SkabiesScabies
SKDI 2012 menilai butir 32 Skabies pada tingkat 4A tanpa satu pun kata pembatas, berbeda dari beberapa butir lain pada tabel Kulit yang dinilai hanya untuk bentuk tanpa komplikasi, dan angka 4A yang sama ada pada header entri PPK FKTP. Batas praktisnya justru datang dari PPK: terapi yang dicantumkannya tidak dianjurkan untuk anak berusia kurang dari 2 tahun, dan tidak ada obat pengganti maupun perintah merujuk untuk kelompok itu. Skabies berkrusta tidak dipisahkan dari skabies klasik dan tidak diberi jalur penanganan tersendiri; lihat bagian pengenalan dan bagian rujukan.SKDI 2012 grades item 32 Skabies at level 4A with no qualifying word at all, unlike several other items in the same Kulit table that are graded only in their uncomplicated form, and the same 4A appears in the PPK FKTP entry header. The practical limit comes from PPK instead: the therapy it lists is not recommended for children under 2 years, and no substitute and no instruction to refer are given for that group. Crusted scabies is not separated from classical scabies and is given no pathway of its own; see the recognition and referral sections.
Skabies adalah infestasi tungau Sarcoptes scabiei pada kulit, disertai sensitisasi terhadap tungau dan produknya 1. Pedoman mengaitkannya erat dengan higiene yang buruk dan mencatat angka kejadian yang tinggi bila orang tinggal berdesakan 1. Keluhan utamanya gatal berat, terutama malam hari atau ketika penderita berkeringat 1. Kompetensi dokter layanan primer 4A 12, dan pengobatan harus mencakup seluruh orang di sekitar pasien, bukan pasien sendirian 1.
Penularan 1:
- Sentuhan kulit ke kulit, misalnya berjabat tangan, tidur seranjang, atau hubungan seksual.
- Barang yang dipakai bergiliran, seperti perlengkapan tidur, baju, dan handuk.
Kelompok berisiko 1:
- Penghuni asrama dan pesantren.
- Penghuni panti asuhan.
- Keadaan ekonomi yang lemah.
Scabies is infestation of the skin by the mite Sarcoptes scabiei, with sensitisation to the mite and to what it produces 1. The guideline ties it closely to poor hygiene and records a high rate where people live packed together 1. The main complaint is severe itching, especially at night or when the patient sweats 1. Primary care competency is 4A 12, and treatment must cover everyone around the patient, not the patient alone 1.
Transmission 1:
- Skin to skin contact, for example shaking hands, sharing a bed, or sexual intercourse.
- Items used in turn, such as bedding, clothes, and towels.
Risk groups 1:
- People in dormitories and pesantren.
- People in orphanages.
- Weak economic circumstances.
MengenaliRecognising it
Diagnosis skabies berdiri di atas anamnesis dan pemeriksaan fisik 1.
Empat tanda kardinal, dan 2 dari 4 sudah cukup untuk menegakkan diagnosis 1:
- Pruritus nokturna, yaitu gatal berat yang terutama muncul malam hari atau ketika penderita berkeringat.
- Penyakit mengenai orang secara berkelompok, jadi beberapa orang dalam satu lingkungan jatuh sakit bersamaan.
- Terowongan (kunikulus) pada lokasi predileksi: putih sampai keabu-abuan, lurus ataupun berkelok, panjang rata-rata 1 cm, dengan papul atau vesikel pada ujungnya.
- Tungau terlihat pada pemeriksaan mikroskopis.
- Tanda keempat ini temuan laboratorium, sementara diagnosisnya sendiri bertumpu pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Ambang 2 dari 4 tetap dapat dipenuhi tanpa mikroskop.
The diagnosis of scabies rests on history and physical examination 1.
Four cardinal signs, and 2 of the 4 are already enough to make the diagnosis 1:
- Pruritus nocturna, severe itching that appears especially at night or when the patient sweats.
- The disease affects people in groups, so several people in the same setting are affected together.
- A burrow (kunikulus) at a site of predilection: white through to greyish, running straight or winding, average length 1 cm, with a papule or vesicle at its end.
- The mite is seen on microscopic examination.
- This fourth sign is a laboratory finding, while the diagnosis itself rests on history and examination. The threshold of 2 of 4 can still be met without a microscope.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Lampiran I, Bab II, Huruf K Kulit, angka 7 Skabies, halaman -548- sampai -552-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, butir 32 Skabies. pd.fk.ub.ac.id
- 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, kode 1G04. Atribusi kode ICD-11 entri ini, dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int
- 4.Ziebold C, Crane JS. Scabies. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan / further reading. ncbi.nlm.nih.gov