SepsisSepsis

SKDI 2012 menempatkan Sepsis pada butir 25 tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, kelompok Infeksi, dengan tingkat kemampuan 3B [2]. Pada kelompok yang sama berdiri butir 18 Bakteremia 3B dan butir 20 Dengue shock syndrome 3B, sedangkan Reaksi anafilaktik pada butir 29 dinilai 4A [2]. Pola tabel itu jelas: kegawatan infeksi yang berujung pada disfungsi organ dikenali, distabilkan, lalu dirujuk. PPK FKTP tidak memuat entri sepsis. Yang paling dekat adalah entri Syok pada Huruf A Kelompok Umum angka 13, juga bertingkat 3B, yang memuat syok septik sebagai salah satu bentuk syok distributif beserta kriteria SIRS di dalamnya [3]. Pedoman nasional untuk penyakit ini sendiri berdiri terpisah sebagai PNPK Tata Laksana Sepsis, KMK HK.01.07/MENKES/342/2017, yang ditulis terutama untuk perawatan rumah sakit tetapi menyatakan sasarannya mencakup layanan kesehatan primer [1]. Untuk anak, PNPK Tata Laksana Sepsis pada Anak, KMK HK.01.07/MENKES/4722/2021, memberi alur diagnosis tersendiri [4]. Halaman ini karena itu memuat pengenalan dan tindakan pra-rujukan. Resusitasi hemodinamik lanjutan, vasopresor, ventilasi mekanik, terapi pengganti ginjal, dan de-eskalasi antibiotik adalah isi PNPK yang dikerjakan di rumah sakit, dan tidak diulang di sini.SKDI 2012 places Sepsis at item 25 of the haematology and immunology table, infection group, at level 3B [2]. The same group holds item 18 Bakteremia at 3B and item 20 Dengue shock syndrome at 3B, while anaphylactic reaction at item 29 is graded 4A [2]. The pattern in that table is plain: infective emergencies that end in organ dysfunction are recognised, stabilised and referred. PPK FKTP carries no sepsis entry. The nearest is the Syok entry at chapter A number 13, also graded 3B, which holds septic shock as one form of distributive shock together with the SIRS criteria [3]. The national guideline for this disease stands separately as PNPK Tata Laksana Sepsis, KMK HK.01.07/MENKES/342/2017, written mainly for hospital care but naming primary care among its intended settings [1]. For children, PNPK Tata Laksana Sepsis pada Anak, KMK HK.01.07/MENKES/4722/2021, gives its own diagnostic pathway [4]. This page therefore carries recognition and pre-referral action. Continued haemodynamic resuscitation, vasopressors, mechanical ventilation, renal replacement therapy and antibiotic de-escalation are the PNPK's hospital content and are not repeated here.

Sepsis adalah respons sistemik tubuh terhadap infeksi, ketika patogen atau toksinnya masuk ke sirkulasi dan menyalakan proses inflamasi di seluruh tubuh 1. Definisi yang dipakai sejak 2016 memusatkan perhatian bukan pada infeksinya melainkan pada akibatnya: sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam nyawa akibat respons tubuh yang tidak terkendali terhadap infeksi, dan disfungsi organ itu dinilai dari kenaikan akut skor SOFA sebanyak dua poin atau lebih 14.

Penyebab terbesarnya bakteri Gram negatif, yaitu 60 sampai 70 persen kasus. Stafilokokus, pneumokokus, streptokokus, dan bakteri Gram positif lain menyebabkan 20 sampai 40 persen. Jamur oportunistik, virus, dan protozoa lebih jarang 1.

Dua hal membuat penyakit ini sulit di layanan primer. Pertama, kultur darah baru menjawab setelah beberapa hari dan hanya positif pada 30 sampai 50 persen sampel, sehingga keputusan pertama selalu diambil tanpa konfirmasi 1. Kedua, pada penyandang diabetes, penyakit ginjal kronik, pasien imunokompromais, dan usia lanjut, gambaran klinis sepsis sering tidak tampak dan diagnosisnya terlewat 1.

SKDI menilai sepsis 3B 2. Yang dikerjakan di layanan primer adalah mengenalinya lebih awal, memulai resusitasi dan antibiotik, lalu merujuk. Pengenalan dan resusitasi dini, baik di unit gawat darurat maupun di ruang rawat, adalah kunci keberhasilan terapinya 1.

Kelompok yang lebih mudah jatuh ke sepsis 1:

  • Penyakit kronik: diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, dan sirosis hati.
  • Keganasan.
  • Infeksi human immunodeficiency virus.
  • Malnutrisi.
  • Usia lanjut.
  • Pasien dengan pemakaian alat kedokteran jangka panjang, misalnya kateter urin, dialisis peritoneal, dan trakeostomi.
  • Rawat inap lama, terutama di ruang perawatan intensif.

Sepsis is the body's systemic response to infection, when a pathogen or its toxin reaches the circulation and lights up inflammation throughout the body 1. The definition in use since 2016 puts the focus not on the infection but on its consequence: sepsis is life-threatening organ dysfunction caused by an unregulated host response to infection, and that organ dysfunction is measured as an acute rise of two or more SOFA points 14.

The commonest cause is Gram negative bacteria, 60 to 70 percent of cases. Staphylococci, pneumococci, streptococci and other Gram positives cause 20 to 40 percent. Opportunistic fungi, viruses and protozoa are rarer 1.

Two things make this disease hard in primary care. First, blood cultures answer only after some days and are positive in only 30 to 50 percent of samples, so the first decision is always made without confirmation 1. Second, in people with diabetes, chronic kidney disease, immunocompromise and old age the clinical picture is often absent and the diagnosis is missed 1.

SKDI grades sepsis 3B 2. What primary care does is recognise it early, start resuscitation and antibiotics, then refer. Early recognition and early resuscitation, whether in the emergency room or on the ward, are the key to successful treatment 1.

Groups that fall into sepsis more readily 1:

  • Chronic disease: diabetes mellitus, chronic kidney disease and liver cirrhosis.
  • Malignancy.
  • Human immunodeficiency virus infection.
  • Malnutrition.
  • Old age.
  • Patients with long term medical devices, urinary catheters, peritoneal dialysis and tracheostomy among them.
  • Long inpatient stays, above all in intensive care.

MengenaliRecognising it

Sepsis dikenali dari dua pertanyaan yang dijawab berurutan: apakah ada infeksi, dan apakah infeksi itu sudah merusak fungsi organ 1. Penapisan pasien yang berpotensi menjadi sepsis perlu dikerjakan rutin, bukan hanya ketika pasien terlihat berat, supaya terapinya dapat dimulai lebih awal 1.

Penapisan cepat di sisi tempat tidur memakai qSOFA, yang disebut PNPK sendiri sebagai kriteria penapis pasien dewasa yang dicurigai sepsis 1:

Sepsis is recognised by answering two questions in order: is there an infection, and has that infection already damaged organ function 1. Screening patients who could become septic has to be routine rather than reserved for those who already look severe, so treatment can start earlier 1.

Rapid bedside screening uses qSOFA, which the PNPK itself names as the screening criteria for adults suspected of sepsis 1:

  • Respiratory rate 22 breaths per minute or more.
  • Altered consciousness.
  • Systolic blood pressure 100 mmHg or less.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sepsis. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/342/2017. kemkes.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, kelompok Infeksi, butir 25 Sepsis 3B. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf A Kelompok Umum angka 13 Syok, halaman lampiran -74- sampai -80-. Entri terdekat yang tersedia di tingkat FKTP, dan sumber kriteria SIRS pada halaman ini. manuver.tireg7.net
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sepsis pada Anak. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/4722/2021. kemkes.go.id
  5. 5.Bullock B, Benham MD. Bacterial Sepsis. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.