TirotoksikosisThyrotoxicosis
SKDI 2012 menempatkan tirotoksikosis pada butir 14 tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi dengan Tingkat Kemampuan 3B, sedangkan hipertiroid berdiri sebagai butir 13 pada tabel yang sama dengan tingkat 3A [2]. Kedua butir itu bukan salah cetak yang saling menggantikan. Hipertiroidisme adalah kelenjar yang bekerja berlebihan; tirotoksikosis adalah akibat hormon tiroid berlebih di sirkulasi, dari sebab apa pun, dan sebab itu tidak selalu kelenjar yang hiperaktif [1]. Butir yang lebih luas itulah yang diberi tingkat lebih tinggi, karena butir itu yang memuat kemungkinan krisis tiroid. Header entri PPK FKTP untuk Tirotoksikosis juga menuliskan Tingkat Kemampuan 3B, sehingga dua sumber nasional sepakat dan tidak ada tingkat yang perlu diambil lebih rendah [1][2]. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 tidak menyentuh Huruf L angka 2, sehingga teks yang berlaku adalah lampiran induk 1186/2022 [1].SKDI 2012 places thyrotoxicosis at item 14 of the endocrine, metabolic and nutrition table with competency level 3B, while hyperthyroidism stands separately at item 13 of the same table at 3A [2]. The two items do not replace one another. Hyperthyroidism is a gland working too hard; thyrotoxicosis is the effect of too much thyroid hormone in the circulation from any cause, and that cause is not always an overactive gland [1]. The broader item carries the higher grade, because it is the item that contains the possibility of thyroid crisis. The PPK FKTP entry header for Tirotoksikosis also carries competency level 3B, so the two national sources agree and no lower grade has to be taken [1][2]. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 does not touch chapter L number 2, so the text in force is the parent annex of 1186/2022 [1].
Tirotoksikosis adalah gambaran klinis yang timbul karena hormon tiroid berlebih di sirkulasi 1. Istilahnya lebih luas daripada hipertiroidisme dengan sengaja: kelenjar yang memproduksi berlebihan hanya salah satu jalan menuju keadaan ini, dan entri PPK FKTP membelah penyakit ini menjadi dua kelompok, yang berhubungan dengan hipertiroidisme dan yang tidak 1.
Riskesdas 2013 menemukan hipertiroid terdiagnosis dokter pada 0,4% penduduk Indonesia, dengan angka tertinggi di DI Yogyakarta dan DKI Jakarta yang masing-masing 0,7%, lalu Jawa Timur 0,6% dan Jawa Barat 0,5% 1.
Yang memindahkan penyakit ini ke kelompok kegawatan bukan keluhan hariannya, melainkan ekornya. Tirotoksikosis dapat berkembang menjadi krisis tiroid, dan krisis tiroid dapat menyebabkan kematian 1. Tirotoksikosis yang berakhir fatal umumnya berlatar penyakit Graves pada ibu hamil. Janin yang dikandungnya dapat ikut tirotoksik, dan keadaan hipertiroid pada janin dapat berujung pada retardasi pertumbuhan, kraniosinostosis, bahkan kematian janin 1. Kehamilan karena itu mengubah bobot setiap keputusan pada halaman ini.
SKDI menilai tirotoksikosis 3B: didiagnosis, diberi tindakan awal, lalu dirujuk 2. Diagnosis pasti dan penatalaksanaan awal berada di layanan sekunder, dan pengobatan baru dapat dilanjutkan di FKTP setelah keadaan pasien stabil 1.
Faktor risiko 1:
- Penyakit Graves, yaitu hipertiroidisme autoimun.
- Struma multinodular toksik.
Thyrotoxicosis is the clinical picture produced by an excess of thyroid hormone in the circulation 1. The word is deliberately wider than hyperthyroidism: a gland producing too much is only one route into this state, and the PPK FKTP entry splits the disease into two groups, those linked to hyperthyroidism and those not 1.
Riskesdas 2013 found doctor diagnosed hyperthyroidism in 0.4% of the Indonesian population, highest in DI Yogyakarta and DKI Jakarta at 0.7% each, then East Java 0.6% and West Java 0.5% 1.
What moves this disease into the emergency group is not its daily complaints but its tail. Thyrotoxicosis can progress to thyroid crisis, and thyroid crisis can kill 1. Fatal thyrotoxicosis usually sits on autoimmune Graves disease in a pregnant woman. The fetus can become thyrotoxic too, and a hyperthyroid fetal state can end in growth retardation, craniosynostosis, even fetal death 1. Pregnancy therefore changes the weight of every decision on this page.
SKDI grades thyrotoxicosis 3B: diagnose, give initial treatment, then refer 2. Definitive diagnosis and initial management belong to secondary care, and treatment may only continue in primary care once the patient is stable 1.
Risk factors 1:
- Graves disease, autoimmune hyperthyroidism.
- Toxic multinodular goitre.
MengenaliRecognising it
Tirotoksikosis sering dapat ditegakkan secara klinis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik saja, tanpa laboratorium; yang sulit tanpa pemeriksaan penunjang adalah menilai kemajuan terapinya 1. Itu sebabnya rujukan pada penyakit ini bukan rujukan untuk mencari diagnosis dari nol, melainkan untuk memastikan dan untuk memulai pengobatan yang bisa dipantau.
Keluhan 1:
- Berdebar-debar.
- Tremor.
- Iritabilitas.
- Tidak tahan terhadap hawa panas, dan berkeringat berlebihan.
- Berat badan turun sementara nafsu makan justru bertambah.
- Diare.
- Gangguan reproduksi berupa oligomenore atau amenore dan libido yang menurun.
- Mudah lelah, dan sukar tidur.
- Pembesaran kelenjar tiroid.
- Rambut rontok.
Thyrotoxicosis can often be diagnosed clinically from history and examination alone, without laboratory tests; what is hard without them is judging whether treatment is working 1. Referral in this disease is therefore not a referral to find the diagnosis from nothing, but to confirm it and to start treatment that can be monitored.
Symptoms 1:
- Palpitations.
- Tremor.
- Irritability.
- Heat intolerance, and excessive sweating.
- Weight loss while appetite is increasing.
- Diarrhoea.
- Reproductive upset, oligomenorrhoea or amenorrhoea and reduced libido.
- Fatigue, and difficulty sleeping.
- Thyroid enlargement.
- Hair loss.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf L Metabolik Endokrin Dan Nutrisi, angka 2 Tirotoksikosis, halaman lampiran -654- sampai -657-. Header entri memuat Tingkat Kemampuan 3B. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, kelompok Kelenjar Endokrin, butir 14 Tirotoksikosis 3B, dengan butir 13 Hipertiroid 3A pada tabel yang sama. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Task Force on Thyroid Diseases. Indonesian Clinical Practice Guidelines for Hyperthyroidism. Journal of the ASEAN Federation of Endocrine Societies. Pedoman spesialis nasional untuk penyakit ini. Hanya abstrak dan metadatanya yang dibaca; teks penuhnya tidak dipakai sebagai sumber isi entri ini. asean-endocrinejournal.org
- 4.Pokhrel B, Aiman W, Bhusal K. Thyroid Storm. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov