Prolaps Tali PusatUmbilical Cord Prolapse
SKDI 2012 menempatkan prolaps tali pusat pada tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Persalinan dan Nifas, butir 48, dengan tingkat kemampuan 3B [2]. Arti 3B [2]: - Dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi kegawatdaruratan, lalu merujuk. Daftar kedua SKDI membuat halaman ini menjadi salah satu contoh paling tajam tentang mengapa daftar itu perlu dibaca [2]: - Butir 51, pemeriksaan obstetri berupa penilaian serviks, dilatasi, membran, presentasi janin, dan penurunan, tingkat 4A. Inilah pemeriksaan yang menemukan tali pusat. - Butir 43, mengukur denyut jantung janin, tingkat 4A. Inilah yang memunculkan kecurigaan. - Butir 54, pemecahan membran ketuban sesaat sebelum melahirkan, tingkat 4A. - Butir 74, ekstraksi vakum rendah, tingkat 3. - Butir 72, operasi caesar, tingkat 2, yaitu pernah melihat atau didemonstrasikan. - Ekstraksi cunam tidak memiliki butir tersendiri pada Daftar Keterampilan Klinis. Dua hal langsung terbaca dari susunan itu. Pertama, seluruh kemampuan mandiri di sini bersifat diagnostik. Menemukan tali pusat dan menghitung denyut jantung janin bertingkat 4A; seluruh jalan keluarnya tidak. Seksio sesarea, yaitu tindakan yang menyelamatkan janin pada keadaan ini, berada pada tingkat 2, yang berarti dokter layanan primer diharapkan mengenalinya dan bukan mengerjakannya. Karena itu halaman ini tidak memuat tata laksana definitif sama sekali; yang dimuatnya adalah cara mengurangi tekanan pada tali pusat sampai pasien tiba di kamar operasi. Kedua, amniotomi berada di kedua sisi. Pemecahan membran ketuban adalah satu-satunya tindakan pada daftar di atas yang bertingkat mandiri, dan pada saat yang sama amniotomi tercantum sebagai faktor risiko prolaps tali pusat pada daftar sumbernya sendiri [3]. Tindakan yang paling mungkin dikerjakan sendiri karena itu juga tindakan yang paling mungkin menghasilkan keadaan ini, dan pemeriksaan tali pusat sesudah ketuban pecah bukan kehati-hatian tambahan melainkan bagian dari tindakan itu. Batas praktisnya: - Tidak ada entri PPK tersendiri untuk prolaps tali pusat, dan keadaan ini juga tidak dimuat di dalam entri PPK mana pun. Panduan yang dipakai halaman ini adalah Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu, yaitu rujukan yang ditunjuk entri-entri PPK obstetri sendiri [1][3]. - Angka yang paling menentukan bukan dosis melainkan denyut: ada atau tidaknya pulsasi pada tali pusat, karena jawabannya membagi dua jalur penanganan yang berbeda seluruhnya [3].SKDI 2012 places umbilical cord prolapse in the Sistem Reproduksi table, Persalinan dan Nifas subgroup, item 48, at competency level 3B [2]. What 3B means [2]: - The primary care doctor makes the diagnosis, gives emergency treatment, then refers. SKDI's second list makes this page one of the sharpest illustrations of why that list has to be read [2]: - Item 51, obstetric examination of the cervix, dilatation, membranes, fetal presentation and descent, level 4A. This is the examination that finds the cord. - Item 43, measuring the fetal heart rate, level 4A. This is what raises the suspicion. - Item 54, rupturing the membranes shortly before delivery, level 4A. - Item 74, low vacuum extraction, level 3. - Item 72, caesarean section, level 2, meaning seen or demonstrated. - Forceps delivery has no item of its own in the Clinical Skills list. Two things read straight off that arrangement. First, every independent skill here is diagnostic. Finding the cord and counting the fetal heart rate are graded 4A; none of the ways out is. Caesarean section, the operation that saves the fetus in this condition, is level 2, meaning the primary care doctor is expected to recognise it rather than perform it. This page therefore carries no definitive treatment at all; what it carries is how to take pressure off the cord until the patient reaches an operating theatre. Second, amniotomy sits on both sides. Rupturing the membranes is the only action on the list above graded for independent practice, and at the same time amniotomy appears as a risk factor for cord prolapse on its source's own list [3]. The action most likely to be done on site is therefore also the action most likely to produce this condition, and checking for the cord after the membranes rupture is not extra caution but part of the procedure. The practical limits: - There is no PPK entry of its own for cord prolapse, and the condition does not appear inside any PPK entry either. The guidance this page uses is the maternal pocket book, the reference the obstetric PPK entries themselves point to [1][3]. - The figure that decides everything is not a dose but a pulse: whether the cord is pulsating, because the answer splits the management into two entirely different paths [3].
Prolaps tali pusat terjadi ketika tali pusat turun mendahului bagian terendah janin, sehingga terjepit antara janin dan dinding panggul. Kalimat definisi pada sumbernya terpotong di tengah dan berhenti pada kata janin, sehingga definisi yang dipakai di sini disusun dari dua bentuk yang diuraikan bab tersebut 3.
Dua bentuk itu dibedakan oleh keadaan ketuban 3:
- Tali pusat terkemuka: tali pusat berada lebih rendah daripada bagian terendah janin sementara ketuban masih utuh.
- Tali pusat menumbung: tali pusat tampak di vagina sesudah ketuban pecah.
Bahayanya seluruhnya milik janin. Ibu tidak merasakan apa pun yang khas, tidak berdarah, dan tidak nyeri. Yang terjadi adalah pembuluh tali pusat tertekan, aliran darah plasenta terputus, dan janin kehilangan pasokan oksigen dalam hitungan menit. Karena itu keadaan ini termasuk kegawatan obstetri yang paling tidak memaafkan keterlambatan.
Satu pemeriksaan membagi seluruh penanganannya menjadi dua, dan pemeriksaan itu adalah meraba pulsasi tali pusat 3:
- Tidak ada pulsasi berarti janin sudah meninggal, dan yang dituju kemudian adalah persalinan pervaginam tanpa tindakan agresif.
- Ada pulsasi berarti janin masih hidup, dan seluruh langkah berikutnya bertujuan mengurangi tekanan pada tali pusat sampai pasien sampai di kamar operasi.
Tingkat kemampuan 3B menentukan bentuk halaman ini, dan susunan daftar keterampilan mempertegasnya. Yang bertingkat mandiri di sini hanya pemeriksaan yang menemukan keadaan ini; jalan keluarnya, yaitu seksio sesarea, berada pada tingkat 2 2. Halaman ini karena itu tidak memuat tata laksana definitif, melainkan cara menahan keadaan sampai pasien tiba di tempat yang dapat menyelesaikannya.
Satu hal terakhir yang perlu disebut sejak awal: amniotomi termasuk daftar tindakan yang dapat menghasilkan keadaan ini, dan amniotomi adalah tindakan bertingkat mandiri 23. Setiap kali ketuban dipecahkan atau pecah sendiri pada ibu dengan faktor risiko, tali pusat diperiksa.
Umbilical cord prolapse is the cord descending ahead of the presenting part, so that it is compressed between the fetus and the pelvic wall. The definition sentence in the source is cut off mid line and stops at the word fetus, so the definition used here is assembled from the two forms that chapter goes on to describe 3.
The two forms are separated by the state of the membranes 3:
- Presenting cord: the cord lies below the presenting part while the membranes are still intact.
- Prolapsed cord: the cord is visible in the vagina after the membranes have ruptured.
The danger belongs entirely to the fetus. The mother feels nothing characteristic, does not bleed, and is not in pain. What happens is that the cord vessels are compressed, placental flow is interrupted, and the fetus loses its oxygen supply within minutes. This is therefore among the least forgiving of obstetric emergencies.
One examination splits the whole management in two, and that examination is feeling the cord for pulsation 3:
- No pulsation means the fetus has died, and what is then aimed at is a vaginal birth without aggressive intervention.
- Pulsation means the fetus is alive, and every step that follows aims at taking pressure off the cord until she reaches an operating theatre.
Competency level 3B shapes this page, and the arrangement of the skills list sharpens it. What is graded independent here is only the examination that finds the condition; the way out, a caesarean section, is level 2 2. This page therefore carries no definitive treatment, but how to hold the situation until the patient reaches somewhere that can end it.
One last thing worth saying at the outset: amniotomy is on the list of procedures that can produce this condition, and amniotomy is a skill graded for independent practice 23. Every time the membranes are ruptured, or rupture on their own in a woman with risk factors, the cord is checked for.
MengenaliRecognising it
Keadaan ini ditemukan pada pemeriksaan dalam, atau dicurigai dari perubahan denyut jantung janin. Tidak ada gejala pada ibu yang menunjukkannya.
Kapan tali pusat diperiksa 3:
- Pada setiap pemeriksaan dalam selama persalinan.
- Sesudah ketuban pecah, bila ibu memiliki faktor risiko.
- Bila ketuban pecah spontan, denyut jantung janin normal, ketuban jernih, dan tidak ada faktor risiko, pemeriksaan dalam tidak perlu dikerjakan hanya untuk keperluan ini.
- Curigai prolaps bila pola denyut jantung janin berubah menjadi abnormal sesudah ketuban pecah atau sesudah amniotomi.
This is found on vaginal examination, or suspected from a change in the fetal heart rate. No maternal symptom points to it.
When the cord is checked for 3:
- At every vaginal examination during labour.
- After the membranes rupture, where the woman has risk factors.
- Where the membranes ruptured spontaneously, the fetal heart rate is normal, the liquor is clear and there are no risk factors, a vaginal examination is not needed for this purpose alone.
- Suspect prolapse where the fetal heart rate pattern becomes abnormal after the membranes rupture or after amniotomy.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf N Kesehatan Wanita. Tidak ada entri untuk prolaps tali pusat pada panduan ini, dan keadaan ini hanya disinggung sebagai komplikasi hipoksia karena kompresi tali pusat pada entri Ketuban Pecah Dini. Entri Perdarahan Post Partum dan Ruptur Perineum Tingkat 1-2 dipakai untuk risiko yang menyusul kelahiran dengan bantuan alat. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Persalinan dan Nifas, butir 48 Prolaps tali pusat, Tingkat Kemampuan 3B. Daftar Keterampilan Klinis, butir 51 Pemeriksaan obstetri (4A), butir 43 Mengukur denyut jantung janin (4A), butir 54 Pemecahan membran ketuban sesaat sebelum melahirkan (4A), butir 74 Ekstraksi vakum rendah (tingkat 3), butir 72 Operasi Caesar (tingkat 2). Tidak ada butir untuk ekstraksi cunam. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Edisi I. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013. Bab 4.20 Prolaps Tali Pusat halaman 154 sampai 157, bab 3.4 Gawat Janin halaman 75 sampai 76, dan bab 4.18 Malposisi, Malpresentasi, dan Disproporsi Kepala Panggul halaman 145 sampai 147. platform.who.int
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Komplikasi Kehamilan, Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/91/2017, Lampiran I PNPK Tata Laksana Ketuban Pecah Dini. Bagian pemeriksaan spekulum steril dan pemeriksaan digital vagina untuk menyingkirkan prolaps tali pusat. Disusun Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia dan disahkan Kementerian Kesehatan. kemkes.go.id
- 5.Boushra M, Stone A, Rathbun KM. Umbilical Cord Prolapse. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov