Tetanus NeonatorumNeonatal Tetanus

SKDI 2012 menilai tetanus neonatorum 3B pada butir tersendiri, terpisah dari tetanus yang bernilai 4A pada daftar yang sama [2]. Jadi kewenangan mandiri atas tetanus tidak menjangkau bentuk neonatal, walaupun PPK FKTP membicarakan keduanya dalam satu bab [1]. Angka 3B itu perlu dibaca bersama isi entri PPK-nya. Tatalaksana yang diminta mencakup diazepam drip dengan syringe pump, pelumpuh otot pankuronium, dan ventilasi mekanik [1]. Pekerjaan layanan primer karena itu adalah mengenali, membersihkan jalan napas, memberi oksigen, memberi dosis pertama antibiotik dan antitoksin, lalu memindahkan bayi.SKDI 2012 grades neonatal tetanus 3B as its own item, separate from tetanus at 4A on the same list [2]. The independent authority over tetanus therefore does not reach the neonatal form, even though the PPK FKTP handles both inside one chapter [1]. That 3B has to be read together with the content of its PPK entry. The management asked for includes a diazepam infusion by syringe pump, the muscle relaxant pancuronium, and mechanical ventilation [1]. Primary care work is therefore recognising it, clearing the airway, giving oxygen, giving the first antibiotic and antitoxin dose, and then moving the baby.

Tetanus neonatorum adalah tetanus pada bayi baru lahir, dengan tali pusat sebagai jalan masuk kuman 1. Penyakit ini dapat dicegah dua kali, oleh imunisasi ibu dan oleh persalinan serta perawatan tali pusat yang bersih, dan justru itu yang membuat setiap kasus bermakna 1.

Bebannya besar. Hampir 14 persen kematian neonatus di dunia disebabkan tetanus neonatorum, dan penyakit ini menyumbang setengah dari kematian neonatus akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 1. Penelitian komunitas di Amerika Latin dan beberapa negara berkembang pada awal 1970-an dan 1980-an menemukan kematian neonatal antara kurang dari 5 sampai 60 kasus per 1000 kelahiran hidup, dan di sebagian negara berkembang tetanus neonatorum mencakup 23 sampai 72 persen seluruh kematian neonatal 1.

SKDI 2012 menilai bentuk neonatal ini 3B, sedangkan tetanus pada umumnya 4A pada daftar yang sama 2. Kewenangan di halaman ini karena itu berhenti pada mengenali, menstabilkan, dan merujuk.

Baris faktor risiko pada pedoman kosong, dan yang berdiri di tempatnya adalah butir anamnesis yang seluruhnya menyangkut cara bayi dilahirkan dan dirawat 1:

  • Siapa penolong persalinannya: tenaga medis, paramedis, non medis, atau dukun bayi.
  • Apakah penolong itu pernah mendapat pelatihan.
  • Alat yang dipakai memotong tali pusat.
  • Ramuan yang dibubuhkan pada perawatan tali pusat.
  • Status imunisasi tetanus toksoid ibu sebelum dan selama kehamilan.

Neonatal tetanus is tetanus in the newborn, with the umbilical stump as the way in for the organism 1. It can be prevented twice over, by immunising the mother and by clean delivery and clean cord care, and that is exactly what makes every case meaningful 1.

The burden is large. Almost 14 percent of neonatal deaths worldwide are due to neonatal tetanus, and the disease accounts for half of the neonatal deaths caused by vaccine preventable illness 1. Community studies in Latin America and several developing countries in the early 1970s and 1980s found neonatal mortality between under 5 and 60 cases per 1000 live births, and in some developing countries neonatal tetanus made up 23 to 72 percent of all neonatal deaths 1.

SKDI 2012 grades this neonatal form 3B, while tetanus in general is 4A on the same list 2. The authority on this page therefore stops at recognising, stabilising, and referring.

The risk factor line in the guideline is empty, and what stands in its place is a set of history items that are all about how the baby was delivered and cared for 1:

  • Who attended the birth: a doctor, a paramedic, a non medical attendant, or a traditional birth attendant.
  • Whether that attendant had been trained.
  • The instrument used to cut the cord.
  • Any substance applied to the cord during its care.
  • The mother's tetanus toxoid immunisation status before and during the pregnancy.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Gejala baru muncul setelah toksin mencapai susunan saraf, dan masa inkubasinya umumnya 3 sampai 10 hari 1.

  • Trismus akibat spasme otot masseter ditemukan pada lebih dari separuh penderita.
  • Kekakuan otot leher, kesulitan menelan, dan mulut mencucu menyerupai mulut ikan.
  • Spasme otot punggung dan otot perut.
  • Spasme dapat muncul spontan atau dipicu rangsangan, dengan frekuensi yang berbeda antar penderita.
  • Kesadaran bayi tetap utuh.

History. Symptoms appear only after the toxin reaches the nervous system, and the incubation period is usually 3 to 10 days 1.

  • Trismus from masseter spasm is found in more than half of patients.
  • Neck muscle rigidity, difficulty swallowing, and a pursed mouth resembling a fish mouth.
  • Spasm of the back and abdominal muscles.
  • Spasm may be spontaneous or triggered by a stimulus, at a frequency that varies between patients.
  • The baby's consciousness stays intact.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf H Neurologi butir 14 Tetanus Neonatorum (halaman lampiran -395- sampai -398-), dengan butir 4 Tetanus pada huruf yang sama untuk gambaran spasme, postur, dan mekanisme toksin. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, butir 10 Tetanus neonatorum tingkat 3B dan butir 9 Tetanus tingkat 4A. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan. Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP), edisi revisi 2020. Dipakai hanya untuk kedudukan tetanus neonatorum dalam laporan surveilans terintegrasi bersama AFP dan campak. repository.kemkes.go.id
  4. 4.George EK, De Jesus O, Tobin EH, Vivekanandan R. Tetanus (Clostridium tetani Infection). StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.