Sindrom RadikularRadicular Syndrome

SKDI 2012 menempatkan penyakit ini pada butir 55 tabel Sistem Saraf, kelompok Penyakit pada Tulang Belakang dan Sumsum Tulang Belakang, dengan Tingkat Kemampuan 3A [3]. Artinya: didiagnosis, diberi penatalaksanaan awal, lalu dirujuk. Bedanya dengan 3B adalah kata awal menggantikan kata gawat darurat, dan itu sesuai dengan penyakit yang biasanya berjalan berminggu-minggu. Letaknya di dalam daftar adalah keterangan yang paling berguna. Butir 55 berdiri tepat di antara acute medulla compression yang bertingkat 3B dan hernia nukleus pulposus yang bertingkat 3A, dan dua baris di bawah mielopati yang hanya bertingkat 2 [3]. Susunan itu memberi tiga batas sekaligus: - Ke atas: begitu gejalanya melewati radiks dan mengenai medula spinalis, pasien pindah ke butir 54 dan urusannya menjadi kegawatdaruratan. - Ke samping: hernia nukleus pulposus adalah salah satu penyebab tersering sindrom ini, dinilai sama, dan memiliki halaman SPARK tersendiri. - Ke bawah: dorsal root syndrome pada butir 53 hanya bertingkat 2. Satu hal lagi perlu dibaca bersamanya. Seluruh keterampilan pemeriksaan tulang belakang pada SKDI bertingkat 4A, termasuk tanda Lasegue, tanda Patrick dan kontra-Patrick, refleks tendon, inspeksi dan palpasi tulang belakang, serta interpretasi rontgen tulang belakang [3]. MRI justru dinilai tingkat 1, yaitu cukup dikenali dan dijelaskan. Jadi seluruh alat yang menegakkan kecurigaan sindrom radikular sudah berada di tangan dokter layanan primer, dan yang tidak berada di sana adalah alat yang menentukan penyebabnya. PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini maupun untuk nyeri punggung bawah [1]. Karena itu halaman ini bersandar pada PPK Neurologi PERDOSSI, yang memuat tiga bab yang saling melengkapi untuk bentuk lumbal, bentuk servikal, dan penapisan tanda bahayanya [2].SKDI 2012 places this disease at item 55 of the nervous system table, in the group of diseases of the spine and spinal cord, at competency level 3A [3]. That means: diagnose, give initial treatment, then refer. What separates it from 3B is that the word initial replaces the word emergency, and that fits a disease that usually runs over weeks. Where it sits in the list is the most useful thing about it. Item 55 stands directly between acute medulla compression at 3B and herniated nucleus pulposus at 3A, two lines below myelopathy at only level 2 [3]. That arrangement draws three boundaries at once: - Upwards: once the symptoms pass beyond the root and involve the spinal cord, the patient moves to item 54 and the matter becomes an emergency. - Sideways: herniated nucleus pulposus is one of the commonest causes of this syndrome, graded the same, and has a SPARK page of its own. - Downwards: dorsal root syndrome at item 53 is graded only 2. One more thing has to be read alongside it. Every spinal examination skill in SKDI is graded 4A, the Lasegue sign, the Patrick and contra-Patrick signs, the tendon reflexes, inspection and palpation of the spine, and interpretation of spinal radiographs included [3]. MRI, by contrast, is graded level 1, meaning it need only be recognised and explained. So every tool that raises the suspicion of a radicular syndrome is already in a primary care doctor's hands, and what is not there is the tool that establishes the cause. PPK FKTP carries no entry for this disease and none for low back pain [1]. This page therefore rests on the PERDOSSI neurology guideline, which carries three complementary chapters for the lumbar form, the cervical form and red flag screening [2].

Sindrom radikular adalah nyeri dan gangguan saraf yang mengikuti jalur satu radiks saraf, karena radiks itu tertekan atau teriritasi di dekat tempat keluarnya dari kanalis spinalis. PPK Neurologi menguraikannya pada dua tempat: radikulopati lumbal, yaitu proses patologis pada radiks lumbal yang menimbulkan gejala radikular ke tungkai, dan nyeri radikuler servikal, yaitu nyeri pada satu atau kedua lengan akibat kompresi atau iritasi radiks servikal 2.

Yang membuat sindrom ini penting bukan nyerinya, melainkan apa yang bersembunyi di belakangnya. Sebagian besar berasal dari kompresi langsung radiks tanpa memandang penyebab kompresinya: herniasi diskus, pecahan tulang, stenosis foramen, stenosis sentral, atau segmen vertebra yang hipermobil 2. Sebagian kecil berasal dari sebab bukan tulang, yaitu diabetes melitus, infeksi, peradangan, tumor dan keganasan, serta gangguan pembuluh darah 2. Daftar terakhir itulah alasan penyakit ini tidak boleh diperlakukan sebagai sakit pinggang biasa.

SKDI menilai butir ini 3A: didiagnosis, diberi penatalaksanaan awal, lalu dirujuk 3. PPK Neurologi menyatakan hal yang sama untuk fasilitas primer, yaitu skrining diagnostik dan terapi pendahuluan lalu merujuk ke dokter spesialis saraf 2. Seluruh alat pemeriksaannya sudah ada di FKTP; yang tidak ada adalah alat yang menentukan penyebabnya.

SPARK memuat Kompresi Medula Spinalis Akut untuk gejala yang sudah melewati radiks dan mengenai medula spinalis, Hernia Nukleus Pulposus (HNP) untuk penyebab tersering sindrom ini, dan Spondilitis TB untuk penyebab infeksi yang paling sering di Indonesia. Isi ketiganya tidak diulang di sini.

Faktor risiko radikulopati lumbal 2:

  • Obesitas.
  • Laki-laki.
  • Merokok.
  • Riwayat nyeri lumbal sebelumnya.
  • Cemas dan depresi.
  • Pekerjaan yang menuntut berdiri atau membungkuk lama.
  • Pekerjaan manual berat dan mengangkat benda berat.
  • Terpapar getaran.

Usia mengubah penyebabnya. Di bawah 50 tahun, hernia nukleus pulposus adalah penyebab radikulopati lumbal yang paling sering; di atas 50 tahun, perubahan degeneratif tulang belakang yang lebih sering 2. Pada bentuk servikal, 78 persen berasal dari spondilosis servikal dan 22 persen dari herniasi diskus 2.

A radicular syndrome is pain and nerve disturbance following the course of one nerve root, because that root is compressed or irritated near where it leaves the spinal canal. The PERDOSSI neurology guideline sets it out in two places: lumbar radiculopathy, a pathological process affecting a lumbar root and producing radicular symptoms in the leg, and cervical radicular pain, pain in one or both arms from compression or irritation of a cervical root 2.

What makes this syndrome matter is not the pain but what hides behind it. Most of it comes from direct compression of the root whatever the cause of that compression: disc herniation, bone fragments, foraminal stenosis, central stenosis, or a hypermobile vertebral segment 2. A smaller share comes from non skeletal causes: diabetes, infection, inflammation, tumour and malignancy, and vascular disease 2. That last list is why this disease must not be treated as ordinary backache.

SKDI grades this item 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 3. The PERDOSSI guideline says the same for primary facilities, diagnostic screening and initial treatment then referral to a neurologist 2. Every examination tool is already in primary care; what is not there is the tool that establishes the cause.

SPARK carries Kompresi Medula Spinalis Akut for symptoms that have already passed the root and reached the cord, Hernia Nukleus Pulposus (HNP) for the commonest cause of this syndrome, and Spondilitis TB for the commonest infective cause in Indonesia. None of the three is repeated here.

Risk factors for lumbar radiculopathy 2:

  • Obesity.
  • Male sex.
  • Smoking.
  • Previous lumbar pain.
  • Anxiety and depression.
  • Work demanding prolonged standing or stooping.
  • Heavy manual work and lifting heavy objects.
  • Exposure to vibration.

Age changes the cause. Under 50, herniated nucleus pulposus is the commonest cause of lumbar radiculopathy; over 50, degenerative change in the spine is commoner 2. In the cervical form, 78 per cent arises from cervical spondylosis and 22 per cent from disc herniation 2.

MengenaliRecognising it

Diagnosisnya ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. PPK Neurologi menyatakannya tegas untuk bentuk lumbal: yang mendukung adalah keluhan nyeri khas radikular atau gangguan sensibilitas, dikombinasikan dengan pemeriksaan neurologis yang menunjukkan iritasi radiks atau gangguan fungsi neurologis 2. Pencitraan tidak diperlukan untuk mengenali sindromnya; pencitraan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Anamnesis bentuk lumbal 2:

The diagnosis is made from the history and the examination. The PERDOSSI guideline states it plainly for the lumbar form: what supports it is characteristic radicular pain or sensory disturbance combined with a neurological examination showing root irritation or disturbed neurological function 2. Imaging is not needed to recognise the syndrome; imaging is needed to know its cause.

History in the lumbar form 2:

  • Radiating pain that is sharp, dull, stabbing, throbbing or burning.
  • Pain from a herniated nucleus pulposus increases on bending forward, sitting, coughing, or whenever the disc is put under excess stress.
  • Pain from canal stenosis does the opposite: it increases on walking and eases on bending forward. That difference in direction is the single most separating point in the history.
  • Paraesthesia in the affected dermatome. The distribution of pain and paraesthesia indicates which segment is involved.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, dan perubahannya Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022. Keduanya dicari seluruhnya dan tidak memuat entri untuk sindrom radikular, radikulopati, hernia nukleus pulposus, maupun nyeri punggung bawah. Dipakai sebagai pembanding negatif. manuver.tireg7.net
  2. 2.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Panduan Praktik Klinis Neurologi, 2016. Bab Radikulopati Lumbal halaman 94 sampai 97; bab Cervical Disk Disorder dengan Radikulopati halaman 82 sampai 87; bab Nyeri Punggung Bawah halaman 89 sampai 93; bab Cervicalgia atau Cervical Syndrome halaman 76 sampai 81 untuk kewajiban menyingkirkan tanda mielopati. Butir Kewenangan berdasar Tingkat Pelayanan Kesehatan pada ketiga bab pertama menempatkan skrining diagnostik dan tata laksana nyeri sederhana pada fasilitas primer, lalu rujukan ke dokter spesialis saraf. snars.web.id
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, kelompok Penyakit pada Tulang Belakang dan Sumsum Tulang Belakang, butir 55 Radicular syndrome dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 34. Butir 53 Dorsal root syndrome 2, butir 54 Acute medulla compression 3B, butir 56 Hernia nucleus pulposus 3A. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Saraf, butir 57 sampai 62 pemeriksaan tulang belakang 4A, butir 65 Tanda Patrick dan kontra-Patrick 4A, butir 67 Tanda Lasegue 4A, butir 69 Interpretasi X-Ray tulang belakang 4A, butir 74 MRI tingkat 1. pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Davis D, Taqi M, Vasudevan A. Sciatica. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan untuk bentuk lumbalnya, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
  5. 5.Margetis K, Magnus W, Mesfin FB. Cervical Radiculopathy. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan untuk bentuk servikalnya, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.