Pneumotoraks VentilTension Pneumothorax
Tiga dokumen menilai keadaan ini, dan ketiganya perlu dibaca berurutan karena hasilnya tidak sama. SKDI 2012 memisahkan dua butir yang berdampingan pada tabel Sistem Respirasi subkelompok Paru: butir 30 Pneumothorax ventil dan butir 31 Pneumothorax, keduanya Tingkat Kemampuan 3A [3]. Dokumen yang sama mendefinisikan 3A sebagai keadaan yang bukan gawat darurat [3]. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP memuat satu entri berjudul Pneumotoraks dengan Tingkat Kemampuan 4A, dan entri itu membahas pneumotoraks spontan primer dan sekunder saja; bentuk ventil tidak dipisahkan dan tidak disebut di dalamnya [1]. Karena dokumen yang lebih baru tidak memisahkan butir yang dipisahkan SKDI, keduanya tidak bertentangan, dan tingkat yang dipakai untuk halaman ini adalah 3A dari SKDI. Perubahan KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 tidak mengganti entri Pneumotoraks. Yang perlu dinyatakan terang-terangan adalah ini. Penyakitnya duduk di kotak bukan gawat darurat, sedangkan tindakan yang menyelamatkannya bertingkat keterampilan 4A pada kedua dokumen: SKDI memberi Dekompresi jarum tingkat 4A, dan panduan keterampilan klinis nasional memuat prosedurnya lengkap dengan tujuan yang tertulis sebagai tindakan penyelamatan pada tension pneumotoraks [2][3]. Jadi label kompetensi penyakitnya tidak boleh dibaca sebagai izin menunda. Dalam praktik, pneumotoraks ventil ditangani sebagai kegawatan, karena begitulah fisiologinya berjalan dan begitulah tujuan tindakan yang dinilai 4A itu ditulis. Batas dengan entri lain juga ditentukan oleh tingkat. Kor pulmonale akut bertingkat 3B dan memuat tension pneumotoraks sebagai salah satu penyebab syok obstruktifnya [1]; entri ini membahas pneumotoraksnya, entri itu membahas akibat sirkulasinya.Three documents grade this situation, and they have to be read in order because they do not agree. SKDI 2012 separates two adjacent items in the Respiratory System table under Lung: item 30 Tension pneumothorax and item 31 Pneumothorax, both at level 3A [3]. The same document defines 3A as the non-emergency band [3]. The primary care clinical practice guideline carries a single entry titled Pneumotoraks graded 4A, and that entry covers primary and secondary spontaneous pneumothorax only; the tension form is neither separated out nor mentioned in it [1]. Because the newer document does not separate an item that SKDI separates, the two are not in conflict, and the grade used on this page is the SKDI 3A. The KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 amendment did not replace the pneumothorax entry. What has to be said plainly is this. The disease sits in the non-emergency box while the act that saves it is skill level 4A in both documents: SKDI grades needle decompression 4A, and the national clinical skills guideline sets out the procedure with its stated purpose as a life-saving intervention in tension pneumothorax [2][3]. The competency label on the disease is therefore not permission to wait. In practice a tension pneumothorax is handled as an emergency, because that is how the physiology behaves and that is how the purpose of the 4A procedure is written. The boundary with other entries is also set by grade. Acute cor pulmonale is 3B and lists tension pneumothorax among the causes of its obstructive shock [1]; this entry is about the pneumothorax, that one is about the circulatory consequence.
Pneumotoraks adalah adanya udara bebas di dalam rongga pleura 1. Pneumotoraks ventil terjadi ketika robekan pleura bekerja seperti katup satu arah: udara masuk pada setiap tarikan napas dan tidak dapat keluar. Tekanan di dalam hemitoraks yang terkena naik terus, paru di sisi itu kolaps, mediastinum terdorong ke sisi yang sehat, dan vena besar yang berjalan di dalam mediastinum terjepit.
Karena itu pneumotoraks ventil bukan hanya masalah napas. Ketika aliran balik ke jantung kanan terhambat, curah jantung turun dan pasien menjadi syok. Panduan layanan primer menempatkan tension pneumotoraks di antara penyebab syok obstruktif, bersama tromboemboli paru, tamponade jantung, dan obstruksi arterioventrikuler, dan menyebutkan bahwa gejalanya berlanjut sebagai tanda kor pulmonal akut dan payah jantung kanan 1.
Dua hal yang menentukan seluruh isi halaman ini:
- Diagnosisnya klinis. Menunggu foto toraks pada pasien yang trakeanya sudah bergeser dan tekanan darahnya sudah turun adalah menunggu terlalu lama.
- Tindakan yang melegakannya, dekompresi jarum, bertingkat keterampilan 4A, yaitu mampu dilakukan secara mandiri oleh lulusan dokter 23. Dokter layanan primer bukan hanya boleh melakukannya, tetapi memang dinilai mampu melakukannya.
Faktor risiko dan keadaan yang perlu diwaspadai:
- Trauma dada, tumpul maupun tembus 14.
- Penyakit paru yang mendasari, misalnya penyakit paru obstruktif kronik dan tuberkulosis paru, yang membuat pneumotoraks spontan sekunder lebih mudah terjadi 1.
- Pneumotoraks spontan primer pada orang yang tampak sehat, lebih sering pada laki-laki bertubuh tinggi dan kurus, dan pada perokok 1.
- Infeksi paru, termasuk tuberkulosis dan pneumonia 1.
- Serangan asma berat, yang mencantumkan pneumotoraks dan emfisema subkutis pada daftar komplikasinya 1.
- Ventilasi tekanan positif pada pasien yang parunya sudah rusak.
- Pada anak, mediastinum yang lebih mudah bergerak membuat mereka lebih rentan terhadap bentuk ventil ini dibandingkan orang dewasa 4.
A pneumothorax is free air in the pleural space 1. It becomes a tension pneumothorax when the pleural tear behaves as a one way valve: air enters with every breath and cannot get out. Pressure in the affected hemithorax rises without limit, the lung on that side collapses, the mediastinum is pushed towards the healthy side, and the great veins running through the mediastinum are compressed.
A tension pneumothorax is therefore not only a breathing problem. Once return to the right heart is obstructed, cardiac output falls and the patient goes into shock. The primary care guideline places tension pneumothorax among the causes of obstructive shock, alongside pulmonary thromboembolism, cardiac tamponade and atrioventricular obstruction, and notes that the picture goes on to show the signs of acute cor pulmonale and right heart failure 1.
Two facts set the whole content of this page:
- The diagnosis is clinical. Waiting for a chest film in a patient whose trachea has already shifted and whose blood pressure has already fallen is waiting too long.
- The act that relieves it, needle decompression, is skill level 4A, meaning a graduate doctor is assessed as able to perform it independently 23. A primary care doctor is not merely permitted to do it; they are held to be able to do it.
Risk factors and situations to watch:
- Chest trauma, blunt or penetrating 14.
- Underlying lung disease such as chronic obstructive pulmonary disease and pulmonary tuberculosis, which make a secondary spontaneous pneumothorax more likely 1.
- Primary spontaneous pneumothorax in an apparently healthy person, commoner in tall thin men and in smokers 1.
- Lung infection, including tuberculosis and pneumonia 1.
- A severe asthma attack, whose complication list carries pneumothorax and surgical emphysema 1.
- Positive pressure ventilation in a patient whose lungs are already damaged.
- In children, a more mobile mediastinum makes the tension form likelier than in adults 4.
MengenaliRecognising it
Pneumotoraks ventil dikenali di sisi tempat tidur, dengan empat langkah pemeriksaan dada yang seluruhnya bertingkat keterampilan 4A: inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi 3. Tidak ada satupun langkah itu yang membutuhkan alat.
Anamnesis:
- Sesak yang datang mendadak dan bertambah cepat.
- Nyeri dada yang tajam pada sisi yang sakit, timbul tiba-tiba, dan bertambah pada tarikan napas dalam atau batuk 1.
- Keluhan yang muncul saat pasien tidak sedang beraktivitas, yang khas pada pneumotoraks spontan 1.
- Riwayat trauma dada, tumpul maupun tembus 4.
- Riwayat penyakit paru sebelumnya, terutama penyakit paru obstruktif kronik dan tuberkulosis paru 1.
- Riwayat merokok, dan perawakan tinggi kurus pada laki-laki muda 1.
A tension pneumothorax is recognised at the bedside, with the four chest examination steps that are all skill level 4A: inspection, palpation, percussion and auscultation 3. Not one of them needs equipment.
History:
- Breathlessness of sudden onset that is worsening fast.
- Sharp chest pain on the affected side, sudden in onset, worse on deep inspiration or coughing 1.
- Symptoms that begin while the patient is at rest, which is characteristic of spontaneous pneumothorax 1.
- Chest trauma, blunt or penetrating 4.
- Pre-existing lung disease, particularly chronic obstructive pulmonary disease and pulmonary tuberculosis 1.
- Smoking, and a tall thin build in a young man 1.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf J Respirasi angka 10 Pneumotoraks dengan Tingkat Kemampuan 4A, halaman lampiran -485- sampai -487-; Huruf A Kelompok Umum angka 13 Syok, halaman lampiran -74- sampai -80-, untuk tension pneumotoraks sebagai penyebab syok obstruktif; Huruf J Respirasi angka 7 Status Asmatikus, halaman lampiran -464-, untuk pneumotoraks dan emfisema subkutis pada daftar komplikasi. Entri Pneumotoraks tidak diganti oleh perubahan HK.01.07/MENKES/1936/2022. manuver.tireg7.net
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Sistem Respirasi angka 3 Dekompresi Jarum dengan Tingkat Keterampilan 4A, halaman lampiran -992- sampai -993-, meliputi tujuan, alat dan bahan, dan teknik tindakan; angka 4 Terapi Oksigen dan Inhalasi dengan Tingkat Keterampilan 4A pada halaman berikutnya. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Respirasi, butir 30 Pneumothorax ventil dan butir 31 Pneumothorax, keduanya Tingkat Kemampuan 3A, halaman 40; definisi tingkat 3A pada halaman 30 sampai 31; Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Respirasi, butir 11 sampai 14 pemeriksaan fisik dada 4A, butir 19 interpretasi foto toraks 4A, butir 24 Dekompresi jarum 4A, butir 25 Pemasangan WSD tingkat 3, butir 27 Perawatan WSD 4A, butir 30 Terapi oksigen 4A, halaman 69, dengan definisi tingkat keterampilan 3 dan 4 pada halaman 59 sampai 60. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Trauma. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/132/2017, bagian A.2 Breathing pada primary survey dan bagian B.4 Toraks pada secondary survey, halaman -39- sampai -43-, serta bagian Trauma Dada pada anak, halaman -152-, yang menyatakan mobilitas mediastinum membuat anak lebih rentan terhadap bentuk ventil. kemkes.go.id
- 5.Jalota Sahota R, Sayad E. Tension Pneumothorax. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov