PresbiopiaPresbyopia

SKDI 2012 menempatkan Presbiopia pada tingkat 4A di kelompok Akomodasi dan Refraksi, tanpa kualifikasi apa pun, sehingga kasusnya dituntaskan di layanan primer [2]. Entri PPK FKTP untuk presbiopia adalah salah satu dari sedikit entri 4A yang sama sekali tidak memuat kriteria rujukan [1]. Batasnya karena itu harus dibaca dari isi entrinya sendiri: koreksi diukur setelah penglihatan jauh dikoreksi lebih dulu, adisinya mengikuti umur, dan targetnya penglihatan dekat 20/30 [1]. Penglihatan dekat yang tidak mencapai target itu dengan adisi yang sesuai umur bukan lagi presbiopia sederhana, dan tetangga terdekatnya pada daftar SKDI berada di luar kewenangan tuntas: katarak pada tingkat 2 dan anisometropia pada dewasa pada tingkat 3A [2].SKDI 2012 places presbyopia at level 4A in the accommodation and refraction group with no qualifier at all, so the case is completed in primary care [2]. The PPK FKTP entry for presbyopia is one of the few 4A entries that carries no referral criteria whatsoever [1]. The boundary therefore has to be read out of the entry itself: the correction is measured only after distance vision has been corrected first, the add follows age, and the target is 20/30 at near [1]. Near vision that does not reach that target on an age-appropriate add is no longer simple presbyopia, and its nearest neighbours in the SKDI list sit outside the complete-management remit: cataract at level 2 and anisometropia in adults at level 3A [2].

Presbiopia adalah penglihatan dekat yang kabur karena usia, dan pada umumnya proses degeneratif itu mulai terasa sekitar usia 40 tahun 1. Lensa mata kehilangan elastisitasnya dan kehilangan kemampuannya berubah bentuk, sehingga daya untuk memfokuskan objek dekat berkurang sementara penglihatan jauh tidak terganggu 1.

Keluhannya khas dan hampir selalu sama 1:

  • Penglihatan kabur ketika melihat dekat.
  • Mata terasa lelah, berair, dan sering perih setelah membaca.
  • Membaca dilakukan dengan menjauhkan kertas yang dibaca.
  • Pekerjaan terganggu terutama pada malam hari, dan diperlukan sinar yang lebih terang untuk membaca.

Faktor risikonya usia lanjut, umumnya lebih dari 40 tahun 1. Kompetensi dokter umum 4A, dan penatalaksanaannya kacamata lensa positif dengan ukuran yang disesuaikan umur 12. Pasien perlu kontrol setiap tahun untuk memeriksa apakah ukuran lensa koreksinya berubah 1.

Presbyopia is age-related blurring of near vision, and that degenerative process generally begins to be felt around the age of 40 1. The lens loses its elasticity and its ability to change shape, so the power available for focusing near objects falls while distance vision is untouched 1.

The complaint is characteristic and nearly always the same 1:

  • Blurred vision when looking at near objects.
  • Eyes that feel tired, water and often sting after reading.
  • Reading done by holding the page further away.
  • Work disturbed particularly at night, with brighter light needed to read.

The risk factor is older age, generally over 40 years 1. General practitioner competency is 4A, and management is spectacles with positive lenses at a power matched to age 12. The patient should be reviewed every year to check whether the power of the correcting lens has changed 1.

MengenaliRecognising it

Penglihatan dekat yang kabur pada pasien berusia sekitar 40 tahun ke atas, dengan penglihatan jauh yang tidak ikut terganggu dan mata yang tenang 1.

Keluhan 1:

  • Penglihatan kabur ketika melihat dekat.
  • Setelah membaca, mata terasa lelah, berair, dan sering terasa perih.
  • Membaca dilakukan dengan menjauhkan kertas yang dibaca.
  • Pekerjaan terganggu terutama pada malam hari, dan diperlukan sinar yang lebih terang untuk membaca.

Blurred near vision in a patient of about 40 years or older, with distance vision unaffected and a quiet eye 1.

Complaints 1:

  • Blurred vision when looking at near objects.
  • After reading, the eyes feel tired, water and often sting.
  • Reading is done by holding the page further away.
  • Work is disturbed particularly at night, and brighter light is needed to read.

Risk factor: older age, generally over 40 years 1.

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Kelompok penyakit Mata, entri 11 Presbiopia, halaman -224- sampai -227-, termasuk tabel adisi lensa positif menurut umur. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Indra bagian Mata, subkelompok Akomodasi dan Refraksi serta Lensa. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, versi 2025-01, kode 9D00.3. Dipakai untuk kode ICD-11 pada entri ini, dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. icd.who.int
  4. 4.Singh P, Zeppieri M, Tripathy K. Presbyopia. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.