Rinitis alergiAllergic rhinitis
SKDI 2012 menempatkan butir nomor 90 Rhinitis alergika pada tingkat 4A tanpa satu pun kata pembatas, berbeda dari beberapa butir lain pada tabel yang sama yang dinilai lebih rendah, yaitu butir 91 Rhinitis kronik dan butir 92 Rhinitis medikamentosa yang keduanya 3A. Butir tetangga di atasnya, nomor 89 Rhinitis vasomotor, juga 4A. Angka 4A yang sama muncul pada header entri PPK FKTP. Batas praktisnya datang dari PPK, bukan dari SKDI, dan ada tiga. 1. Entri PPK tidak memuat satu pun dosis, kekuatan sediaan, frekuensi, maupun lama pemberian untuk obat mana pun yang disebutnya, sehingga kewenangan 4A di sini diberikan atas rencana yang angka peresepannya harus dicari di luar dokumen itu. 2. Satu terapi pada entri ini, yaitu operasi, dikembalikan lagi oleh entri yang sama ke kriteria rujukan. Imunoterapi juga ada pada rencana yang sama, tetapi tidak dihubungkan dengan kriteria rujukan mana pun, sehingga siapa yang mengerjakannya tidak dinyatakan. 3. Entri tidak memuat batas usia, sediaan anak, maupun keterangan kehamilan untuk obat mana pun, padahal entri yang sama menyebut insidensi pada anak 40 persen.SKDI 2012 places item 90 Rhinitis alergika at level 4A with no qualifying text at all, unlike several items in the same table that are graded lower, namely item 91 Rhinitis kronik and item 92 Rhinitis medikamentosa, both 3A. The neighbouring item above it, number 89 Rhinitis vasomotor, is also 4A. The same 4A appears in the PPK FKTP entry header. The practical limits come from PPK rather than SKDI, and there are three. 1. The PPK entry carries no dose, no strength, no frequency and no course length for any drug it names, so the 4A competency here is granted over a plan whose prescribing figures have to be found outside that document. 2. One therapy in this entry, surgery, is handed back by the same entry to its referral criteria. Immunotherapy sits in the same plan but is tied to no referral criterion at all, so who performs it is never stated. 3. The entry carries no age limit, no paediatric preparation and nothing on pregnancy for any drug, even though the same entry puts childhood incidence at 40 per cent.
Rinitis alergi adalah peradangan hidung pada orang atopi yang tubuhnya pernah tersensitisasi terhadap satu alergen tertentu, lalu bertemu alergen itu sekali lagi sehingga mediator kimia dilepaskan 1. Batasan ARIA 2001 yang dipakai entri ini: bersin, ingus encer, rasa gatal, dan hidung tersumbat sesudah mukosa hidung terpapar alergen, dengan IgE sebagai perantaranya 13. Bersin adalah gejala khasnya, berulang dan terutama pada pagi hari 1. Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 2.
Sebaran penyakitnya: ditemukan pada semua ras, lebih sering pada anak dan terutama anak laki-laki, lalu seimbang antara laki-laki dan perempuan setelah dewasa, dengan insidensi pada anak 40 persen yang terus turun seiring bertambahnya umur sehingga jarang dijumpai pada orang lanjut usia 1.
Penggolongannya mengikuti ARIA 2001 dan dikerjakan dua kali, yaitu menurut lama berlangsungnya (intermiten atau persisten) dan menurut beratnya (ringan atau sedang sampai berat) 13.
Dua hal perlu diketahui sejak awal:
Allergic rhinitis is inflammation of the nose in an atopic person whose body has once been sensitised to one particular allergen and then meets that allergen again, so that a chemical mediator is released 1. The ARIA 2001 definition this entry uses: sneezing, watery discharge, itching and blockage after the nasal mucosa is exposed to an allergen, with IgE as the intermediary 13. Sneezing is the characteristic symptom, repeated and especially in the morning 1. Primary care competency is 4A 2.
Distribution: found in every race, more often in children and especially in boys, then even between men and women from adulthood, with incidence in children of 40 per cent falling with age so that it is seldom found in the elderly 1.
Grading follows ARIA 2001 and is done twice, by how long it runs (intermittent or persistent) and by how heavy it is (mild or moderate to severe) 13.
Two things to know from the outset:
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan atas tiga hal, yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, yang terakhir hanya kalau memang diperlukan 1.
Keluhan yang membawa pasien datang, empat butir 1:
- Ingus encer (rinorea).
- Hidung tersumbat.
- Hidung terasa gatal.
- Bersin.
- Bersin adalah gejala khasnya, biasanya berulang, dan terutama muncul pagi hari.
- Hitungan bersin di atas lima sudah dinilai tidak wajar dan sudah cukup untuk mencurigai rinitis alergi, dan itu dibaca sebagai penanda fase cepat reaksi alerginya.
- Ambang itu tidak disertai rentang waktu, sehingga apakah hitungannya per serangan, per pagi, atau per hari tidak dapat dipastikan dari entri ini.
The diagnosis rests on three things, the history, the examination, and investigations, the last only where they are actually needed 1.
The complaints that bring the patient in, four items 1:
- Watery discharge (rinorea).
- A blocked nose.
- A nose that itches.
- Sneezing.
- Sneezing is the characteristic symptom, usually repeated, and appearing especially in the morning.
- A sneeze count above five is already judged abnormal and is already enough to suspect allergic rhinitis, and it is read as the mark of the early phase of the allergic reaction.
- That threshold carries no time window, so whether the count is per attack, per morning, or per day cannot be settled from this entry.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf J Respirasi, angka 17 Rinitis Alergi. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, kelompok HIDUNG butir 90 Rhinitis alergika. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Bousquet J, Van Cauwenberge P, Khaltaev N; ARIA Workshop Group; World Health Organization. Allergic rhinitis and its impact on asthma. J Allergy Clin Immunol. 2001;108(5 Suppl):S147-S334. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
- 4.Further reading. Akhouri S, House SA. Allergic Rhinitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. ncbi.nlm.nih.gov