Rinitis vasomotorVasomotor rhinitis

SKDI 2012 menilai butir 89 Rhinitis vasomotor pada tingkat 4A tanpa kata pembatas, di antara butir 88 Rhinitis akut dan butir 90 Rhinitis alergika yang keduanya juga 4A, sementara butir 91 Rhinitis kronik dinilai 3A [2]. Angka 4A yang sama ada pada header entri PPK FKTP [1]. Ada ketegangan antara kedua angka itu yang perlu dilihat pemakainya. Rinitis vasomotor adalah salah satu bentuk rinitis kronik menurut batasan entri PPK sendiri, sedangkan rinitis kronik sebagai butir tersendiri dinilai 3A pada tabel SKDI yang sama, jadi satu bentuk rinitis kronik dinilai penuh dan sisanya tidak [1][2]. Batas praktisnya, tiga [1]: 1. Diagnosis ini ditegakkan dengan menyingkirkan alergi, dan dua dari tiga pemeriksaan penyingkir yang disebut entri (uji cukit kulit dan IgE spesifik) diberi syarat ketersediaan fasilitas, sehingga di tempat tanpa fasilitas itu diagnosisnya bertumpu pada anamnesis dan rinoskopi saja. 2. Satu-satunya kriteria rujukan adalah kebutuhan tindakan operatif, dan entri tidak menyatakan kapan kebutuhan itu timbul. 3. Kauterisasi konka diletakkan di dalam kewenangan 4A sebagai tata laksana nonmedikamentosa, tanpa keterangan alat, teknik, jumlah sesi, maupun pemantauan sesudahnya.SKDI 2012 grades item 89 Rhinitis vasomotor at level 4A with no qualifying word, between item 88 Rhinitis akut and item 90 Rhinitis alergika which are also 4A, while item 91 Rhinitis kronik is graded 3A [2]. The same 4A sits on the header of the PPK FKTP entry [1]. There is a tension between those two numbers that users should see. Vasomotor rhinitis is one form of chronic rhinitis by the PPK entry's own definition, while chronic rhinitis as a separate item is graded 3A in the same SKDI table, so one form of chronic rhinitis is graded in full and the rest are not [1][2]. Three practical limits [1]: 1. This diagnosis is made by excluding allergy, and two of the three excluding tests the entry names (skin prick test and specific IgE) are conditioned on the facility having them, so where they are absent the diagnosis rests on history and rhinoscopy alone. 2. The only referral criterion is the need for an operative procedure, and the entry never says when that need arises. 3. Turbinate cautery sits inside the 4A competency as non-drug management, with no statement of instrument, technique, number of sessions or follow-up.

Rinitis vasomotor adalah bentuk rinitis kronik tanpa penyebab yang diketahui, dan batasannya dibangun dari apa yang sudah disingkirkan: infeksi, alergi, eosinofilia, perubahan hormonal, dan pajanan obat seperti kontrasepsi oral, antihipertensi, penyekat beta, aspirin, klorpromazin, serta dekongestan topikal hidung 1. Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 12.

Sebarannya: rinitis non alergi dan rinitis campuran lebih sering pada dewasa daripada anak, lebih sering pada perempuan, dan cenderung menetap 1.

Dua hal menentukan cara kerja entri ini:

  • Diagnosisnya adalah diagnosis penyingkiran, sehingga pemeriksaan yang disebut bukan untuk membuktikan rinitis vasomotor melainkan untuk menyingkirkan rinitis alergi 1.
  • Pengobatannya dipilih menurut gejala yang menonjol, bukan menurut beratnya penyakit, karena entri membagi pasien menjadi tiga golongan gejala 1.

Vasomotor rhinitis is a form of chronic rhinitis with no known cause, and its definition is built out of what has already been excluded: infection, allergy, eosinophilia, hormonal change and drug exposure such as oral contraceptives, antihypertensives, beta blockers, aspirin, chlorpromazine and topical nasal decongestants 1. Primary care competency is 4A 12.

Its distribution: non-allergic and mixed rhinitis are commoner in adults than in children, commoner in women, and tend to persist 1.

Two things govern how this entry works:

  • The diagnosis is one of exclusion, so the tests it names are not there to prove vasomotor rhinitis but to rule allergic rhinitis out 1.
  • Treatment is chosen by the dominant symptom rather than by severity, because the entry sorts patients into three symptom groups 1.

MengenaliRecognising it

Diagnosis ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan 1.

Keluhan 1:

  • Hidung tersumbat yang berpindah sisi mengikuti posisi tidur pasien.
    • Memberat pada pagi hari.
    • Memberat pada pajanan lingkungan non spesifik: perubahan suhu, perubahan kelembaban udara, asap rokok, bau menyengat.
  • Rinore serosa atau mukus, kadang cukup banyak.
  • Bersin, lebih jarang dibandingkan rinitis alergika.
  • Lebih sering ditemukan pada perempuan.

The diagnosis rests on history, physical examination, and investigation where it is needed 1.

Complaints 1:

  • Nasal blockage that changes sides with the patient's sleeping position.
    • Worse in the morning.
    • Worse on exposure to non-specific environmental triggers: change of temperature, change of humidity, cigarette smoke, strong smells.
  • Serous or mucous rhinorrhoea, at times fairly copious.
  • Sneezing, less frequent than in allergic rhinitis.
  • Commoner in women.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf J Respirasi, angka 16 Rinitis Vasomotor, halaman -509- sampai -513-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, kelompok HIDUNG, butir 89 Rhinitis vasomotor. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, kode CA08.3. Atribusi kode ICD-11 entri ini, dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int
  4. 4.Young B, Sutton AE, Geiger Z. Nonallergic Rhinitis (Vasomotor Rhinitis). StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan / further reading. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.