PoliomielitisPoliomyelitis
SKDI 2012 menilai poliomielitis 3B tanpa kata pembatas [3]. Penyakit ini hanya muncul sekali pada seluruh Daftar Penyakit, sehingga tidak ada tingkat kedua yang bertentangan. Tingkat 3B di sini bermakna khusus. Tidak ada obat yang menyembuhkan poliomielitis, sehingga terapi pendahuluan yang diminta bukan terapi antivirus melainkan penanganan kelumpuhan akut dan pengamanan jalan napas, ditambah satu pekerjaan yang tidak ada pada penyakit lain: mengambil dua spesimen tinja dalam tenggang waktu yang sempit dan melaporkan kasusnya dalam 24 jam [1]. Melewatkan tenggang waktu itu tidak merugikan satu pasien saja; ia membuat kasusnya tidak dapat diklasifikasikan secara laboratoris [1].SKDI 2012 grades poliomyelitis 3B with no qualifier attached [3]. The disease appears only once in the whole Disease List, so there is no second grade to conflict with it. The 3B has a particular meaning here. No drug cures poliomyelitis, so the first treatment asked for is not an antiviral but management of the acute paralysis and protection of the airway, plus one task no other disease carries: collecting two stool specimens inside a narrow window and notifying the case within 24 hours [1]. Missing that window does not harm one patient alone; it makes the case impossible to classify in the laboratory [1].
Poliomielitis adalah infeksi virus polio yang pada sebagian besar orang berjalan tanpa kelumpuhan atau tanpa gambaran klinis yang jelas 1. Hanya sekitar 1 persen kasus menjadi poliomielitis paralitik, dan justru bentuk itulah yang mudah dikenali, sehingga seluruh sistem pengamatan nasional dibangun di atasnya 1. Satu kasus poliomielitis paralitik di suatu wilayah berarti virus polio sedang menyebar di wilayah itu 1.
Karena bentuk paralitiknya menyerupai beberapa penyakit lain, pengamatannya tidak dibatasi pada polio. Semua kelumpuhan yang akut dan layuh pada anak berusia kurang dari 15 tahun diamati sebagai kasus Acute Flaccid Paralysis, disingkat AFP, dan itulah yang membuat seorang dokter layanan primer berperan di sini 1.
Indonesia menerima sertifikasi bebas polio bersama negara anggota WHO di Asia Tenggara pada Maret 2014 1. Status itu tidak permanen. Virus polio liar asli terakhir dilaporkan pada 1995, lalu satu kasus muncul di Sukabumi pada 13 Maret 2005 dan berkembang menjadi kejadian luar biasa dengan 305 kasus di 10 provinsi dan 47 kabupaten atau kota, disertai 46 kasus virus polio turunan vaksin 1. Pada November 2018 satu kasus polio akibat virus turunan vaksin tipe 1 dilaporkan di Yahukimo, Papua, dan dua spesimen tinja dari anak sehat di sekitarnya positif untuk virus yang sama, yang berarti virus itu bersirkulasi 1.
Faktor risikonya adalah keadaan yang membiarkan virus bersirkulasi 1:
- Cakupan imunisasi polio yang rendah selama bertahun-tahun di suatu wilayah.
- Status imunisasi polio anak yang belum lengkap.
- Berada dalam satu wilayah epidemiologi dengan kasus lain yang lumpuh dalam selang waktu kurang dari satu bulan.
Penyakit ini tidak punya entri sendiri pada PPK FKTP, sehingga entri Atlas ini bersandar pada pedoman surveilans nasional 12.
Poliomyelitis is poliovirus infection which in most people runs without paralysis or without any clear clinical picture 1. Only about 1 percent of cases become paralytic poliomyelitis, and it is that form which is easy to identify, so the entire national detection system is built on it 1. One case of paralytic poliomyelitis in an area means poliovirus is circulating there 1.
Because the paralytic form resembles several other illnesses, detection is not limited to polio. Every acute flaccid paralysis in a child under 15 is watched as an Acute Flaccid Paralysis case, abbreviated AFP, and that is where a primary care doctor comes into this 1.
Indonesia received polio free certification alongside the WHO member states of South East Asia in March 2014 1. That status is not permanent. The last indigenous wild poliovirus was reported in 1995, then one case appeared in Sukabumi on 13 March 2005 and grew into an outbreak of 305 cases across 10 provinces and 47 districts or cities, with 46 vaccine derived poliovirus cases alongside it 1. In November 2018 one case caused by vaccine derived poliovirus type 1 was reported in Yahukimo, Papua, and two stool specimens from healthy children nearby were positive for the same virus, which means it was circulating 1.
The risk factors are the conditions that let the virus circulate 1:
- Low polio immunisation coverage in an area over a period of years.
- A child whose polio immunisation is not complete.
- Being in the same epidemiological area as another case paralysed less than a month apart.
This disease has no entry of its own in the PPK FKTP, so this Atlas entry rests on the national surveillance guideline 12.
MengenaliRecognising it
Definisi kasus AFP. Setiap anak berusia kurang dari 15 tahun dengan kelumpuhan yang layuh, timbul mendadak, dan bukan akibat ruda paksa 1.
- Akut berarti kelumpuhan berkembang cepat, antara 1 sampai 14 hari sejak gejala awal berupa nyeri, kesemutan, atau rasa tebal sampai kelumpuhan maksimal.
- Layuh berarti lunglai, lemas, dengan tonus otot yang menurun, bukan kaku.
- Bila ragu apakah kelumpuhannya akut dan layuh, atau apakah ada kaitannya dengan kecelakaan, laporkan sebagai kasus AFP. Ambang ragu di sini sengaja rendah.
- Penderita berusia 15 tahun atau lebih yang oleh dokter diduga kuat poliomielitis ditangani seperti kasus AFP.
The AFP case definition. Any child under 15 with paralysis that is flaccid, of sudden onset, and not caused by trauma 1.
- Acute means the paralysis develops rapidly, between 1 and 14 days from the first symptom of pain, tingling, or numbness to maximal weakness.
- Flaccid means limp and lax with reduced muscle tone, not stiff.
- Where there is doubt whether the paralysis is acute and flaccid, or whether an accident was involved, report it as an AFP case. The threshold for doubt here is deliberately low.
- A patient of 15 or over whom a doctor strongly suspects of poliomyelitis is handled as an AFP case.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP), edisi revisi 2020. Jakarta; 2020. ISBN 978-602-416-875-9. Termasuk Format 1 Diagnosis Banding Poliomielitis. repository.kemkes.go.id
- 2.Wolbert JG, Rajnik M, Higginbotham K. Poliomyelitis. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, butir 16 Poliomielitis tingkat 3B. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022. Dipakai hanya untuk dua penyebutan polio yang ada di dalamnya, yaitu sebagai diagnosis banding pada entri Tetanus dan sebagai penyebab deformitas panggul pada entri Partus Lama; dokumen ini tidak memuat entri poliomielitis. manuver.tireg7.net