ProstatitisProstatitis
SKDI 2012 memberi prostatitis Tingkat Kemampuan 3A pada tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, subkelompok Alat Kelamin Pria, butir 26 [2]. Tetangganya menunjukkan tempat penyakit ini dalam urutan kegawatan: butir 25 Epididimitis tingkat 2, sedangkan butir 27 Torsio testis, butir 28 Ruptur uretra, butir 29 Ruptur kandung kencing, dan butir 30 Ruptur ginjal semuanya 3B. Jadi prostatitis berada satu tingkat di bawah kelompok kegawatan bedah itu: didiagnosis, diberi penanganan awal, lalu dirujuk. Satu butir SKDI menutupi dua penyakit yang sangat berbeda. Klasifikasi yang dipakai panduan urologi nasional membagi prostatitis menjadi empat tipe, dan yang tipe I berjalan dalam hitungan jam sedangkan yang tipe II berjalan dalam hitungan bulan [1]. Halaman ini memisahkan keduanya sejak bagian pengenalan, karena kecepatan tindakannya berbeda meskipun angka kompetensinya sama. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP tidak memuat entri untuk prostatitis [3]. Huruf M Ginjal dan Saluran Kemih pada lampiran induk hanya memuat empat entri, dan perubahannya menambahkan satu entri tentang penyakit ginjal diabetik ringan. Prostatitis hanya muncul di lampiran itu di dua tempat: sebagai diagnosis banding pielonefritis, dan sebagai komplikasi asendens gonore [3]. Karena itu isi halaman ini bersandar pada panduan Ikatan Ahli Urologi Indonesia.SKDI 2012 gives prostatitis competency level 3A in the Sistem Ginjal dan Saluran Kemih table, subgroup Alat Kelamin Pria, item 26 [2]. Its neighbours show where the disease sits in the urgency order: item 25, epididymitis, is level 2, while item 27 testicular torsion, item 28 urethral rupture, item 29 bladder rupture and item 30 renal rupture are all 3B. Prostatitis therefore sits one step below that surgical emergency group: diagnose, give initial treatment, then refer. One SKDI item covers two very different diseases. The classification used by the national urology guideline divides prostatitis into four types, and type I runs over hours while type II runs over months [1]. This page separates the two from the recognition section onwards, because the speed of action differs even though the competency number does not. The primary care clinical practice guideline carries no entry for prostatitis [3]. Section M on the kidney and urinary tract in the parent annex carries four entries only, and the amendment adds one on mild diabetic kidney disease. Prostatitis appears in that annex in two places only: as a differential diagnosis of pyelonephritis, and as an ascending complication of gonorrhoea [3]. The content of this page therefore rests on the guideline of the Indonesian Urological Association.
Prostatitis adalah radang prostat, dan namanya menutupi empat penyakit yang berbeda. Panduan urologi nasional memakai klasifikasi yang membaginya menjadi prostatitis bakteri akut, prostatitis bakteri kronis, prostatitis non bakteri kronis yang juga disebut sindrom nyeri pelvis kronis, dan prostatitis inflamasi tanpa gejala yang hanya ditemukan pada pemeriksaan jaringan 1.
Angka yang mengubah cara berpikir tentang penyakit ini: infeksi bakteri hanya terbukti pada kurang dari 10% kasus prostatitis 1. Artinya sebagian besar laki-laki yang datang dengan keluhan prostat tidak sedang mengalami infeksi, dan memberi mereka antibiotik berulang kali adalah pola yang keliru. Sebaliknya, laki-laki yang memang mengalami prostatitis bakteri akut dapat jatuh ke sepsis, dan pada kelompok itu waktu sangat berharga.
Yang perlu dipegang di layanan primer:
- Tingkat kemampuan dokter layanan primer 3A 2. Mengenali, memulai antibiotik, dan mengatasi retensi urin ada di sini; pemeriksaan lokalisasi, pencitraan prostat, dan drainase abses tidak.
- Bentuk akut dan bentuk kronis dipisahkan oleh lama gejalanya. Prostatitis bakteri kronis didefinisikan sebagai prostatitis bakteri dengan gejala yang menetap sekurang-kurangnya 3 bulan 1.
- Pemijatan prostat tidak boleh dilakukan pada prostatitis bakteri akut, karena berisiko menimbulkan bakteremia dan sepsis 1. Ini larangan yang paling penting di halaman ini, dan pelanggarannya terjadi justru saat dokter berusaha menegakkan diagnosis.
- Prostatitis bakteri kronis sering menjadi penyebab infeksi saluran kemih berulang pada laki-laki 1. Laki-laki yang berulang kali diobati sebagai sistitis perlu dipikirkan prostatnya.
Faktor yang menaikkan kecurigaan:
- Biopsi prostat lewat rektum, yang menaikkan risiko prostatitis bakteri akut meskipun antibiotik profilaksis dan antiseptik sudah diberikan sebelumnya 1.
- Gonore dan uretritis, karena prostatitis termasuk komplikasi asendensnya 3.
- Penurunan daya tahan tubuh dan infeksi HIV, yang membuka pintu untuk kuman yang tidak lazim 1.
- Riwayat tinggal atau berasal dari daerah endemis tuberkulosis, karena tuberkulosis prostat dapat bersembunyi di balik gejala prostatitis kronis 1.
- Pemasangan kateter dan tindakan pada saluran kemih bagian bawah.
Prostatitis is inflammation of the prostate, and the name covers four different diseases. The national urology guideline uses a classification dividing it into acute bacterial prostatitis, chronic bacterial prostatitis, chronic non bacterial prostatitis also called chronic pelvic pain syndrome, and asymptomatic inflammatory prostatitis found only on tissue examination 1.
The figure that changes how this disease should be thought about: bacterial infection is proven in fewer than 10% of cases of prostatitis 1. Most men who present with prostate symptoms are therefore not infected, and giving them repeated courses of antibiotics is the wrong pattern. Conversely, the men who do have acute bacterial prostatitis can become septic, and in that group time matters.
What to hold on to in primary care:
- Primary care competency is 3A 2. Recognising it, starting antibiotics and dealing with urinary retention belong here; localisation testing, prostate imaging and abscess drainage do not.
- The acute and the chronic form are separated by symptom duration. Chronic bacterial prostatitis is defined as bacterial prostatitis with symptoms persisting for at least 3 months 1.
- Prostatic massage must not be performed in acute bacterial prostatitis, because of the risk of bacteraemia and sepsis 1. That is the most important prohibition on this page, and it gets broken precisely when the doctor is trying to make the diagnosis.
- Chronic bacterial prostatitis is often the cause of recurrent urinary tract infection in men 1. A man treated repeatedly for cystitis needs his prostate thought about.
What raises the suspicion:
- Transrectal prostate biopsy, which raises the risk of acute bacterial prostatitis even where prophylactic antibiotics and antiseptic were given beforehand 1.
- Gonorrhoea and urethritis, since prostatitis is among their ascending complications 3.
- Reduced immunity and HIV infection, which open the door to unusual organisms 1.
- Living in or coming from an area where tuberculosis is endemic, since prostatic tuberculosis can hide behind chronic prostatitis symptoms 1.
- Catheterisation and procedures on the lower urinary tract.
MengenaliRecognising it
Pisahkan dulu bentuk akut dari bentuk kronis, karena keduanya tampil berbeda dan ditangani dengan kecepatan yang berbeda 1.
Prostatitis bakteri akut, yang berjalan dalam hitungan jam sampai hari 1:
- Gangguan berkemih disertai keletihan dan demam.
- Nyeri yang kurang terlokalisir, sehingga pasien sulit menunjuk tempatnya.
- Riwayat biopsi prostat lewat rektum dalam waktu dekat, bila ada.
- Pada colok dubur, prostat teraba membengkak dan nyeri tekan.
- Pemijatan prostat tidak boleh dilakukan pada keadaan ini, karena berisiko menimbulkan bakteremia dan sepsis.
- Sekitar 10% penderita mengalami retensi urin.
Separate the acute from the chronic form first, because the two present differently and are handled at different speeds 1.
Acute bacterial prostatitis, running over hours to days 1:
- Disturbed voiding with exhaustion and fever.
- Pain that is poorly localised, so the patient cannot point to where it is.
- Recent transrectal prostate biopsy, where there has been one.
- On rectal examination the prostate is swollen and tender.
- Prostatic massage must not be performed in this state, because of the risk of bacteraemia and sepsis.
- Around 10% of these patients develop urinary retention.
RujukanReferences
- 1.Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria, edisi ke-3. ISBN 978-602-18283-8-0. Bab Prostatitis Bakteri oleh Tanaya Ghinorawa, halaman 81 sampai 88, dengan isi klinis pada halaman 81 sampai 84; bagian Pengambilan Sampel dan Pemeriksaan Laboratorium halaman 17 sampai 20 untuk uji empat porsi, uji dua gelas, dan nilai prediksi carik celup; serta bagian durasi terapi antibiotik yang menyebut empat belas hari untuk laki-laki dengan prostatitis. Halaman muka dan kolofon dokumen menyebut tahun 2020, sedangkan katalog panduan di situs resmi IAUI mendaftarkannya sebagai terbitan 2021. iaui.or.id
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, subkelompok Alat Kelamin Pria, butir 26 Prostatitis, Tingkat Kemampuan 3A, halaman cetak 47. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf M Ginjal dan Saluran Kemih, halaman lampiran -695- sampai -712-, dicari seluruhnya dan tidak memuat entri prostatitis. Prostatitis muncul sebagai diagnosis banding pielonefritis pada halaman lampiran -700- dan sebagai gambaran serta komplikasi asendens gonore pada halaman lampiran -795- dan -797-. manuver.tireg7.net
- 4.Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Tata Laksana Disfungsi Seksual Pria, 2023. Tabel 42 penyebab hasrat seksual rendah pada pria, yang memuat sindroma nyeri pelvis kronis dan prostatitis; serta Tabel 35 rekomendasi pengobatan ejakulasi prematur, yang meminta infeksi genitourinaria seperti prostatitis ditangani lebih dahulu. iaui.or.id
- 5.Acute Bacterial Prostatitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov
- 6.Chronic Prostatitis and Chronic Pelvic Pain Syndrome in Men. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov