaries or lymphatics, and it is that vessel disease which destroys the skin above it 1. Its incidence rises with age. In tropical countries the incidence of leg ulcer is around 2 per cent of the population and is dominated by neurotrophic and varicose ulcers; women are affected by varicose ulcer more than men in a ratio of 2 to 1, and the average age for varicose vein prevalence is above 37 years 1.
The commonest causes 1:
- Trauma.
- Poor hygiene.
- Poor nutrition.
- Disorders of the blood vessels.
- Peripheral nerve damage, which usually occurs in people with diabetes and people with leprosy.
- Hypertension, linked as one of the causes of vessel damage.
The entry divides leg ulcer into four groups: tropical, varicose, arterial and neurotrophic ulcer 1. That division decides everything. A varicose ulcer is managed by elevating the leg and applying an elastic bandage, while the same manoeuvre on a leg with poor arterial supply is dangerous, so the type is established before the leg is bandaged.
The prognosis is not promised to be good. The entry gives a prognosis of dubia for ad vitam, ad functionam and ad sanationam alike, and places amputation among the risks where the wound deteriorates 1. Primary care competency is 4A 2.
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang 1. Yang menentukan bukan mengenali adanya ulkus, melainkan menentukan jenisnya, karena obat dan tindakannya berbeda untuk tiap jenis.
Anamnesis:
The diagnosis is made from the history, the physical examination and investigations 1. What matters is not recognising that an ulcer is present but establishing its type, because drugs and procedures differ across the four.
History:
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf K Kulit, angka 32 Ulkus pada Tungkai, halaman lampiran -638- sampai -645-, termasuk Tabel 11.1, Tabel 11.2, dan Tabel 11.3. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Muskuloskeletal, subkelompok Otot dan Jaringan Lunak, butir 33 Ulkus pada tungkai, Tingkat Kemampuan 4A. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Venous Leg Ulcer. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov
- 4.Diabetic Foot Ulceration and Complications. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan untuk ulkus neurotrofik pada penderita diabetes melitus, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov