Ruptur Tendon AchillesAchilles Tendon Rupture

SKDI 2012 menempatkan Ruptur tendon Achilles pada tabel Sistem Muskuloskeletal, kelompok Tulang dan Sendi, butir 27, dengan Tingkat Kemampuan 3A [1]. SKDI mendefinisikan tingkat 3A sebagai mendiagnosis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, lalu menentukan rujukan, dan menambahkan bahwa dokter juga mampu menindaklanjuti pasien sesudah kembali dari rujukan [1]. Dua bagian definisi itu penting di sini. Bukan gawat darurat berarti tidak ada tindakan penyelamatan yang harus dikerjakan malam itu; tetap dirujuk berarti keterlambatan berhari-hari juga bukan pilihan, karena yang menentukan hasil akhirnya adalah keputusan di pusat rujukan. Tetangganya menerangkan tingkat ini lebih baik daripada penjelasan mana pun. Butir 26 pada tabel yang sama, Tendinitis Achilles, dinilai tingkat 1, yaitu mengenali dan menjelaskan lalu merujuk [1]. Tendinitis jauh lebih sering ditemui daripada ruptur, namun dinilai lebih rendah. Jadi tingkat pada SKDI mengikuti akibat bila salah, bukan seberapa sering penyakitnya datang. Salah membaca tendon yang putus sebagai tendon yang meradang berarti pasien pulang membawa tendon yang tidak tersambung. Daftar Keterampilan Klinis memberi seluruh alat yang dibutuhkan untuk membedakan keduanya, dan seluruhnya bertingkat 4A [1]: - Palpasi tendon dan sendi. - Kaki: penilaian fleksi dorsal dan plantar, inversi, dan eversi. - Penilaian range of motion sendi. - Stabilisasi fraktur tanpa gips, dan melakukan dressing berupa sling dan bandage, untuk menyangganya sebelum berangkat. Tidak ada satu pun keterampilan tingkat 4A yang memperbaiki tendonnya, dan memang tidak ada yang perlu: penyambungannya, baik dengan gips maupun dengan operasi, berada di pusat rujukan.SKDI 2012 places Ruptur tendon Achilles in the musculoskeletal table, bone and joint group, item 27, at competency level 3A [1]. SKDI defines level 3A as diagnosing, giving preliminary treatment in a situation that is not an emergency, then arranging referral, and adds that the doctor is also able to follow the patient up after they return from referral [1]. Both halves of that definition matter here. Not an emergency means there is no life saving procedure that has to happen tonight; still referred means a delay of days is not an option either, because what settles the outcome is a decision at the referral centre. Its neighbour explains this level better than any commentary. Item 26 in the same table, Achilles tendinitis, is graded level 1, meaning recognise and explain, then refer [1]. Tendinitis is met far more often than rupture, yet it is graded lower. So the SKDI level follows the consequence of getting it wrong rather than how often the disease turns up. Reading a ruptured tendon as an inflamed one sends the patient home with a tendon that is not joined. The clinical skills list supplies every tool needed to tell the two apart, and all of them are 4A [1]: - Palpation of tendons and joints. - Foot: assessment of dorsiflexion and plantarflexion, inversion and eversion. - Assessment of joint range of motion. - Fracture stabilisation without a cast, and dressing as a sling and bandage, to support it before departure. Not one 4A skill repairs the tendon, and none needs to: joining it, whether in a cast or by operation, sits at the referral centre.

Tendon Achilles adalah tempat otot gastroknemius dan soleus bertemu lalu menempel pada kalkaneus. Melalui tendon itulah seluruh tenaga betis sampai ke tumit, dan tenaga itulah yang mengangkat badan pada setiap langkah, tangga, dan tanjakan. Ketika tendonnya putus, hubungan itu terputus seluruhnya.

Yang membuat cedera ini berbahaya bukan beratnya melainkan mudahnya terlewat. Otot lain juga menyeberangi pergelangan kaki dan masih dapat menekuk telapak kaki ke bawah, sehingga pasien dengan tendon yang benar-benar putus sering masih dapat menggerakkan kakinya dan masih dapat berjalan. Karena itu pemeriksaan yang memutuskan bukan meminta pasien menekan kakinya, melainkan meremas betisnya sementara pasien tidak melakukan apa pun. Panduan keterampilan pada keputusan menteri yang sama menamainya Thompson test dan menyatakan hasilnya positif bila tidak terjadi plantar fleksi 2.

SKDI menilai penyakit ini 3A, yaitu didiagnosis, diberi terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, lalu dirujuk 1. Penyambungan tendonnya, baik dengan gips maupun dengan operasi, berada di pusat rujukan.

PPK FKTP tidak memuat entri penyakit untuk ruptur tendon Achilles. Yang berlaku adalah lampiran keterampilan pada keputusan menteri yang sama, yang memuat cara memeriksa tendon ini dan cara membaca temuannya 2.

SPARK memuat Trauma Sendi untuk pendekatan umum pada sendi yang cedera, dan Fraktur Tertutup untuk pembidaian serta patah tulang di sekitar pergelangan kaki.

Siapa yang perlu dipikirkan:

  • Orang yang merasa betisnya seperti ditendang atau dipukul dari belakang saat berlari atau melompat, lalu menoleh dan mendapati tidak ada siapa-siapa di belakangnya.
  • Pemain olahraga yang berhenti dan berlari mendadak.
  • Orang yang sudah lama mengeluh nyeri di belakang tumit sebelum peristiwa itu.
  • Siapa pun yang setelah cedera pergelangan kaki tidak dapat berjinjit pada satu kaki.

The Achilles tendon is where the gastrocnemius and soleus come together and attach to the calcaneus. Every bit of calf power reaches the heel through that tendon, and it is that power which lifts the body at every step, stair and slope. When the tendon ruptures, the connection is broken completely.

What makes this injury dangerous is not its severity but how easily it is missed. Other muscles also cross the ankle and can still pull the sole downwards, so a patient with a completely ruptured tendon can often still move the foot and still walk. The examination that settles it is therefore not asking the patient to push the foot down but squeezing the calf while the patient does nothing at all. The clinical skills annex of the same ministerial decision calls it the Thompson test and states that it is positive when no plantarflexion occurs 2.

SKDI grades this disease 3A: diagnose, give preliminary treatment in a situation that is not an emergency, then refer 1. Joining the tendon, whether in a cast or by operation, sits at the referral centre.

PPK FKTP carries no disease entry for Achilles tendon rupture. What applies is the skills annex of the same ministerial decision, which sets out how to examine this tendon and how to read the findings 2.

SPARK carries Trauma Sendi for the general approach to an injured joint, and Fraktur Tertutup for splinting and for fractures around the ankle.

Who to think of:

  • Someone who felt their calf kicked or struck from behind while running or jumping, then turned round to find nobody there.
  • A player in a sport of sudden stopping and sprinting.
  • Someone who had complained of pain behind the heel for a while before the event.
  • Anyone who cannot rise onto the toes of one foot after an ankle injury.

MengenaliRecognising it

Diagnosisnya klinis dan dapat diselesaikan dengan tangan. Seluruh pemeriksaan yang diperlukan bertingkat 4A pada SKDI 1, dan panduan keterampilan pada keputusan menteri yang sama memuat caranya beserta cara membaca hasilnya 2.

Anamnesis:

  • Nyeri mendadak yang sangat berat di belakang pergelangan kaki, muncul saat menolak atau melompat 2.
  • Rasa seperti ditendang, dipukul, atau terkena sesuatu dari belakang, pada saat tidak ada yang menyentuh pasien 2.
  • Bunyi atau rasa sesuatu putus.
  • Jam kejadian dan kegiatan yang sedang dilakukan.
  • Nyeri di belakang tumit yang sudah ada sebelumnya, karena itu mengarahkan pada tendon yang sudah sakit sebelum peristiwa itu 2.
  • Apakah pasien masih dapat berjalan. Jawaban ya tidak menyingkirkan apa pun, dan alasannya diuraikan di bawah.

The diagnosis is clinical and can be settled with the hands. Every examination needed is graded 4A in SKDI 1, and the clinical skills annex of the same ministerial decision sets out how to do it and how to read the result 2.

History:

  • Sudden very severe pain behind the ankle, arriving while pushing off or jumping 2.
  • A sensation of being kicked, struck or hit from behind, at a moment when nobody was touching the patient 2.
  • A sound or a feeling of something snapping.
  • The time of injury and what the patient was doing.
  • Pain behind the heel that was already there beforehand, because that points to a tendon that was already diseased before the event 2.
  • Whether the patient can still walk. An answer of yes excludes nothing, and the reason is set out below.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 27 Ruptur tendon Achilles dengan Tingkat Kemampuan 3A dan butir 26 Tendinitis Achilles tingkat 1, halaman 53; definisi tingkat kemampuan halaman 30 sampai 31, dengan tingkat 3A dinyatakan sebagai keadaan yang bukan gawat darurat. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 15, 18, 21, 27 dan 29 seluruhnya 4A, halaman 77 sampai 78. pd.fk.ub.ac.id
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pemeriksaan Muskuloskeletal, bagian palpasi otot gastroknemius, soleus dan tendon Achilles serta tes integritas tendon halaman lampiran -1116- sampai -1117-, bagian pergelangan kaki dan kaki dengan Thompson test halaman lampiran -1119- sampai -1122-, Analisis Hasil Pemeriksaan halaman lampiran -1123- sampai -1125-, dan angka 4 Penilaian dan Stabilisasi Fraktur (Tanpa Gips) halaman lampiran -1125- sampai -1127-. manuver.tireg7.net
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 2 Fraktur Tertutup halaman lampiran -297- sampai -299-. Dipakai untuk foto polos, sindrom kompartemen, dan kalimat rujuk segera ke layanan sekunder, karena lampiran ini tidak memuat entri ruptur tendon Achilles. manuver.tireg7.net
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Trauma. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/132/2017, bagian skema alur dan rujukan pengelolaan pasien trauma halaman -10- sampai -11-, termasuk penempatan terapi definitif trauma ekstremitas. kemkes.go.id
  5. 5.Shamrock AG, Dreyer MA, Varacallo MA. Achilles Tendon Rupture. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.