Trauma SendiJoint Injury

SKDI 2012 menempatkan Trauma sendi pada tabel Sistem Muskuloskeletal, kelompok Tulang dan Sendi, butir 17, dengan Tingkat Kemampuan 3A [1]. Butir itu berdiri sebagai butir umum, dan tabel yang sama memecah sendi yang cedera menjadi beberapa butir lain dengan tingkat yang berbeda-beda [1]: - Butir 6 Dislokasi pada sendi ekstremitas, tingkat 2. - Butir 28 Lesi meniskus, medial, dan lateral, tingkat 3A. - Butir 29 Instabilitas sendi tumit, tingkat 2. - Butir 23 Lesi pada ligamentosa panggul, tingkat 1. - Butir 2 Fraktur terbuka, tertutup, tingkat 3B, yang berlaku begitu cederanya ternyata mengenai tulang. Susunan itu perlu dibaca dengan urutan yang benar. Tingkat 3A pada halaman ini melekat pada sendi cedera yang belum bernama. Begitu cederanya bernama, butir lain yang berlaku, dan tiga di antaranya justru lebih rendah. Menemukan dislokasi tidak menaikkan kewenangan, melainkan menurunkannya. Daftar Keterampilan Klinis melengkapi gambar itu, dan bentuknya jelas sekali [1]: - Yang menegakkan diagnosis seluruhnya 4A: inspeksi sendi ekstremitas, palpasi tendon dan sendi, penilaian range of motion sendi, penilaian ligamen krusiatus dan kolateral lutut, penilaian meniskus, serta penilaian fleksi dorsal dan plantar, inversi, dan eversi kaki. - Yang menyelesaikan masalahnya tidak: reduksi dislokasi tingkat 3, aspirasi sendi tingkat 2, reposisi fraktur tertutup tingkat 3. - Yang menyangganya kembali 4A: stabilisasi fraktur tanpa gips, dan melakukan dressing berupa sling dan bandage. Jadi pada sendi yang cedera, dokter layanan primer diharapkan memeriksa sampai tuntas, menyangga sampai tuntas, dan tidak menyentuh isi sendinya.SKDI 2012 places Trauma sendi in the musculoskeletal table, bone and joint group, item 17, at competency level 3A [1]. That item stands as the general one, and the same table breaks the injured joint into several other items at different levels [1]: - Item 6, dislocation of a limb joint, level 2. - Item 28, medial and lateral meniscal lesions, level 3A. - Item 29, instability of the ankle joint, level 2. - Item 23, ligamentous lesions of the hip, level 1. - Item 2, open and closed fracture, level 3B, which takes over as soon as the injury turns out to involve bone. That arrangement has to be read in the right order. The 3A level on this page belongs to an injured joint that has not yet been named. Once the injury is named, another item governs, and three of them are lower still. Finding a dislocation does not raise the authority, it lowers it. The clinical skills list completes the picture, and its shape is unmistakable [1]: - Everything that establishes the diagnosis is 4A: inspection of the limb joints, palpation of tendons and joints, assessment of joint range of motion, assessment of the cruciate and collateral ligaments of the knee, assessment of the meniscus, and assessment of dorsiflexion and plantarflexion, inversion and eversion of the foot. - Nothing that resolves the problem is: dislocation reduction level 3, joint aspiration level 2, closed fracture reduction level 3. - Everything that supports it again is 4A: fracture stabilisation without a cast, and dressing as a sling and bandage. So in an injured joint the primary care doctor is expected to examine to completion, to support to completion, and to leave the inside of the joint alone.

Trauma sendi bukan satu diagnosis melainkan satu keadaan: sendi yang nyeri, bengkak, atau tidak dapat dipakai setelah suatu peristiwa. Yang sesungguhnya cedera dapat berupa ligamen, meniskus, tulang rawan, kapsul, tendon, atau tulang di sebelahnya, dan keenamnya memberi tanda yang berbeda pada pemeriksaan.

Karena itu pekerjaan di FKTP bukan memberi nama yang megah pada cederanya, melainkan menjawab tiga pertanyaan: apakah ada yang mengancam anggota gerak, apakah ada tulang yang patah, dan apakah radang di sendi itu benar berasal dari cederanya.

Pertanyaan ketiga yang paling sering terlewat. Riwayat terjatuh membuat sendi yang panas tampak sudah terjelaskan, padahal artritis septik dan serangan gout juga datang mendadak pada satu sendi, dan Perhimpunan Reumatologi Indonesia menegaskan keduanya bahkan dapat berjalan bersamaan 5.

SKDI menilai Trauma sendi 3A: didiagnosis, diberi penanganan awal, lalu dirujuk 1. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa tingkat itu melekat pada sendi cedera yang belum bernama. Bila yang ditemukan ternyata dislokasi, butir SKDI yang berlaku bertingkat 2; bila ternyata patah tulang, butirnya bertingkat 3B 1.

PPK FKTP tidak memuat entri penyakit untuk trauma sendi. Yang berlaku adalah lampiran keterampilan pada keputusan menteri yang sama, yang memuat pemeriksaan lutut, pergelangan kaki, dan kaki secara rinci beserta cara membaca temuannya 2, ditambah entri fraktur tertutup begitu tulang ikut terlibat 3.

SPARK memuat Fraktur Tertutup dan Fraktur Terbuka untuk patah tulangnya, Ruptur Tendon Achilles untuk tendon yang putus, Osteoartritis untuk sendi yang aus, dan Hiperurisemia untuk sisi asam uratnya.

Siapa yang perlu dipikirkan:

  • Orang yang kakinya terpelintir dan tidak dapat melanjutkan langkah.
  • Korban kecelakaan lalu lintas dan cedera olahraga.
  • Pekerja yang jatuh dari ketinggian rendah dan mendarat pada satu tungkai.
  • Pasien lanjut usia yang jatuh di rumah, karena pada mereka trauma ringan sudah cukup untuk mematahkan tulang 3.
  • Pasien yang sendinya bengkak berulang setelah cedera lama, karena sendi yang tidak stabil cedera lagi dengan tenaga yang lebih kecil.

Joint injury is not a single diagnosis but a situation: a joint that is painful, swollen, or unusable after an event. What is actually injured may be a ligament, a meniscus, cartilage, the capsule, a tendon, or the bone beside it, and all six give different signs on examination.

The work in primary care is therefore not to give the injury an impressive name, but to answer three questions: whether anything threatens the limb, whether a bone is broken, and whether the inflammation in that joint really comes from the injury.

The third question is the one most often missed. A history of a fall makes a hot joint look already explained, when septic arthritis and an attack of gout also come on suddenly in a single joint, and the Indonesian rheumatology association states that the two can even run together 5.

SKDI grades Trauma sendi 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 1. What has to be noticed is that this level belongs to an injured joint that has not yet been named. If what is found turns out to be a dislocation, the SKDI item that governs is graded 2; if it turns out to be a fracture, that item is graded 3B 1.

PPK FKTP carries no disease entry for joint injury. What applies is the skills annex of the same ministerial decision, which sets out the knee, ankle and foot examination in detail together with how to read the findings 2, plus the closed fracture entry as soon as bone is involved 3.

SPARK carries Fraktur Tertutup and Fraktur Terbuka for the broken bone, Ruptur Tendon Achilles for the ruptured tendon, Osteoartritis for the worn joint, and Hiperurisemia for the uric acid side.

Who to think of:

  • Someone whose foot twisted and who could not carry on walking.
  • Road traffic casualties and sports injuries.
  • A worker who fell a short distance and landed on one leg.
  • An older patient who fell at home, because in them trivial trauma is already enough to break a bone 3.
  • A patient whose joint swells repeatedly after an old injury, because an unstable joint is injured again by smaller forces.

MengenaliRecognising it

Diagnosisnya klinis. Panduan keterampilan pada keputusan menteri yang sama memuat pemeriksaan sendi secara rinci beserta cara membaca temuannya, dan seluruh pemeriksaan itu bertingkat 4A pada SKDI 12. Artinya menegakkan cedera sendi memang pekerjaan layanan primer, sampai tuntas.

Satu kaidah dari lampiran yang sama pantas berdiri di depan semuanya: kontusio, keseleo, dan fraktur tidak selalu mudah dibedakan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan bila masih ragu, tangani sebagai fraktur 2.

The diagnosis is clinical. The clinical skills annex of the same ministerial decision sets out the joint examination in detail together with how to read the findings, and all of that examination is graded 4A in SKDI 12. Establishing a joint injury is therefore primary care work, and to completion.

One rule from the same annex deserves to stand in front of everything else: contusion, sprain and fracture are not always easy to tell apart from the history and examination, and where doubt remains it is treated as a fracture 2.

yayestidaknoyayestidaknoyayestidaknoSendi nyeri sesudah cederaJoint painful after injuryNadi distal hilang, kebas baru, ataudeformitas nyata?Distal pulse lost, new numbness, orobvious deformity?Rujuk sekarangRefer nowSendi panas, merah, sangat nyeri,mungkin demam?Joint hot, red, severely painful, maybefebrile?Rujuk hari ini:artritis septikRefer today: septicarthritisTerapkan aturan Ottawa lutut ataupergelangan kakiApply the Ottawa knee or ankle ruleSendi artritis nyeri kesegala arah; ligamenterkilir nyeri saatdiregangkanAn arthritic joint hurtsin every direction; asprained ligament hurtson stretchFraktur atau dislokasi?Fracture or dislocation?Rujuk, jangandireposisiRefer, do not reduceCedera ligamen: sangga, kompres, nilaiulangLigament injury: support, coldcompress, review
Satu keluhan, tiga jalan keluar. Yang paling sering terlewat adalah sendi yang panas, karena riwayat cedera membuatnya tampak sudah terjelaskan.One complaint, three ways out. The one most often missed is the hot joint, because a history of injury makes it look already explained.2
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 17 Trauma sendi dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 53, dibaca bersama butir 6 Dislokasi pada sendi ekstremitas tingkat 2, butir 28 Lesi meniskus tingkat 3A, dan butir 29 Instabilitas sendi tumit tingkat 2. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 12, 13, 15, 18 dan 21 seluruhnya 4A, butir 26 dan 28 tingkat 3, butir 27 dan 29 4A, butir 31 Aspirasi sendi tingkat 2, halaman 77 sampai 78. pd.fk.ub.ac.id
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pemeriksaan Muskuloskeletal, bagian pemeriksaan lutut dan tungkai bawah halaman lampiran -1114- sampai -1119-, pergelangan kaki dan kaki halaman lampiran -1119- sampai -1122-, Analisis Hasil Pemeriksaan halaman lampiran -1123- sampai -1125-, angka 4 Penilaian dan Stabilisasi Fraktur (Tanpa Gips) halaman lampiran -1125- sampai -1127-, dan angka 5 Melakukan Dressing (Sling, Bandage) halaman lampiran -1127- sampai -1129-. manuver.tireg7.net
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 2 Fraktur Tertutup halaman lampiran -297- sampai -299-. Dipakai begitu fraktur dicurigai, karena lampiran ini tidak memuat entri trauma sendi. manuver.tireg7.net
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Trauma. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/132/2017, bagian skema alur dan rujukan pengelolaan pasien trauma halaman -10- sampai -11- dan bagian penilaian awal dan resusitasi halaman -39- sampai -41-. kemkes.go.id
  5. 5.Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2018, bagian rekomendasi diagnosis butir 2 tentang monoartritis akut dan butir 8 tentang artritis septik yang dapat menyertai gout. reumatologi.or.id
  6. 6.Bergman R, Li D, Shuman VL. Acute Ankle Sprain. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.