Gangguan Tik SementaraTransient Tics Disorder
SKDI 2012 menempatkan Transient tics disorder pada tabel PSIKIATRI, subkelompok Tics, butir nomor 40, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas [4]. Tingkat 3A berarti dokter menegakkan diagnosis klinis, memberi terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, lalu merujuk. Dua butir tetangganya di subkelompok yang sama dinilai lebih rendah: butir 38 Gilles de la Tourette syndrome dinilai 2 dan butir 39 Chronic motor of vocal tics disorder dinilai 2 [4]. Jadi SKDI memisahkan bentuk sementara dari bentuk menahun dan hanya bentuk sementara yang dinilai 3A. Pemisahan itu masuk akal secara klinis: bentuk sementara adalah bentuk yang paling sering berhenti sendiri. Satu dokumen memberi angka lain untuk hal yang bersinggungan, dan angka itu perlu dinyatakan terbuka. Panduan Praktik Klinis Neurologi PERDOSSI 2016 memuat bab Tics dan Tourette, dan bagian Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada bab itu memberi layanan primer peran diagnostik, menempatkan tata laksana medis pada PPK 2 yaitu rumah sakit tipe B dan C, dan tata laksana medis komprehensif pada PPK 3 yaitu rumah sakit tipe A [1]. Dua dokumen itu tidak diperbandingkan begitu saja. Bab PERDOSSI membahas keluarga tik secara keseluruhan dan tidak memisahkan bentuk sementara dari bentuk menahun maupun dari sindrom Tourette, sedangkan SKDI memisahkan ketiganya dan memberi angka berbeda. Karena dokumen yang lebih baru tidak memisahkan butir yang dipisahkan SKDI, kedua dokumen itu tidak berselisih pada butir ini, dan angka SKDI tetap berlaku. Yang berubah bukan angkanya melainkan isinya. Bab PERDOSSI memberi obat hanya untuk tik yang berat, dan menempatkan tata laksana medis di atas layanan primer [1]. Karena itu terapi pendahuluan pada halaman ini adalah penjelasan, penataan lingkungan, dan penilaian penyakit penyerta, bukan resep, dan pilihan serta dosis obat tidak dibawa ke halaman ini. PPK FKTP tidak memuat entri untuk tik pada lampiran manapun. Yang ada hanya uraian tik sebagai jenis gerakan involunter di dalam Panduan Keterampilan Klinis [2][3].SKDI 2012 places Transient tics disorder in the PSYCHIATRY table, Tics subgroup, item 40, at competency level 3A with no qualifying words [4]. Level 3A means the doctor makes the clinical diagnosis, gives initial treatment in a non-emergency situation, and then refers. Its two neighbours in the same subgroup are graded lower: item 38 Gilles de la Tourette syndrome is 2 and item 39 chronic motor or vocal tic disorder is 2 [4]. So SKDI separates the transient form from the chronic ones and grades only the transient form 3A. That separation makes clinical sense: the transient form is the one most likely to stop on its own. One document gives a different figure for overlapping territory, and it has to be stated openly. The 2016 PERDOSSI neurology practice guideline carries a chapter on tics and Tourette syndrome, and its health facility section gives primary care a diagnostic role, places medical management at PPK 2, that is type B and C hospitals, and comprehensive medical management at PPK 3, type A hospitals [1]. The two documents are not simply set against each other. The PERDOSSI chapter treats the tic family as a whole and does not separate the transient form from the chronic forms or from Tourette syndrome, whereas SKDI separates all three and grades them differently. Because the newer document does not separate the item SKDI separates, the two are not in conflict on this item and the SKDI level stands. What changes is not the level but the content. The PERDOSSI chapter gives drugs only for severe tics and places medical management above primary care [1]. Initial treatment on this page is therefore explanation, environmental adjustment and assessment of comorbidity rather than a prescription, and drug choice and doses are not carried here. The primary care guideline holds no entry for tics in either annex. What exists is a description of tics as a type of involuntary movement inside the Clinical Skills Guide [2][3].
Tik adalah gerakan sekelompok otot yang stereotipik dan berulang, atau ucapan yang stereotipik dan berulang, yang timbul mendadak, singkat, dan tidak bertujuan 1. Bentuk gerakannya disebut tik motorik dan bentuk suaranya disebut tik vokal 1.
Panduan keterampilan klinis nasional menerangkannya sebagai gerakan yang singkat, berulang, stereotipik, dan terkoordinasi, yang muncul pada selang waktu yang tidak teratur, dengan contoh berkedip berulang, meringis, dan mengangkat bahu 2.
Bentuk sementara adalah yang dinilai SKDI 3A, sedangkan sindrom Tourette dan bentuk menahun dinilai 2 4. Pemisahan itu penting karena menentukan seberapa jauh dokter layanan primer melangkah sebelum merujuk.
Ciri yang membuatnya berbeda dari gerakan involunter lain, dan yang paling berguna di ruang periksa 1:
- Gerakannya dapat ditahan untuk sementara, tidak seperti gerakan involunter yang benar-benar tidak dapat dikendalikan.
- Meningkat saat cemas, marah, atau kelelahan, dan berkurang saat beraktivitas atau tidur.
- Berfluktuasi, sehingga dapat menghilang di ruang periksa dan muncul lagi di rumah.
- Anak merasakan rasa tidak nyaman, gatal, atau sensasi lain sebelum melakukannya, dan merasa lebih rileks sesudahnya.
Umumnya muncul pada anak usia 5 sampai 10 tahun dan lebih sering pada anak laki-laki 1.
Satu perbedaan kewenangan perlu diketahui pembaca sejak awal. PERDOSSI menempatkan peran layanan primer pada bagian diagnostik, dan menempatkan tata laksana medisnya di rumah sakit 1. Karena itu halaman ini menuntun sampai pengenalan, penjelasan, dan rujukan, dan tidak memuat pilihan maupun dosis obat.
Klasifikasinya berpindah bab antar edisi. Kode ICD-10 yang dipakai adalah F95.0. ICD-11 memberi kode 8A05.03 dan menempatkan kelompok tik di dalam bab penyakit sistem saraf, bukan lagi di dalam bab gangguan jiwa (WHO ICD-11, di bawah lisensi CC BY-ND 3.0 IGO). Perpindahan itu menerangkan mengapa satu-satunya bab pedoman Indonesia yang membahasnya adalah bab neurologi.
A tic is a stereotyped, repeated movement of a muscle group, or a stereotyped, repeated vocalisation, that arises suddenly, is brief, and serves no purpose 1. The movement form is called a motor tic and the sound form a vocal tic 1.
The national clinical skills guide describes it as a brief, repeated, stereotyped and coordinated movement occurring at irregular intervals, with repeated blinking, grimacing and shoulder shrugging as examples 2.
The transient form is the one SKDI grades 3A, while Tourette syndrome and the chronic forms are graded 2 4. That separation matters because it decides how far a primary care doctor goes before referring.
The features that separate it from other involuntary movements, and that are most useful in the consulting room 1:
- The movement can be held back for a while, unlike movements that truly cannot be controlled.
- It increases with anxiety, anger or fatigue, and decreases during activity or sleep.
- It fluctuates, so it may vanish in the consulting room and return at home.
- The child feels discomfort, itch or another sensation before performing it, and feels more relaxed afterwards.
It generally appears in children aged 5 to 10 years and more often in boys 1.
One difference in authority should be clear to the reader from the start. PERDOSSI puts the primary care role at the diagnostic stage and places medical management in hospital 1. This page therefore leads as far as recognition, explanation and referral, and carries no drug choice or dose.
Its classification has moved chapters between editions. The ICD-10 code used is F95.0. ICD-11 gives 8A05.03 and places the tic group inside the chapter on diseases of the nervous system rather than the chapter on mental disorders (WHO ICD-11, under licence CC BY-ND 3.0 IGO). That move explains why the only Indonesian guideline chapter discussing it is a neurology chapter.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Diagnosisnya ditegakkan terutama dari anamnesis dan pengamatan yang baik, dan tidak ada pemeriksaan penunjang yang menegakkannya 1.
Gambaran yang ditanyakan 1:
- Ada gerakan bibir atau lidah, mata berkedip-kedip, atau gerakan dagu, dan gerakan itu muncul saat anak mengalami tekanan atau stres.
- Usia anak umumnya 5 sampai 10 tahun, dan lebih sering pada anak laki-laki.
- Gerakannya dapat ditahan.
- Gerakannya meningkat saat cemas, marah, atau kelelahan.
- Gerakannya berkurang saat beraktivitas atau tidur, dan berfluktuasi.
- Anak merasakan rasa tidak nyaman, gatal, atau sensasi lain sebelum melakukan gerakan itu, dan merasa lebih rileks sesudah melakukannya.
- Tanyakan riwayat gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif serta gangguan perilaku lain.
History. The diagnosis is made mainly from the history and from good observation, and no investigation establishes it 1.
What to ask about 1:
- Movements of the lips or tongue, repeated blinking, or jaw movements, appearing when the child is under pressure or stress.
- Age usually 5 to 10 years, and more often boys.
- The movement can be held back.
- The movement increases with anxiety, anger or fatigue.
- The movement decreases during activity or sleep, and it fluctuates.
- The child feels discomfort, itch or another sensation before performing the movement, and feels more relaxed afterwards.
- Ask about a history of attention deficit hyperactivity disorder and other behavioural disorders.
RujukanReferences
- 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Tics dan Tourette, termasuk bagian Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang membagi kewenangan atas layanan primer, PPK 2 dan PPK 3. Sumber jangkar entri ini karena PPK FKTP tidak memuat entri untuk tik. snars.web.id
- 2.Kemenkes RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter, Lampiran II KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf E Sistem Saraf, bagian penilaian gerakan involunter. Dipakai untuk uraian tik beserta contohnya, penyebab termasuk sindrom Tourette, fenotiazin dan amfetamin, serta pembedanya terhadap korea, atetosis dan tremor. Lampiran I dokumen yang sama dipakai sebagai temuan negatif. manuver.tireg7.net
- 3.Kemenkes RI. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pasal I dan Lampiran I Huruf I Psikiatri. Dipakai sebagai temuan negatif, karena perubahan ini tidak menambahkan entri untuk tik. diskes.badungkab.go.id
- 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Psikiatri, subkelompok Tics, butir 40 Transient tics disorder Tingkat Kemampuan 3A, butir 38 Gilles de la tourette syndrome 2, butir 39 Chronic motor of vocal tics disorder 2. pd.fk.ub.ac.id
- 5.Tourette Syndrome and Other Tic Disorders. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov