Pneumonia AspirasiAspiration Pneumonia

SKDI 2012 menilai pneumonia aspirasi 3B [2]. Dua butir tetangganya menentukan cara membaca angka itu. Pertama, pneumonia dan bronkopneumonia pada tabel yang sama bernilai 4A [2]. Jadi pergeseran dari 4A ke 3B bukan karena penyakitnya lebih berat pada foto toraks, melainkan karena penyebabnya belum selesai: pasien yang mengaspirasi sekali akan mengaspirasi lagi selama gangguan menelannya ada, dan penilaian menelan bukan pekerjaan layanan primer. Kedua, aspirasi sebagai kejadian juga berdiri sebagai butir tersendiri pada subkelompok Trakea tabel yang sama, juga bernilai 3B [2]. Kedua butir itu tidak bertentangan, dan tingkat yang lebih rendah dari keduanya tetap 3B. Entri PPK untuk penyakit ini memuat regimen antibiotik rumah sakit yang lengkap [1]. Pada tingkat 3B regimen itu milik pusat rujukan, dan halaman ini hanya membawa bagian yang diberikan sebelum dan selama pemindahan.SKDI 2012 grades aspiration pneumonia 3B [2]. Two neighbouring items decide how to read that figure. First, pneumonia and bronchopneumonia on the same table are graded 4A [2]. So the step from 4A to 3B is not because the disease looks worse on the chest film, but because its cause is unfinished: a patient who has aspirated once will aspirate again for as long as the swallowing disorder lasts, and assessing swallowing is not primary care work. Second, aspiration as an event also stands as its own item under the Trachea subgroup of the same table, also graded 3B [2]. The two items do not conflict, and the lower of the two grades is still 3B. The PPK entry for this disease carries a complete hospital antibiotic regimen [1]. At 3B that regimen belongs to the referral centre, and this page carries only the part given before and during transfer.

Pneumonia aspirasi adalah pneumonia yang timbul karena bahan yang ada di orofaring terbawa ke saluran napas bawah pada saat bernapas, dan bahan itu dapat merusak parenkim paru 1. Definisi yang lebih ketat memakai dua unsur sekaligus: bukti radiografi berupa penambahan infiltrat di paru, pada pasien yang memang punya faktor risiko aspirasi orofaring 1.

Dua unsur itu menjelaskan mengapa penyakit ini sering terlambat dikenali. Saat aspirasinya terjadi biasanya tidak diketahui, dan yang datang ke ruang periksa adalah pneumonia yang sudah jadi 1. Penyakit ini paling sering pada orang tua 1.

Faktor risikonya 1:

  • Disfagia neurologis.
  • Kelainan pada sambungan gastroesofageal.
    • Kata yang menerangkan kelainan itu pada dokumen sumber salah eja dan tidak dapat dibaca dengan pasti, sehingga yang dapat dinyatakan hanya bahwa sambungan gastroesofageal tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Abnormalitas anatomis traktus aerodigestif atas.

Tiga keadaan itu tidak sembuh bersama pneumonianya, dan itulah sebabnya SKDI menempatkan penyakit ini pada tingkat 3B sementara pneumonia biasa bernilai 4A 2. Beberapa penyakit lain di SPARK mencantumkan aspirasi sebagai komplikasinya sendiri, yaitu status epileptikus, tetanus, tetanus neonatorum, perdarahan gastrointestinal, dan refluks gastroesofageal, sehingga pasien pada halaman-halaman itu adalah calon pasien halaman ini 1.

Aspiration pneumonia is pneumonia that arises because material present in the oropharynx is carried into the lower airway during breathing, and that material can damage the lung parenchyma 1. A tighter definition uses two elements at once: radiographic evidence of added infiltrate in the lung, in a patient who does have risk factors for oropharyngeal aspiration 1.

Those two elements explain why the disease is often recognised late. The moment of aspiration is usually unknown, and what arrives in the consulting room is a pneumonia already formed 1. The disease is commonest in older people 1.

Its risk factors 1:

  • Neurological dysphagia.
  • A disorder of the gastro oesophageal junction.
    • The word describing that disorder is misspelled in the source document and cannot be read with certainty, so all that can be stated is that the gastro oesophageal junction is not doing its job.
  • An anatomical abnormality of the upper aerodigestive tract.

None of those three resolves along with the pneumonia, and that is why SKDI puts this disease at 3B while ordinary pneumonia is 4A 2. Several other SPARK entries list aspiration among their own complications: status epilepticus, tetanus, neonatal tetanus, gastrointestinal bleeding, and gastro oesophageal reflux, so the patients on those pages are the candidates for this one 1.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Keluhannya sedikit dan tidak khas 1:

  • Batuk.
  • Napas cepat.
  • Tanda-tanda pneumonia pada umumnya.

Yang menentukan justru di luar keluhan, yaitu keadaan yang membuat isi orofaring dapat masuk ke saluran napas 1:

  • Disfagia neurologis, misalnya sesudah stroke atau pada penyakit saraf lain yang mengganggu menelan.
  • Kelainan pada sambungan gastroesofageal.
  • Abnormalitas anatomis traktus aerodigestif atas.
  • Usia lanjut, karena penyakit ini paling sering pada orang tua.

History. The complaints are few and not specific 1:

  • Cough.
  • Rapid breathing.
  • The signs of pneumonia in general.

What decides the diagnosis lies outside the complaints, in the conditions that let oropharyngeal contents reach the airway 1:

  • Neurological dysphagia, for example after a stroke or in another neurological disease that disturbs swallowing.
  • A disorder of the gastro oesophageal junction.
  • An anatomical abnormality of the upper aerodigestive tract.
  • Old age, because the disease is commonest in older people.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf J Respirasi butir 8 Pneumonia Aspirasi (halaman lampiran -471- sampai -473-), dengan butir 9 Pneumonia, Bronkopneumonia pada huruf yang sama untuk penilaian keparahan yang dirujuk entri itu. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Respirasi, butir 26 Pneumonia aspirasi tingkat 3B, butir 25 Pneumonia, bronkopneumonia tingkat 4A, dan butir 16 Aspirasi pada subkelompok Trakea tingkat 3B. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Sanivarapu RR, Vaqar S, Gibson J. Aspiration Pneumonia. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.