Tinea korporisTinea corporis
Tinea korporis adalah dermatofitosis pada kulit badan, yaitu bagian tubuh di luar kelima bentuk tinea lain yang punya nama sendiri, dan panduan menyebut bentuk yang mengenai seluruh tubuh sebagai tinea imbrikata 1. Dermatofita adalah jamur yang mencernakan keratin, sehingga ia hidup di jaringan berzat tanduk seperti stratum korneum epidermis, rambut, dan kuku 1. Penularannya lewat kontak langsung dengan agen penyebab, dan sumbernya bisa manusia, binatang, atau tanah 1. Yang membuatnya mudah dikenali adalah bentuk lesinya: bercak merah bersisik yang gatal, dengan tepi yang lebih aktif daripada bagian tengahnya 1. Ini penyakit yang tuntas di layanan primer, dengan tingkat kemampuan 4A, dan rujukan hanya untuk tiga keadaan tertentu 1 2.
Faktor risiko:
Tinea corporis is dermatophytosis of the body skin, meaning the parts outside the five other named forms of tinea, and the guideline calls the form that covers the whole body tinea imbricata 1. Dermatophytes are fungi that digest keratin, so they live in keratinised tissue such as the stratum corneum of the epidermis, hair and nails 1. Transmission is by direct contact with the causative agent, and the source may be a person, an animal or soil 1. What makes it recognisable is the shape of the lesion: an itchy red scaly patch whose edge is more active than its centre 1. This disease finishes in primary care at competency level 4A, and referral is reserved for three specific situations 1 2.
Risk factors:
MengenaliRecognising it
Anamnesis.
- Pada sebagian besar infeksi dermatofita pasien datang dengan bercak merah bersisik yang gatal 1.
- Tanyakan riwayat kontak dengan orang yang mengalami dermatofitosis 1.
- Karena penularannya lewat kontak langsung, sumbernya juga bisa binatang peliharaan atau tanah, dan itu mengubah siapa lagi yang perlu diperiksa di rumah 1.
- Gali empat faktor risikonya, karena tiga di antaranya, yaitu imunodefisiensi, obesitas, dan diabetes melitus, juga mengubah prognosis dan ambang rujukan 1.
History.
- In most dermatophyte infections the patient comes with an itchy red scaly patch 1.
- Ask about contact with someone who has dermatophytosis 1.
- Because transmission is by direct contact, the source can equally be a pet or soil, and that changes who else at home needs looking at 1.
- Work through the four risk factors, because three of them, immunodeficiency, obesity and diabetes mellitus, also change the prognosis and the threshold for referral 1.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I Bab II Huruf K Kulit angka 10 Dermatofitosis. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, butir 21. pd.fk.ub.ac.id
- 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, versi 2025-01. Kode 1F28.Y dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. icd.who.int
- 4.Yee G, Syed HA, Al Aboud AM. Tinea Corporis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov