Torsio testisTesticular torsion

Tingkat 3B berarti dokter layanan primer mendiagnosis, memberi penanganan kegawatan, lalu merujuk. SKDI 2012 memberi butir 27 Torsio testis tingkat 3B pada tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, subkelompok Alat Kelamin Pria. Angka itu berdiri sendiri di sini, karena PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini sama sekali; dokumen layanan primer yang biasanya memberi angka kedua tidak menyebutnya. Pada penyakit ini kewenangan 3B punya isi yang tidak biasa: penanganan kegawatannya adalah detorsi manual, dan detorsi yang berhasil sekalipun tidak menghentikan rujukannya.Level 3B means the primary care doctor diagnoses, gives emergency treatment, then refers. SKDI 2012 gives item 27 Torsio testis a level of 3B in the renal and urinary tract table, subgroup male genital organs. That figure stands alone here, because PPK FKTP carries no entry for this condition at all; the primary care document that usually supplies a second figure does not mention it. On this condition the 3B authority has an unusual content: the emergency treatment is manual detorsion, and even a successful detorsion does not cancel the referral.

Torsio testis adalah terpelintirnya funikulus spermatikus sehingga testis mengalami cedera iskemik 1.

Angka yang paling menentukan pada halaman ini adalah periode emasnya, yaitu 6 jam sejak awitan nyeri 1:

  • Dalam 6 jam pertama, viabilitas testis dilaporkan 100% 1.
  • Antara 6 dan 12 jam, 54% 1.
  • Lebih dari 12 jam, 32% 1.

Penyebab akut skrotum yang paling sering, dan puncaknya pada periode neonatal serta sekitar pubertas 1. Torsio perinatal umumnya ekstravaginal, sedangkan torsio pada masa pubertas intravaginal 1.

Tingkat kompetensinya 3B 2. Dokter layanan primer mengenali dan merujuk; eksplorasi bedahnya milik pusat rujukan, dan setiap kasus di dalam 24 jam sejak awitan gejala membutuhkannya 1.

PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini, sehingga sumber Indonesia untuk halaman ini adalah panduan urologi anak Ikatan Ahli Urologi Indonesia 13. Perlu dibaca dengan sadar: panduan itu ditulis untuk pasien anak, sedangkan tingkat kompetensi SKDI berlaku untuk penyakitnya tanpa batas usia.

Testicular torsion is twisting of the spermatic cord that leaves the testis ischaemic 1.

The number that decides most on this page is the golden period, 6 hours from the onset of pain 1:

  • Within the first 6 hours, reported testicular viability is 100% 1.
  • Between 6 and 12 hours, 54% 1.
  • Beyond 12 hours, 32% 1.

It is the commonest cause of an acute scrotum, and it peaks in the neonatal period and around puberty 1. Perinatal torsion is usually extravaginal, while torsion at puberty is intravaginal 1.

Competence is graded 3B 2. The primary care doctor recognises and refers; the surgical exploration belongs to the referral centre, and every case within 24 hours of symptom onset needs it 1.

PPK FKTP carries no entry for this condition, so the Indonesian source for this page is the paediatric urology guideline of the Indonesian Urological Association 13. Read that with the limitation in mind: the guideline is written for children, while the SKDI competency level applies to the condition at any age.

MengenaliRecognising it

Anamnesis:

  • Nyeri skrotum akut, sering disertai muntah. Pada neonatus keluhan ini sering tidak dapat digali 1.
  • Jam awitan nyeri. Ini pertanyaan yang paling menentukan, karena seluruh keputusan berikutnya bergantung pada jaraknya dari sekarang 1.
  • Nyeri lebih akut pada torsio testis (69%) dan torsio apendiks testis (62%) dibandingkan epididimitis (31%) 1.
  • Anak prapubertas lebih sering datang dengan gejala yang tidak khas. Akibatnya diagnosisnya sulit, tindakan bedahnya terlambat, dan angka orkidektominya lebih tinggi daripada anak pascapubertas 1.

History:

  • Acute scrotal pain, often with vomiting. In a neonate this complaint often cannot be obtained 1.
  • The hour the pain started. This is the most decisive question, because every later decision depends on how far away that hour now is 1.
  • Pain is more acute in testicular torsion (69%) and torsion of the appendix testis (62%) than in epididymitis (31%) 1.
  • Prepubertal boys present more often with atypical features. The diagnosis is then harder, surgery is later, and the orchidectomy rate is higher than in postpubertal boys 1.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Guideline Urologi Pediatrik Indonesia, edisi 4, 2022. Bab 14 Akut Skrotum, bagian Torsio Testis, halaman 160 sampai 165, termasuk tabel rangkuman bukti dan rekomendasi pada halaman 165. Penulis bab: Besut Daryanto, Pradana Nurhadi. iaui.or.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, subkelompok Alat Kelamin Pria, butir 27 Torsio testis dengan Tingkat Kemampuan 3B, halaman 47. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Dicari seluruhnya dan tidak memuat entri torsio testis; dikutip di sini sebagai dasar pernyataan bahwa pedoman layanan primer diam mengenai kondisi ini. manuver.tireg7.net
  4. 4.Schick MA, Sternard BT. Testicular Torsion. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.