Rinitis medikamentosaRhinitis medicamentosa
SKDI 2012 menilai butir 92 Rhinitis medikamentosa pada tingkat 3A, yaitu diagnosis klinik, terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, rujukan yang tepat, lalu tindak lanjut sesudah pasien kembali [3]. Butir ini adalah butir terakhir kelompok rinitis, tepat di bawah butir 91 Rhinitis kronik yang juga 3A, sedangkan tiga butir di atasnya, yaitu rinitis akut, vasomotor, dan alergika, semuanya 4A [3]. Letak angka itu punya arti yang tidak enak: obat yang menyebabkan penyakit ini justru berada di dalam kewenangan 4A pada ketiga entri di atasnya. Dekongestan topikal ada pada rencana terapi rinitis alergi dan ada pada daftar faktor predisposisi rinitis vasomotor, sementara akibat pemakaian panjangnya dinilai 3A dan harus dirujuk [1][3]. PPK FKTP 1186/2022 lebih baru daripada SKDI 2012 tetapi tidak memuat entri untuk penyakit ini, sehingga tidak ada dokumen yang lebih baru yang menggeser angka 3A. Diamnya sebuah dokumen bukan perbedaan pendapat [1][3].SKDI 2012 grades item 92 Rhinitis medikamentosa at level 3A: clinical diagnosis, initial treatment in a non-emergency situation, the right referral, then follow-up once the patient returns [3]. It is the last item in the rhinitis group, directly below item 91 Rhinitis kronik which is also 3A, while the three items above it, acute, vasomotor and allergic rhinitis, are all 4A [3]. The position of that number carries an uncomfortable point: the drug that causes this disease sits inside the 4A competency of the three entries above it. Topical decongestants are in the allergic rhinitis treatment plan and on the vasomotor rhinitis predisposing factor list, while the consequence of using them too long is graded 3A and has to be referred [1][3]. PPK FKTP 1186/2022 is newer than SKDI 2012 but carries no entry for this disease, so no newer document displaces the 3A. A document's silence is not disagreement [1][3].
Rinitis medikamentosa adalah hidung tersumbat yang justru dipelihara oleh obat yang dipakai untuk melegakannya, yaitu dekongestan semprot yang dipakai terlalu lama. Tingkat kemampuan dokter layanan primer 3A, yaitu diagnosis, terapi pendahuluan, lalu rujukan 3.
Dua dokumen nasional memberi batas lama pemakaian dekongestan topikal, dan keduanya berbeda:
- PPK FKTP mengizinkan oksimetazolin atau xilometazolin hanya bila hidung sangat tersumbat, beberapa hari saja dan kurang dari 2 minggu, dengan alasan yang disebutkan langsung, yaitu menghindari rinitis medikamentosa 1.
- IDAI menetapkan tidak lebih dari 5 hari, melarang pemakaian jangka panjang dengan alasan yang sama, dan menambahkan bahwa dekongestan topikal tidak dianjurkan untuk anak di bawah 5 tahun 2.
Selisih itu perlu diketahui pemakainya: batas 5 hari lebih pendek, lebih baru dalam praktik anak, dan lebih aman, sehingga batas itulah yang dipakai halaman ini bila keduanya tidak dapat dipenuhi sekaligus 12.
Penyakit ini penting bukan karena berat, melainkan karena mudah terlewat: pasien datang dengan keluhan sumbatan menahun dan tidak menganggap semprot hidungnya sebagai obat. Rinitis non alergi bentuk medikamentosa juga berdiri pada daftar faktor risiko rinosinusitis 1.
Rhinitis medicamentosa is a blocked nose kept blocked by the very drug used to open it, namely a decongestant spray used for too long. Primary care competency is 3A: diagnosis, initial treatment, then referral 3.
Two national documents set a limit on topical decongestant use, and they differ:
- PPK FKTP allows oxymetazoline or xylometazoline only when the nose is very blocked, for a few days and under 2 weeks, with the reason stated in the same sentence, which is to avoid rhinitis medicamentosa 1.
- IDAI sets not more than 5 days, forbids long-term use for the same reason, and adds that topical decongestants are not advised in children under 5 years 2.
Users need to see that gap: 5 days is the shorter limit, it is the paediatric rule, and it is the safer one, so it is the limit this page follows where both cannot be satisfied at once 12.
The disease matters not because it is severe but because it is easy to miss: the patient presents with months of blockage and does not think of the spray as a drug. The medicamentosa form of non-allergic rhinitis also stands on the risk factor list for rhinosinusitis 1.
MengenaliRecognising it
Diagnosisnya ditegakkan oleh anamnesis obat, dan pemeriksaan hanya menegaskannya.
Anamnesis, dan inilah pemeriksaan yang paling menentukan 12:
- Dekongestan semprot dipakai melewati batas yang diizinkan, yaitu lebih dari 5 hari menurut IDAI atau sampai 2 minggu dan lebih menurut PPK FKTP.
- Tanyakan nama sediaannya, sejak kapan, berapa kali sehari, dan berapa botol dalam sebulan. Pasien sering tidak menyebutnya sebagai obat kecuali ditanya langsung.
- Rasa lega makin pendek, sehingga jarak antar semprot makin rapat.
- Keluhan utamanya sumbatan, sementara bersin, gatal, dan rinore encer justru sedikit.
- Cari alasan pasien memulainya: rinitis alergi, rinitis akut yang tidak kunjung reda, rinosinusitis, atau deviasi septum. Alasan itu tetap ada setelah semprotnya dihentikan.
The diagnosis is made by the drug history, and the examination only confirms it.
History, the single most decisive part of the assessment 12:
- A decongestant spray used beyond the permitted limit, that is more than 5 days by IDAI or up to and past 2 weeks by PPK FKTP.
- Ask the brand, since when, how many times a day, and how many bottles a month. Patients rarely name it as a drug unless asked directly.
- The relief lasts a shorter time each round, so the sprays come closer together.
- Blockage dominates, while sneezing, itch and watery rhinorrhoea are slight.
- Find why the patient started: allergic rhinitis, an acute rhinitis that never settled, rhinosinusitis, or a deviated septum. That reason is still there after the spray stops.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf J Respirasi. Dipakai sebagai temuan negatif dan sebagai bahan: tidak ada angka untuk Rinitis Medikamentosa, dan penyakit ini disebut dari dalam angka 17 Rinitis Alergi halaman -513- sampai -517-, angka 16 Rinitis Vasomotor halaman -509- sampai -513-, dan angka 18 Sinusitis (Rinosinusitis) halaman -517- sampai -527-. manuver.tireg7.net
- 2.Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis, Jilid 2, 2011. Bab Rinitis Alergi, halaman 273 sampai 276. Sumber batas 5 hari untuk dekongestan topikal, larangan pemakaian jangka panjang, dan anjuran tidak memakainya pada anak di bawah 5 tahun.
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, kelompok HIDUNG, butir 92 Rhinitis medikamentosa tingkat 3A, dengan batasan tingkat 3A pada bagian Tingkat Kemampuan. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Bacaan lanjutan. Zeitlin J, Shermetaro C, Sutton AE. Rhinitis Medicamentosa. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Tautan saja, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov