TaeniasisTaeniasis

SKDI 2012 memberi Taeniasis tingkat 4A tanpa syarat tambahan, sehingga lulusan dokter diharapkan mendiagnosis dan menuntaskan sendiri penatalaksanaannya [2]. PPK FKTP mempersempitnya lewat satu pintu saja, yaitu tanda yang mengarah pada sistiserkosis, dan pintu itu ada di bagian kriteria rujukan [1]. Cacing pita dewasanya adalah pekerjaan layanan primer; kista jaringan yang ditinggalkan Taenia solium bukan.SKDI 2012 grades Taeniasis at level 4A with no qualifier attached, so the graduate is expected to diagnose it and carry management through to the end [2]. The PPK FKTP narrows it through one door only, signs pointing to cysticercosis, and that door sits in the referral section [1]. The adult tapeworm is primary care work; the tissue cysts Taenia solium leaves behind are not.

Taeniasis adalah penyakit zoonosis parasiter pada manusia yang disebabkan cacing pita genus Taenia, yaitu Taenia saginata, Taenia solium, dan Taenia asiatica 1. Taenia saginata sering dijumpai di negara yang penduduknya banyak makan daging sapi atau kerbau, sedangkan Taenia solium dijumpai pada daging babi; keduanya lebih mudah menular bila dagingnya diolah setengah matang, dan ternak babi yang kebersihannya tidak dijaga berperan besar pada penularan Taenia solium 1.

Cacing dewasanya sendiri sering tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Yang membuat penyakit ini penting adalah komplikasi Taenia solium, yaitu sistiserkosis, kista yang bisa ditemukan di seluruh organ dan paling berbahaya bila berada di otak 1. WHO menempatkan neurosistiserkosis sebagai penyebab epilepsi tersering yang masih dapat dicegah, dan mengaitkannya dengan sekitar 30 persen kasus epilepsi di daerah endemis 3. Penyakitnya ditangani di layanan primer, sedangkan tanda yang mengarah pada sistiserkosis dirujuk.

Faktor risiko 1:

  • Mengonsumsi daging setengah matang atau mentah yang mengandung larva sistiserkosis.
  • Higiene yang rendah dalam pengolahan makanan bersumber daging.
  • Ternak yang kebersihan kandang dan makanannya tidak dijaga.

Taeniasis is a parasitic zoonosis of humans caused by tapeworms of the genus Taenia, namely Taenia saginata, Taenia solium, and Taenia asiatica 1. Taenia saginata is common in countries where people eat a lot of beef or buffalo meat, while Taenia solium is found in pork; both spread more readily when the meat is cooked only halfway, and pigs kept in poor conditions play a large part in Taenia solium transmission 1.

The adult worm itself often causes little. What makes this disease matter is the Taenia solium complication, cysticercosis, cysts that can appear in any organ and are most dangerous in the brain 1. WHO places neurocysticercosis as the most frequent preventable cause of epilepsy, and links it to roughly 30 percent of epilepsy cases in endemic areas 3. The disease is managed in primary care, while signs pointing to cysticercosis are referred.

Risk factors 1:

  • Eating undercooked or raw meat containing cysticercus larvae.
  • Poor hygiene in preparing food made from meat.
  • Livestock whose pens and feed are not kept clean.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Gejala klinisnya sangat bervariasi dan tidak khas, dan sebagian kasus tidak menunjukkan gejala sama sekali 1. Keluhan yang muncul berasal dari iritasi mukosa usus atau dari toksin yang dihasilkan cacing 1:

  • Rasa tidak enak pada lambung.
  • Mual.
  • Badan lemah.
  • Berat badan menurun.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Konstipasi.
  • Diare.
  • Pruritus ani.

Waktu munculnya keluhan. Keluhan perut biasanya baru timbul kira-kira 8 minggu sesudah orang memakan daging yang mengandung sistiserkus, yaitu ketika cacingnya sudah tumbuh penuh di usus, dan keluhan itu bertahan sampai cacingnya mati atau diobati 3. Riwayat keluarnya potongan cacing pada tinja atau pakaian dalam sering menjadi alasan pasien datang, dan proglotid itu sekaligus bahan pemeriksaan.

History. The clinical picture varies widely and is not specific, and some cases show no symptoms at all 1. What complaints there are come from irritation of the intestinal mucosa or from toxins the worm produces 1:

  • Gastric discomfort.
  • Nausea.
  • Weakness.
  • Weight loss.
  • Falling appetite.
  • Headache and dizziness.
  • Constipation.
  • Diarrhoea.
  • Pruritus ani.

When the symptoms appear. Abdominal complaints usually start about 8 weeks after the person ate meat containing cysticerci, which is when the worm has grown fully in the intestine, and they persist until the worm dies or is treated 3. A history of worm segments passed in stool or found in underwear is often what brings the patient in, and those proglottids are themselves the specimen.

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf C Digestive butir 20. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, nomor 47. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. Taeniasis/cysticercosis. Fact sheet, 11 January 2022. who.int
  4. 4.Lesh EJ, Brady MF. Tapeworm. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.