Persalinan PretermPreterm Labour

SKDI 2012 menempatkan Persalinan preterm pada tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Persalinan dan Nifas, butir 41, dengan tingkat kemampuan 3A [4]. Persalinan prematur juga muncul pada Daftar Masalah sistem reproduksi sebagai butir 13, yaitu sebagai keluhan yang datang sendiri ke layanan primer dan bukan hanya sebagai penyakit yang dirujuk [4]. Arti 3A pada penyakit ini [4]: - Dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk. Butir di sekitarnya pada tabel yang sama memberi ukuran batasnya [4]: - Butir 40, kematian janin dalam rahim, tingkat 2. - Butir 41, persalinan preterm, tingkat 3A. - Butir 43, bayi post matur, tingkat 3A. - Butir 44, ketuban pecah dini, tingkat 3A. - Butir 45, distosia, tingkat 3B, dan butir 47, partus lama, tingkat 3B. Halaman ini punya dua pasien, dan daftar keterampilan memberi keduanya tingkat yang berbeda. Inilah yang paling menentukan bentuk halaman ini [4]: - Untuk ibunya, jalan keluar penyakit ini adalah menunda persalinan atau melahirkan bayi. Menunda dengan tokolitik menuntut pemantauan ibu dan janin yang tidak tersedia di layanan primer, dan melahirkan bayi preterm dengan letak lintang menuntut seksio sesarea, butir 72, tingkat 2. Menolong persalinan sungsang, butir 70, tingkat 3, dan ekstraksi vakum rendah, butir 74, tingkat 3. - Untuk bayinya, hampir seluruhnya mandiri. Resusitasi bayi baru lahir, butir 60, tingkat 4A. Menilai skor Apgar, butir 61, tingkat 4A. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir, butir 62, tingkat 4A. Tata laksana bayi berat lahir rendah dengan perawatan metode kanguru dan inkubator, butir 25 pada kelompok Anak, tingkat 4A. Panduan Keterampilan Klinis pada lampiran PPK memakai angka yang sama: Resusitasi Bayi Baru Lahir dan Tatalaksana Berat Bayi Lahir Rendah keduanya bertingkat keterampilan 4A [2]. Satu batas yang perlu diketahui pada bayi itu: tata laksana bayi baru lahir dengan infeksi berada pada tingkat 3, sedangkan bayi preterm justru kelompok yang paling sering terinfeksi [4]. Bacaan praktisnya: menahan persalinan bukan pekerjaan layanan primer, tetapi menerima bayinya justru pekerjaan layanan primer. Kedua kalimat itu berlaku bersamaan, dan pada penyakit ini keduanya sering terjadi pada pasien yang sama. Tidak ada entri PPK FKTP tersendiri untuk persalinan preterm, baik pada KMK 1186/2022 maupun pada perubahannya [2]. Halaman ini karena itu bersandar pada Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu bab 4.9, yang memuat bab tersendiri untuk keadaan ini [1].SKDI 2012 places Persalinan preterm in the Sistem Reproduksi table, Persalinan dan Nifas subgroup, item 41, at competency level 3A [4]. Premature labour also appears in the reproductive Daftar Masalah as item 13, meaning as a complaint that walks into primary care by itself rather than only as a disease that gets referred [4]. What 3A means for this disease [4]: - The primary care doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, then refers. The neighbouring items in the same table give the boundary its scale [4]: - Item 40, intrauterine fetal death, level 2. - Item 41, preterm labour, level 3A. - Item 43, post mature baby, level 3A. - Item 44, prelabor rupture of membranes, level 3A. - Item 45, dystocia, level 3B, and item 47, prolonged labour, level 3B. This page has two patients, and the skills list gives them different levels. That is what shapes the page more than anything else [4]: - For the mother, the exits are holding the labour back or delivering the baby. Holding it back with tocolytics demands maternal and fetal monitoring that primary care does not have, and delivering a preterm baby lying transverse demands caesarean section, item 72, level 2. Assisting a breech delivery is item 70, level 3, and low vacuum extraction is item 74, level 3. - For the baby, almost all of it is independent. Newborn resuscitation, item 60, level 4A. Apgar scoring, item 61, level 4A. Physical examination of the newborn, item 62, level 4A. Care of the low birth weight baby with kangaroo mother care and incubator, item 25 in the child group, level 4A. The clinical skills annex of the PPK uses the same numbers: newborn resuscitation and care of the low birth weight baby both sit at skill level 4A [2]. One limit worth knowing about that baby: management of the newborn with infection sits at level 3, and the preterm baby is precisely the one most often infected [4]. Read practically: holding a labour back is not primary care work, but receiving the baby is primary care work. Both sentences hold at once, and in this disease they often apply to the same patient. There is no PPK FKTP entry of its own for preterm labour, neither in KMK 1186/2022 nor in its amendment [2]. This page therefore rests on chapter 4.9 of the Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu, which carries a chapter for this condition [1].

Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu 1.

Yang perlu diketahui lebih dulu, karena mengubah cara menghadapi pasiennya: sekitar 70 sampai 80 persen perempuan yang mengalami persalinan prematur ternyata tidak melahirkan prematur, dan perempuan yang serviksnya tidak berubah memang tidak berlanjut menjadi persalinan prematur 3. Karena itu kontraksi sebelum waktunya adalah alasan untuk menilai serviks dan merujuk, bukan alasan untuk memastikan bayi akan lahir hari itu.

Yang membuat keadaan ini gawat bukan kontraksinya melainkan usia bayinya. Paru yang belum matang, suhu tubuh yang belum dapat dijaga, dan daya tahan yang belum lengkap adalah tiga hal yang menentukan nasib bayi preterm, dan ketiganya dapat diperbaiki bila waktu masih ada. Kortikosteroid antenatal pada kehamilan 24 sampai kurang dari 34 minggu terbukti mencegah sindrom distres pernapasan, perdarahan intraventrikular, enterokolitis nekrotikans dan kematian neonatus 3.

Tingkat kemampuan 3A menentukan bentuk halaman ini, dan pada penyakit ini batasnya berjalan di antara dua pasien. Menahan persalinan dengan tokolitik menuntut pemantauan yang tidak ada di layanan primer, sehingga keputusan itu diambil di fasilitas rujukan. Menerima bayi yang terlanjur lahir justru sepenuhnya berada pada kewenangan mandiri layanan primer, karena resusitasi bayi baru lahir dan tata laksana bayi berat lahir rendah keduanya bertingkat keterampilan 4A 24.

Faktor predisposisi 1:

  • Usia ibu di bawah 18 tahun atau di atas 40 tahun.
  • Riwayat persalinan preterm sebelumnya.
  • Ketuban pecah dini.
  • Infeksi intrauterin dan vaginosis bakterialis.
  • Penyakit periodontal.
  • Serviks inkompeten.
  • Kehamilan ganda.
  • Hipertensi.
  • Perkembangan janin terhambat.
  • Solusio plasenta dan plasenta previa.
  • Kurang gizi.
  • Merokok.

Preterm labour is labour that starts before 37 weeks of gestation 1.

What has to be known first, because it changes how the patient is met: about 70 to 80 per cent of women who present in premature labour do not in fact deliver prematurely, and women whose cervix does not change do not progress to premature labour at all 3. So contractions before term are a reason to assess the cervix and refer, not a reason to be certain the baby is arriving today.

What makes this dangerous is not the contractions but the age of the baby. Lungs that are not ready, a body that cannot yet hold its temperature, and incomplete defences are the three things that decide a preterm baby's fate, and all three can be improved if there is still time. Antenatal corticosteroid at 24 to under 34 weeks is proven to prevent respiratory distress syndrome, intraventricular haemorrhage, necrotising enterocolitis and neonatal death 3.

Competency level 3A shapes this page, and here the boundary runs between two patients. Holding the labour back with tocolytics demands monitoring that primary care does not have, so that decision is taken at the referral centre. Receiving a baby who arrives anyway is entirely within the independent competence of primary care, because newborn resuscitation and care of the low birth weight baby both sit at skill level 4A 24.

Predisposing factors 1:

  • Maternal age below 18 or above 40.
  • A previous preterm birth.
  • Prelabor rupture of membranes.
  • Intrauterine infection and bacterial vaginosis.
  • Periodontal disease.
  • Cervical incompetence.
  • Multiple pregnancy.
  • Hypertension.
  • Fetal growth restriction.
  • Placental abruption and placenta praevia.
  • Undernutrition.
  • Smoking.

MengenaliRecognising it

Diagnosis berdiri di atas tiga hal sekaligus, dan kontraksi saja tidak menegakkannya 1:

  • Usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Kontraksi 4 kali dalam 20 menit atau 8 kali dalam 60 menit, diikuti perubahan serviks yang progresif.
  • Pembukaan serviks 2 cm atau lebih.

Kata yang menanggung seluruh beban pada butir kedua adalah progresif. Perubahan serviks dinilai dengan membandingkan dua pemeriksaan yang berjarak waktu, bukan dengan satu penilaian tunggal. Perempuan yang serviksnya tidak berubah tidak berlanjut menjadi persalinan prematur, dan pedoman nasional menyatakan kelompok itu memang sebaiknya tidak diberi tokolisis 3.

The diagnosis stands on three things at once, and contractions alone do not make it 1:

  • Gestational age below 37 weeks.
  • Contractions 4 times in 20 minutes or 8 times in 60 minutes, followed by progressive cervical change.
  • Cervical dilatation of 2 cm or more.

The word carrying the weight in the second point is progressive. Cervical change is judged by comparing two examinations separated in time, not by one assessment. A woman whose cervix does not change does not progress to premature labour, and the national guideline states that this group is precisely the one that should not be given tocolysis 3.

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Edisi I. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013. Bab 4.9 Persalinan Preterm halaman 118 sampai 121, mencakup definisi, tiga butir diagnosis, faktor predisposisi, keadaan yang membatalkan tokolisis, syarat terapi konservatif, obat tokolitik, kortikosteroid, antibiotika profilaksis, langkah mencegah hipotermia dan syarat perawatan metode kanguru; bab 4.10 Ketuban Pecah Dini halaman 122 sampai 123 untuk dosis eritromisin yang berbeda; bab 4.11 Korioamnionitis halaman 124 sampai 125. platform.who.int
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Tidak ada entri tersendiri untuk persalinan preterm pada Huruf N Kesehatan Wanita, dan perubahannya pada KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 juga tidak menambahkannya. Dipakai di sini untuk Panduan Keterampilan Klinis angka 14 Resusitasi Bayi Baru Lahir, Tingkat Keterampilan 4A, halaman lampiran -1082- sampai -1085-, yaitu dua pertanyaan sebelum lahir, langkah awal resusitasi, tenggat ventilasi 2 menit sebelum menyiapkan rujukan dan ketentuan menghentikan resusitasi sesudah 10 menit; dan angka 6 Tatalaksana Berat Bayi Lahir Rendah, Tingkat Keterampilan 4A, halaman lampiran -1145- sampai -1147-, yaitu definisi BBLR, asuhan saat lahir, vitamin K1, salep mata dan syarat imunisasi hepatitis B pertama. manuver.tireg7.net
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Ketuban Pecah Dini, Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/91/2017. Bab IV Tabel 2 medikamentosa dan Bab V bagian Penatalaksanaan komplikasi, yaitu angka 70 sampai 80 persen perempuan dengan persalinan prematur yang tidak melahirkan prematur, larangan tokolisis pada perempuan tanpa perubahan serviks, kortikosteroid betametason pada 24 sampai kurang dari 34 minggu beserta ketentuan tahap tambahan, magnesium sulfat untuk neuroproteksi pada 24 sampai kurang dari 32 minggu, larangan memakai tokolitik tanpa kortikosteroid serentak, ketiadaan manfaat istirahat total dan hidrasi, serta penundaan klem tali pusat 30 sampai 60 detik pada neonatus prematur. kemkes.go.id
  4. 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Persalinan dan Nifas, butir 41 Persalinan preterm, Tingkat Kemampuan 3A; Daftar Masalah sistem reproduksi butir 13 Persalinan prematur. Daftar Keterampilan Klinis, kelompok Sistem Reproduksi: butir 43 Mengukur denyut jantung janin (4A), butir 47 CTG (tingkat 3), butir 60 Resusitasi bayi baru lahir (4A), butir 61 Menilai skor Apgar (4A), butir 62 Pemeriksaan fisik bayi baru lahir (4A), butir 69 Induksi kimiawi persalinan (tingkat 3), butir 70 Menolong persalinan presentasi bokong (tingkat 3), butir 72 Operasi Caesar (tingkat 2), butir 74 Ekstraksi vakum rendah (tingkat 3). Kelompok Anak: butir 25 Tatalaksana BBLR dengan KMC dan inkubator (4A), butir 26 Tatalaksana bayi baru lahir dengan infeksi (tingkat 3). pd.fk.ub.ac.id
  5. 5.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, entri Kehamilan Normal pengganti. Dipakai untuk riwayat melahirkan prematur sebagai keadaan yang membuat aktivitas seksual tidak dianjurkan, Tabel 6 kriteria rujukan ibu hamil, dan Tabel 3 jadwal kunjungan antenatal dengan jumlah kunjungan minimal enam kali. diskes.badungkab.go.id
  6. 6.Jenkins SM, Mikes BA. Preterm Labor. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.