Pseudo-croup dan epiglotitis akutPseudo-croup and acute epiglottitis

SKDI 2012 menulis butir 11 tabel Sistem Respirasi, subkelompok Laring dan Faring, sebagai satu baris: Pseudo-croop acute epiglotitis, tingkat 3A [2]. Baris itu punya dua masalah yang perlu dinyatakan terbuka. Pertama, ejaannya. Kata croop adalah salah eja untuk croup, dan tidak ada penyakit bernama pseudo-croop. Kedua, dan ini yang penting secara klinis: satu baris itu memuat dua penyakit. Pseudo-croup adalah radang virus pada subglotis anak kecil, sedangkan epiglotitis akut adalah radang supraglotis yang berjalan dalam hitungan jam dan dapat menutup jalan napas. Baris SKDI tidak memberi pemisah di antara keduanya, dan tidak ada butir lain di dalam daftar itu untuk salah satunya. Keputusan halaman ini, dinyatakan terbuka: keduanya ditulis pada satu halaman dan keduanya membawa angka 3A yang sama. Memecahnya menjadi dua entri berarti mengarang tingkat kemampuan untuk masing-masing, dan dokumennya tidak memberikannya. Yang dilakukan sebagai gantinya adalah memisahkan keduanya di dalam halaman, karena langkah pertama pada keduanya berbeda dan pada epiglotitis langkah yang salah dapat mematikan. Ada dokumen kedua yang perlu dibandingkan. PPK FKTP 1186/2022 tidak memuat entri untuk kedua penyakit ini; croup dibicarakan di dalam entri Laringitis Akut yang berheader 4A, sedangkan epiglotitis hanya muncul sebagai komplikasi faringitis dan sebagai diagnosis banding bronkitis akut [1]. Angka 4A pada header entri laringitis tidak menggeser angka SKDI di sini, karena angka itu diberikan kepada laringitis sebagai penyakit umum, sementara SKDI menilai butir ini secara khusus [1][2]. Isi entri laringitis sendiri berjalan sejalan dengan 3A pada anak: kriteria rujukannya memerintahkan rawat rumah sakit bila ada tanda sumbatan jalan napas atas dan bila usia pasien di bawah 3 tahun [1].SKDI 2012 writes item 11 of the respiratory table, Laring dan Faring subgroup, as a single line: Pseudo-croop acute epiglotitis, level 3A [2]. That line has two problems worth stating openly. First, the spelling. Croop is a misspelling of croup, and no disease is called pseudo-croop. Second, and this one matters clinically: the single line holds two diseases. Pseudo-croup is viral inflammation of the subglottis in small children, while acute epiglottitis is supraglottic inflammation that moves in hours and can close the airway. The SKDI line gives no separator between them, and no other item in the list covers either one. The decision this page takes, stated openly: both are written on one page and both carry the same 3A. Splitting them into two entries would mean inventing a competency level for each, and the document does not grant one. What is done instead is to separate them inside the page, because the first move differs between them and in epiglottitis the wrong first move can kill. A second document has to be compared. PPK FKTP 1186/2022 has no entry for either disease; croup is discussed inside the Laringitis Akut entry whose header reads 4A, while epiglottitis appears only as a complication of pharyngitis and as a differential of acute bronchitis [1]. The 4A on the laryngitis header does not displace the SKDI number here, because it is granted to laryngitis as a general disease while SKDI grades this item specifically [1][2]. The laryngitis entry's own content runs with 3A in children: its referral criteria order hospital admission for signs of upper airway obstruction and for a patient under 3 years of age [1].

Satu butir SKDI, dua penyakit. Butir 11 tabel Sistem Respirasi menggabungkan pseudo-croup dan epiglotitis akut dalam satu baris pada tingkat 3A, dan halaman ini membawa keduanya dengan angka yang sama sambil memisahkannya di dalam 2. Tingkat 3A berarti menegakkan diagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk.

Keduanya datang sebagai anak dengan stridor, dan di situlah kemiripannya berhenti:

  • Pseudo-croup adalah radang virus pada laring, trakea, dan bronkus anak kecil, yang menyempitkan subglotis. Suaranya serak, batuknya menggonggong, perjalanannya satu sampai dua hari.
  • Epiglotitis akut adalah radang pada epiglotis yang dapat menyumbat jalan napas. Perjalanannya jam, anaknya tampak sakit berat, air liurnya menetes karena menelan terasa nyeri.

Tidak ada entri PPK FKTP untuk keduanya. Croup dibicarakan di dalam entri Laringitis Akut, dan dari entri itulah seluruh bahan nasional pada halaman ini berasal; epiglotitis hanya muncul sebagai komplikasi faringitis dan sebagai diagnosis banding bronkitis akut 1. Kekosongan itu dinyatakan apa adanya di bagian obat dan rujukan.

Faktor risiko dan latar, dari entri laringitis 1:

  • Umur, karena laringitis anak yang disertai radang trakea dan bronkus paling sering pada 3 bulan sampai 3 tahun.
  • Infeksi virus saluran napas atas yang mendahului, terutama parainfluenza, adenovirus, influenza A dan B, RSV, dan virus campak; Mycoplasma pneumoniae juga dapat menjadi penyebab.
  • Rinitis alergi, malnutrisi, dan daya tahan tubuh yang menurun.
  • Perubahan suhu yang tiba-tiba dan pajanan zat iritatif.

One SKDI item, two diseases. Item 11 of the respiratory table joins pseudo-croup and acute epiglottitis in a single line at level 3A, and this page carries both under that one number while keeping them apart inside it 2. Level 3A means make the diagnosis, give initial treatment, then refer.

Both arrive as a child with stridor, and that is where the resemblance ends:

  • Pseudo-croup is viral inflammation of the larynx, trachea and bronchi in a small child, narrowing the subglottis. The voice is hoarse, the cough barks, the illness builds over a day or two.
  • Acute epiglottitis is inflammation of the epiglottis that can obstruct the airway. It builds in hours, the child looks seriously ill, and saliva runs from the mouth because swallowing hurts.

There is no PPK FKTP entry for either. Croup is discussed inside the Laringitis Akut entry, and all the national material on this page comes from there; epiglottitis appears only as a complication of pharyngitis and as a differential of acute bronchitis 1. That gap is stated plainly in the drug and referral sections.

Risk factors and background, from the laryngitis entry 1:

  • Age, because childhood laryngitis with tracheal and bronchial involvement is commonest between 3 months and 3 years.
  • A preceding viral upper respiratory infection, particularly parainfluenza, adenovirus, influenza A and B, RSV and measles virus; Mycoplasma pneumoniae can also cause it.
  • Allergic rhinitis, malnutrition and reduced immunity.
  • Sudden change of temperature and exposure to irritants.

MengenaliRecognising it

Pertanyaan pertama bukan seberapa berat sesaknya, melainkan yang mana dari kedua penyakit ini, karena langkah pertamanya berbeda.

Pseudo-croup, gambaran yang dibangun dari entri laringitis akut 1:

  • Suara serak sampai hilang suara, karena pita suaranya ikut meradang.
  • Batuk kering yang khas, lalu berdahak kental.
  • Sesak napas dan stridor.
  • Nyeri tenggorokan saat menelan atau berbicara.
  • Demam dan malaise, sering didahului gejala common cold seperti bersin, hidung tersumbat, dan nyeri kepala.
  • Perjalanannya satu sampai dua hari dan memberat pada malam hari.

The first question is not how severe the distress is but which of the two diseases this is, because the first move differs.

Pseudo-croup, the picture built from the acute laryngitis entry 1:

  • Hoarseness through to loss of voice, because the cords are inflamed too.
  • A characteristic dry cough, later with thick sputum.
  • Breathlessness and stridor.
  • Throat pain on swallowing or speaking.
  • Fever and malaise, often after common cold symptoms such as sneezing, nasal blockage and headache.
  • It builds over a day or two and is worse at night.
yayestidaknoyayestidaknoAnak dengan stridorChild with stridorNgiler, suara teredam, duduk condong, tampaktoksik?Drooling, muffled voice, sitting forward,toxic?Duga epiglotitis akutSuspect acuteepiglottitisJangan periksatenggorok, jangandibaringkanDo not inspect thethroat, do not lieflatRujuk segera, dampingijalan napasRefer now, escort theairwayPseudo-croup: batuk khas, suara serakPseudo-croup: typical cough, hoarse voiceSumbatan jalan napas atas, usia di bawah 3tahun, tampak toksik, sianosis, dehidrasi,atau kelelahan?Upper airway obstruction, under 3 years,toxic, cyanosed, dehydrated or exhausted?Rujuk untuk rawat rumahsakitRefer for hospitaladmissionRawat jalan, ajarkan tanda bahaya, kontrolHome care, teach the danger signs, review
Empat tanda pada kotak keputusan bawah adalah indikasi rawat rumah sakit pada entri Laringitis Akut PPK FKTP. Sisi epiglotitis tidak punya pedoman nasional, dan dua larangannya adalah kesepakatan praktik yang menahan sumbatan sebagian agar tidak menjadi total.The four signs in the lower decision box are the hospital admission indications in the PPK FKTP Acute Laryngitis entry. The epiglottitis side has no national guideline behind it, and its two prohibitions are the practice that keeps a partial obstruction from becoming a complete one.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf J Respirasi. Dipakai sebagai temuan negatif dan sebagai sumber utama: tidak ada angka untuk pseudo-croup maupun epiglotitis akut, sehingga bahan diambil dari angka 3 Laringitis Akut halaman -429- sampai -434-, angka 8 Pneumonia halaman -471- sampai -486- untuk tanda bahaya, angka 2 Faringitis Akut halaman -423- sampai -429-, dan angka 5 Bronkitis Akut halaman -439- sampai -444-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Respirasi, subkelompok Laring dan Faring, butir 11 yang tertulis Pseudo-croop acute epiglotitis tingkat 3A, serta butir 12 Difteria (THT) tingkat 3B. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Dipakai sebagai pembanding negatif: tidak menyentuh angka 3 Laringitis Akut maupun entri lain yang dipakai halaman ini. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Bacaan lanjutan. Kadam SJ, Daley SF, Carr B. Croup. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Tautan saja, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
  5. 5.Bacaan lanjutan. Sutton AE, Waseem M. Epiglottitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Tautan saja, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.