SkizofreniaSchizophrenia
Dua dokumen menilai penyakit ini berbeda, dan halaman ini memakai yang lebih baru. SKDI 2012, Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 bertanggal Desember 2012, menempatkan skizofrenia pada tabel PSIKIATRI kelompok Psikosis butir nomor 5 dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas [4]. Seluruh kelompok itu dinilai sama: gangguan waham butir 6, gangguan psikotik butir 7, dan gangguan skizoafektif butir 8, semuanya 3A. Tingkat 3A berarti mendiagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, ditetapkan 2 Desember 2022, menambahkan angka 7 Gangguan Skizofrenia Tanpa Penyulit pada Huruf I Psikiatri lampiran PPK FKTP dan memberi entri baru itu Tingkat Kemampuan 4A [1]. Tingkat 4A berarti mendiagnosis dan menuntaskan pengobatannya sendiri di layanan primer. Halaman ini memakai 4A karena dokumen 2022 lebih baru daripada dokumen 2012. Angka itu datang dengan batas, dan batasnya berasal dari entri yang memberinya: - Judulnya membatasi diri pada skizofrenia tanpa penyulit, sehingga bentuk yang berpenyulit tidak ikut naik. - Entri yang sama meminta rujukan bila tidak ada perbaikan dalam waktu 1x24 jam sesudah terapi diberikan [1]. - Entri yang sama memuat sembilan kriteria rujukan: risiko bunuh diri atau melukai diri, kekerasan fisik terhadap orang lain, disabilitas dan ketidakmampuan merawat diri, tidak ada perbaikan fase akut dalam 24 jam sesudah terapi, psikosis yang menetap sampai satu bulan, diagnosis yang belum jelas, indikasi psikoterapi, kebutuhan CT scan, dan tidak tersedianya antipsikotik lanjutan serta obat anti efek samping ekstrapiramidal [1]. Kesembilan butir itu adalah definisi kerja penyulit di halaman ini. Selama tidak satu pun terpenuhi, kasusnya dikerjakan sampai tuntas di layanan primer, termasuk fase rumatan yang berjalan bertahun-tahun. Begitu satu terpenuhi, kewenangan 4A berhenti dan pasien dirujuk.Two documents grade this disease differently, and this page uses the newer one. SKDI 2012, Indonesian Medical Council Regulation 11 of 2012 dated December 2012, places schizophrenia in the PSYCHIATRY table, psychosis group, item number 5, at competency level 3A with no qualifier [4]. The whole group carries the same figure: delusional disorder at item 6, psychotic disorder at item 7, and schizoaffective disorder at item 8, all 3A. Level 3A means diagnose, give initial treatment, then refer. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, made on 2 December 2022, added item 7, uncomplicated schizophrenia, to Letter I Psychiatry of the PPK FKTP annex and gave that new entry competency level 4A [1]. Level 4A means diagnosing and taking the treatment to completion in primary care. This page uses 4A because the 2022 document is newer than the 2012 one. The figure comes with limits, and the limits come from the entry that grants it: - Its title confines itself to schizophrenia without complication, so the complicated form does not rise with it. - The same entry asks for referral where there is no improvement within 24 hours of treatment being given [1]. - The same entry carries nine referral criteria: risk of suicide or self harm, physical violence towards others, disability and inability to care for oneself, no improvement of the acute phase within 24 hours of treatment, psychosis persisting to one month, diagnostic uncertainty, an indication for psychotherapy, a need for CT scanning, and continuing antipsychotics and anti extrapyramidal drugs being unavailable [1]. Those nine items are the working definition of complication on this page. While none of them is met, the case is taken to completion in primary care, the maintenance phase that runs for years included. Once one is met, the 4A authority stops and the patient is referred.
Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat dengan hendaya pada kognisi, persepsi, emosi, dan perilaku, yang awitannya khas pada usia remaja akhir sampai dewasa muda 1. Diagnosisnya menuntut gejala khas yang berlangsung sekurangnya satu bulan, sehingga gambaran yang lebih pendek dari itu bukan skizofrenia melainkan gangguan psikotik akut 1.
Riskesdas 2018 mendapatkan prevalensi 1,8 per 1000 penduduk, atau 6,7 dari setiap 1000 rumah tangga memiliki anggota dengan skizofrenia 1. Perjalanan penyakitnya terbelah tiga: sekitar separuh pasien mencapai remisi gejala, 30 persen mengalami kekambuhan berulang, dan 20 persen menjadi kasus resisten pengobatan 1.
Waktu adalah bagian dari prognosisnya. Makin lama psikosis tidak tertangani, makin lambat dan makin sedikit pemulihan gejalanya, makin sering kekambuhannya, dan makin buruk luarannya 1. Pada pasien yang menghentikan obat, kekambuhan dalam tahun pertama mencapai 80 persen 1.
SKDI 2012 menilai skizofrenia 3A 4. KMK 1936/2022 kemudian menambahkan entri Gangguan Skizofrenia Tanpa Penyulit dengan tingkat kemampuan 4A, dan halaman ini memakai dokumen yang lebih baru 1. Kewenangan 4A itu berlaku pada bentuk tanpa penyulit: kasusnya didiagnosis, diobati, dan dipantau sampai tuntas di layanan primer selama tidak satu pun dari sembilan kriteria rujukan entri itu terpenuhi. Salah satu kriteria itu adalah tidak adanya perbaikan dalam 1x24 jam sesudah terapi, dan yang lain mencakup risiko bunuh diri, risiko kekerasan, ketidakmampuan merawat diri, dan diagnosis yang belum jelas 1.
Faktor risiko dan pemicu 1:
- Riwayat keluarga dengan skizofrenia atau gangguan jiwa berat lain, misalnya depresi berat dan gangguan bipolar. Ini faktor risiko utama.
- Komplikasi kehamilan dan kelahiran yang disertai hipoksia.
- Masalah prenatal dan perinatal lain, yaitu stres, infeksi, kekurangan gizi, dan diabetes pada ibu.
- Stres berat karena peristiwa hidup yang bermakna, misalnya kematian orang dekat, kehilangan rumah atau pekerjaan, putusnya perkawinan, serta kekerasan fisik, emosi, atau seksual.
- Penyalahgunaan zat, khususnya kanabis, kokain, LSD, dan amfetamin. Penggunaan kanabis yang dimulai di bawah usia 15 tahun dikaitkan dengan berkembangnya skizofrenia pada usia 26 tahun.
Schizophrenia is a severe mental disorder with impairment of cognition, perception, emotion, and behaviour, typically starting in late adolescence or early adulthood 1. The diagnosis needs the characteristic symptoms to have lasted at least one month, so a shorter picture is an acute psychotic disorder rather than schizophrenia 1.
Riskesdas 2018 found a prevalence of 1.8 per 1000 population, or 6.7 of every 1000 households having a member with schizophrenia 1. The course splits three ways: about half of patients reach symptom remission, 30 percent relapse repeatedly, and 20 percent become treatment resistant 1.
Time is part of the prognosis. The longer psychosis goes untreated, the slower and smaller the symptom recovery, the more frequent the relapses, and the worse the outcome 1. In patients who stop their medication, relapse in the first year reaches 80 percent 1.
SKDI 2012 grades schizophrenia 3A 4. KMK 1936/2022 then added an entry for uncomplicated schizophrenia at competency level 4A, and this page follows the newer document 1. That 4A authority applies to the form without complication: the case is diagnosed, treated and followed to completion in primary care while none of the entry's nine referral criteria is met. One of those criteria is the absence of improvement within 24 hours of treatment, and the others cover suicide risk, risk of violence, inability to care for oneself, and diagnostic uncertainty 1.
Risk factors and precipitants 1:
- A family history of schizophrenia or of another severe mental disorder such as major depression or bipolar disorder. This is the main risk factor.
- Pregnancy and birth complications with hypoxia.
- Other prenatal and perinatal problems, that is maternal stress, infection, undernutrition, and diabetes.
- Severe stress from significant life events such as the death of someone close, loss of home or work, the end of a marriage, and physical, emotional, or sexual violence.
- Substance misuse, particularly cannabis, cocaine, LSD, and amphetamines. Cannabis use beginning below the age of 15 is linked with schizophrenia developing by the age of 26.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Keluhan yang membawa pasien atau keluarganya datang 1:
- Sulit berpikir atau sulit berkonsentrasi.
- Tidak dapat tidur dan tidak mau makan.
- Gelisah, tidak dapat tenang, ketakutan, sampai gaduh gelisah.
- Bicara kacau sehingga tidak dapat dimengerti.
- Mendengar suara yang tidak didengar orang lain, yaitu halusinasi.
- Pikiran aneh yang tidak sesuai kenyataan, yaitu waham.
- Marah tanpa sebab yang jelas dan kecurigaan yang berat.
- Perilaku kacau dan perilaku kekerasan.
- Menarik diri dari lingkungan dan berhenti merawat diri.
- Perilaku melukai diri dan perilaku bunuh diri.
History. The complaints that bring the patient or the family in 1:
- Difficulty thinking or concentrating.
- Unable to sleep and refusing food.
- Restlessness, inability to settle, fearfulness, up to florid agitation.
- Speech so disorganised it cannot be followed.
- Hearing voices that others do not hear, that is hallucination.
- Strange ideas out of keeping with reality, that is delusion.
- Anger with no clear cause and severe suspiciousness.
- Disorganised behaviour and violent behaviour.
- Withdrawal from the surroundings and giving up self care.
- Self harm and suicidal behaviour.
RujukanReferences
- 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf I Psikiatri angka 7 Gangguan Skizofrenia Tanpa Penyulit. Teks yang berlaku untuk penyakit ini. diskes.badungkab.go.id
- 2.Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf E Skizofrenia. Disusun Pengurus Pusat PDSKJI. kemkes.go.id
- 3.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf I Psikiatri angka 5 Gangguan Psikotik. Tidak diubah oleh KMK 1936/2022 dan masih berlaku. manuver.tireg7.net
- 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Psikiatri, nomor 5. pd.fk.ub.ac.id
- 5.Hany M, Rehman B, Rizvi A, Chapman J. Schizophrenia. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov