Serumen propCerumen impaction

SKDI 2012 memberi butir 82 Serumen prop tingkat 4A pada tabel TELINGA, subkelompok Telinga, Pendengaran, dan Keseimbangan, tanpa satu pun kata pembatas. Tetangganya membantu membaca angka itu: butir 81 Presbiakusis hanya 3A, sedangkan butir 83 Mabuk perjalanan juga 4A. Header entri PPK FKTP memuat angka 4A yang sama. Yang membuat entri ini tidak biasa adalah daftar kedua: SKDI menaruh butir 93 Pengambilan serumen menggunakan kait atau kuret pada Daftar Keterampilan Klinis dengan tingkat 4A, dan PPK FKTP memberi tingkat keterampilan 4A pada panduan Pembersihan meatus auditorius dan pengambilan benda asing pada telinga. Jadi penyakit dan tindakannya sama-sama dikuasai penuh di layanan primer. Batas praktisnya datang dari PPK, bukan dari SKDI: entri PPK hanya memulangkan satu keadaan ke rujukan, yaitu komplikasi yang timbul akibat tindakan pengeluaran serumen. Tingkat 4A di sini karena itu mencakup diagnosis dan evakuasi serumen, dan berhenti pada komplikasi tindakan tersebut.SKDI 2012 places item 82 Serumen prop at level 4A in the TELINGA table, subgroup Telinga, Pendengaran, dan Keseimbangan, with no qualifying wording attached. The neighbouring items help read that figure: item 81 Presbiakusis is only 3A, while item 83 Mabuk perjalanan is also 4A. The PPK FKTP entry header carries the same 4A. What makes this entry unusual is the second list: SKDI puts item 93, cerumen removal with a hook or curette, in the clinical skills list at level 4A, and PPK FKTP gives skill level 4A to its guidance on clearing the external auditory meatus and removing an ear foreign body. Disease and procedure are therefore both held in full at primary care. The practical limit comes from PPK rather than SKDI: the PPK entry sends only one situation to referral, a complication arising from the removal procedure itself. Level 4A here therefore covers diagnosis and cerumen evacuation, and stops at a complication of that procedure.

Serumen dibentuk oleh kelenjar sebasea dan kelenjar seruminosa di bagian liang telinga yang bertulang rawan, lalu bercampur dengan epitel kulit yang lepas dan debu. Serumen prop adalah keadaan ketika bahan itu berlebihan dan menggumpal sampai menyumbat liang telinga 1.

Keluhannya mekanis, bukan infeksi. Telinga terasa penuh, pendengaran berkurang, kadang nyeri, dan sering baru disadari sesudah telinga kemasukan air saat mandi atau berenang 1. Kompetensi dokter layanan primer 4A, dan tindakan mengeluarkan serumen dengan kait atau kuret juga dinilai 4A 3. Yang menuntut kehati-hatian bukan penyakitnya melainkan tindakannya: trauma liang telinga dan membran timpani saat evakuasi adalah komplikasi yang diakui pedoman, dan komplikasi tindakan itulah satu-satunya alasan rujukan pada entri ini 1.

Faktor risiko:

  • Dermatitis kronik pada liang telinga luar 1.
  • Liang telinga yang sempit 1.
  • Produksi serumen yang banyak dan kering 1.
  • Kebiasaan mengorek telinga 1.

Cerumen is made by sebaceous and ceruminous glands in the cartilaginous part of the ear canal, and mixes there with shed skin and dust. Cerumen impaction is what happens when that material becomes excessive and clumps until it blocks the canal 1.

The complaint is mechanical rather than infective. The ear feels full, hearing drops, there may be pain, and it is often noticed only after water enters the ear during a shower or a swim 1. Primary care competence is 4A, and removing cerumen with a hook or curette is also graded 4A 3. What demands care is the procedure rather than the disease: injury to the canal and to the tympanic membrane during removal is a recognised complication, and a complication of that procedure is the only reason this entry gives for referral 1.

Risk factors:

  • Chronic dermatitis of the external ear canal 1.
  • A narrow ear canal 1.
  • Copious, dry cerumen production 1.
  • A habit of poking at the ear 1.

MengenaliRecognising it

Anamnesis:

  • Telinga terasa penuh 1.
  • Pendengaran berkurang 1.
  • Nyeri telinga 1.
  • Keluhan bertambah berat sesudah telinga kemasukan air, misalnya saat mandi atau berenang 1.
  • Sebagian pasien mengeluh vertigo atau tinitus 1.

Pemeriksaan fisik:

  • Otoskopi: liang telinga luar tersumbat bahan berwarna kuning kecoklatan sampai kehitaman 1.
    • Konsistensinya berbeda-beda antar pasien, dan konsistensi itulah yang menentukan cara pengeluarannya 12.
  • Tes penala: normal, atau pola tuli konduktif 1.

History:

  • A blocked, full ear 1.
  • Reduced hearing 1.
  • Ear pain 1.
  • Symptoms worsen after water enters the ear, for example while bathing or swimming 1.
  • Some patients report vertigo or tinnitus 1.

Examination:

  • Otoscopy: the external canal is obstructed by yellowish brown to blackish material 1.
    • Its consistency varies between patients, and that consistency decides how it is removed 12.
  • Tuning fork test: normal, or a conductive pattern 1.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf E Telinga, angka 5, halaman lampiran -266- sampai -269-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Sistem Indera, angka 17, Tingkat Keterampilan 4A, halaman lampiran -965- sampai -967-. manuver.tireg7.net
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit butir 82 (halaman 39) dan Daftar Keterampilan Klinis butir 93 (halaman 68). pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Sevy JO, Hohman MH, Singh A. Cerumen Impaction Removal. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.