Polimialgia ReumatikPolymyalgia Rheumatica
SKDI 2012 memberi Polimialgia reumatik tingkat 3A, dan header entri PPK FKTP mencantumkan tingkat yang sama [1][2]. Kedua dokumen sepakat. Isi entri PPK bergerak ke dua arah sekaligus, dan hal itu perlu diketahui sebelum halaman ini dipakai. Bagian penatalaksanaannya memuat pengobatan glukokortikoid lengkap sampai dosis pemeliharaan yang dilanjutkan minimal satu tahun, sedangkan kriteria rujukan pada entri yang sama menyatakan bahwa setelah dugaan diagnosis ditegakkan, pasien dirujuk ke pelayanan kesehatan sekunder [1]. Pada tingkat 3A, yang menjadi milik dokter layanan primer adalah terapi awal; penurunan dosis bertahap dan keputusan melanjutkannya selama satu tahun adalah pekerjaan layanan rujukan, dan halaman ini disusun demikian. Satu keanehan kecil dalam penyakit ini membuat batas itu tidak setegas kedengarannya: respons cepat terhadap prednison dosis rendah adalah salah satu kriteria diagnosisnya [1]. Jadi pemberian pertama sekaligus bagian dari penegakan diagnosis, bukan permulaan pengobatan jangka panjang.SKDI 2012 grades polymyalgia rheumatica at 3A, and the header of the PPK FKTP entry prints the same level [1][2]. The two documents agree. The content of the PPK entry moves in two directions at once, and that has to be known before this page is used. Its treatment section carries a complete glucocorticoid course down to a maintenance dose continued for at least a year, while the referral criteria of the same entry state that once the presumptive diagnosis is established the patient is referred to secondary care [1]. At level 3A what belongs to the primary care doctor is the initial treatment; the tapering and the decision to continue for a year are the referral centre's work, and this page is built that way. One small peculiarity of this disease makes that border less sharp than it sounds: a rapid response to low dose prednisone is one of its diagnostic criteria [1]. So the first dose is part of establishing the diagnosis rather than the beginning of long term treatment.
Polimialgia reumatik adalah sindrom klinis dengan etiologi yang tidak diketahui, mengenai orang usia lanjut, dan ditandai nyeri otot proksimal di pinggul dan gelang bahu dengan kekakuan pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam 1.
Gambarannya khas justru karena tiba-tiba. Sekitar 50 persen pasien berada dalam keadaan sehat sebelum onset penyakitnya, dan pada kebanyakan pasien gejalanya muncul pertama kali pada bahu, sementara sisanya bermula di pinggul atau leher; gejala dapat mulai pada satu sisi tetapi biasanya menjadi bilateral dalam beberapa minggu 1.
Yang dikeluhkan pasien lebih sering berupa kehilangan fungsi daripada nyeri. Kekakuannya dapat begitu berat sehingga pasien kesulitan bangkit dari kursi, berbalik di tempat tidur, atau mengangkat tangan lebih tinggi dari bahu 1. Pertanyaan pembuka yang paling berguna pada pasien usia lanjut karena itu bukan seberapa nyeri, melainkan apa yang tidak lagi bisa dikerjakannya sejak beberapa minggu terakhir.
Pemeriksaan fisiknya justru miskin. Tanda dan gejala polimialgia reumatik tidak spesifik, dan temuan obyektif pada pemeriksaan fisik seringkali kurang 1. Kekuatan otot normal dan tidak ada atrofi otot, sehingga keluhan yang berat tidak diikuti temuan yang setara.
Kompetensi dokter layanan primer di sini adalah menegakkan dugaan diagnosis lalu merujuk 12. Prognosisnya dubia ad bonam, bergantung pada ada atau tidaknya komplikasi 1.
Polymyalgia rheumatica is a clinical syndrome of unknown cause affecting older people, marked by proximal muscle pain in the hip and shoulder girdles with morning stiffness lasting more than 1 hour 1.
Its picture is characteristic precisely because it is sudden. About 50 percent of patients are in good health before the onset of the illness, and in most patients the symptoms appear first in the shoulder while the rest begin in the hip or the neck; symptoms may start on one side but usually become bilateral within a few weeks 1.
What patients complain of is more often lost function than pain. The stiffness can be so severe that the patient has difficulty rising from a chair, turning over in bed, or lifting the arms above shoulder height 1. The most useful opening question in an older patient is therefore not how much it hurts but what they can no longer do that they could a few weeks ago.
The examination, by contrast, is poor. The signs and symptoms of polymyalgia rheumatica are not specific, and objective findings on examination are often scant 1. Muscle strength is normal and there is no muscle wasting, so severe complaints are not matched by comparable findings.
The primary care doctor's competence here is to establish the presumptive diagnosis and then refer 12. The prognosis is guarded but favourable, depending on whether complications are present 1.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Yang dicari adalah pola, bukan satu keluhan tunggal 1:
- Onset tiba-tiba pada orang usia lanjut yang sebelumnya sehat; sekitar 50 persen pasien berada dalam kesehatan yang baik sebelum onset.
- Tempat mulainya: bahu pada kebanyakan pasien, sisanya pinggul atau leher.
- Perjalanannya: dapat mulai pada satu sisi tetapi biasanya menjadi bilateral dalam beberapa minggu.
- Nyeri dan kekakuan bahu dan pinggul.
- Kekakuan pagi hari lebih dari 1 jam.
- Fenomena gel, yaitu kekakuan yang muncul setelah periode istirahat.
- Kehilangan fungsi: kesulitan bangkit dari kursi, berbalik di tempat tidur, atau mengangkat tangan lebih tinggi dari bahu.
- Sendi distal yang bengkak, atau yang lebih jarang berupa edema tungkai.
- Carpal tunnel syndrome, yang dapat terjadi pada sebagian pasien.
History. What is being looked for is a pattern rather than one complaint 1:
- Sudden onset in a previously well older person; about 50 percent of patients are in good health before the onset.
- Where it starts: the shoulder in most patients, the hip or the neck in the rest.
- Its course: it may start on one side but usually becomes bilateral within a few weeks.
- Pain and stiffness of the shoulders and hips.
- Morning stiffness lasting more than 1 hour.
- The gel phenomenon, stiffness appearing after a period of rest.
- Lost function: difficulty rising from a chair, turning over in bed, or lifting the arms above shoulder height.
- Swollen distal joints, or less often oedema of the legs.
- Carpal tunnel syndrome, which occurs in some patients.
RujukanReferences
- 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 3 Polimialgia Reumatik, halaman lampiran -299- sampai -301-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, nomor 28 Polimialgia reumatik tingkat 3A dan nomor 15 Mieloma multipel tingkat 1. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 4 Artritis Reumatoid, halaman lampiran -302- sampai -308-. manuver.tireg7.net
- 4.Acharya S, Musa R. Polymyalgia Rheumatica. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov