Perforasi membran timpaniTympanic membrane perforation
Tingkat 3A berarti dokter layanan primer mendiagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk. SKDI 2012 memberi butir 77 Perforasi membran timpani tingkat 3A pada tabel TELINGA, di antara butir 76 Benda asing 3A dan butir 78 Otosklerosis 3A. Angka itu perlu dibaca bersama tetangganya yang lain: otitis media akut bertingkat 4A dan otitis media kronik bertingkat 3A. Lubang pada gendang telinga karena itu bukan satu penyakit dengan satu kewenangan. Lubang yang muncul sebagai stadium perforasi otitis media akut berada di dalam penyakit bertingkat 4A dan dituntaskan bersamanya; lubang yang menetap, lubang akibat trauma, dan lubang yang letaknya di marginal atau atik adalah butir 3A ini dan harus dikirim. Memisahkan keduanya adalah isi sebenarnya dari halaman ini.Level 3A means the primary care doctor diagnoses, gives initial treatment, then refers. SKDI 2012 grades item 77 tympanic membrane perforation at 3A in the ear table, between item 76 foreign body at 3A and item 78 otosclerosis at 3A. That number has to be read next to its other neighbours: acute otitis media is 4A and chronic otitis media is 3A. A hole in the drum is therefore not one disease with one remit. A hole that appears as the perforation stage of acute otitis media belongs to a 4A disease and is completed with it; a hole that persists, a hole from trauma, and a hole sitting at the margin or in the attic are this 3A item and have to be sent on. Separating those two is what this page is really about.
Perforasi membran timpani adalah lubang pada gendang telinga. Yang menentukan tatalaksananya bukan besarnya lubang melainkan dua hal lain: dari mana lubang itu datang, dan di mana letaknya pada gendang telinga.
Dua jalur yang berbeda, dan perbedaannya menentukan seluruh halaman ini:
- Perforasi traumatik. Lubang terjadi karena tekanan atau benda dari luar. Panduan Keterampilan Klinis menyebut dua asal lubang pada gendang telinga, yaitu naiknya tekanan telinga tengah pada otitis media akut dan cedera oleh benda dari luar 3. Telinganya kering, dan sebagian besar lubang seperti ini menutup sendiri.
- Perforasi infektif. Lubang adalah akibat penyakit telinga tengah. Pada otitis media akut ia adalah satu stadium yang akan disusul stadium resolusi 1; bila sekret terus keluar lebih dari 2 bulan, penyakitnya sudah berubah menjadi otitis media supuratif kronik 2.
Letak lubang membagi penyakitnya menjadi aman dan berbahaya 24:
- Perforasi sentral pada pars tensa termasuk otitis media supuratif kronik tipe aman.
- Perforasi marginal, yaitu perforasi yang tepinya langsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikum, dan perforasi atik pada pars flaksida termasuk tipe bahaya, karena keduanya adalah tempat kolesteatoma tumbuh.
- Panduan Keterampilan Klinis menyatakan bahwa adanya perforasi tipe atik merupakan ciri pertumbuhan kolesteatoma dan harus segera dirujuk 3.
Tingkat kompetensi dokter layanan primer adalah 3A 5. Kasusnya dikenali, diberi terapi awal, lalu dirujuk. Penutupan lubang, yaitu miringoplasti atau timpanoplasti, dikerjakan di pusat rujukan dan dipertimbangkan pada perforasi yang menetap setelah infeksinya teratasi 4.
Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama tidak memuat entri tersendiri untuk perforasi membran timpani. Kondisi ini muncul sebagai stadium pada entri Otitis Media Akut, sebagai bagian definisi dan kriteria rujukan pada entri Otitis Media Supuratif Kronik, dan sebagai temuan otoskopi pada Panduan Keterampilan Klinis 123. Amandemen KMK 1936/2022 tidak menyentuh Huruf E Telinga 6. Halaman ini menyatukan ketiganya dan menambahkan satu hal yang paling sering salah dilakukan pasien, yaitu urusan air.
A tympanic membrane perforation is a hole in the eardrum. What decides its management is not the size of the hole but two other things: where it came from, and where on the drum it sits.
Two different routes, and the difference governs this whole page:
- Traumatic perforation. The hole comes from pressure or an object from outside. The clinical skills annex names two causes: raised pressure inside the middle ear in acute otitis media, and trauma from a foreign object from outside 3. The ear is dry, and most such holes close on their own.
- Infective perforation. The hole is the consequence of middle ear disease. In acute otitis media it is one stage that will be followed by the resolution stage 1; where discharge continues beyond 2 months the disease has become chronic suppurative otitis media 2.
Where the hole sits divides the disease into safe and dangerous 24:
- A central perforation in the pars tensa belongs to the safe type of chronic suppurative otitis media.
- A marginal perforation, one whose edge reaches the annulus or the tympanic sulcus directly, and an attic perforation in the pars flaccida belong to the dangerous type, because both are where cholesteatoma grows.
- The clinical skills annex states that an attic perforation is a feature of cholesteatoma growth and must be referred at once 3.
Primary care competency is 3A 5. The case is recognised, started on initial treatment, then referred. Closing the hole, meaning myringoplasty or tympanoplasty, is done at the referral centre and is considered for a perforation that persists once the infection has resolved 4.
The national primary care guideline has no entry of its own for tympanic membrane perforation. It appears as a stage in the acute otitis media entry, as part of the definition and the referral criteria in the chronic suppurative otitis media entry, and as an otoscopic finding in the clinical skills annex 123. The 1936/2022 amendment does not touch section E on the ear 6. This page joins those three together and adds the one thing patients most often get wrong, which is water.
MengenaliRecognising it
Dua pertanyaan diselesaikan pada kunjungan pertama, dan keduanya dijawab dengan otoskop: dari mana lubang ini datang, dan di mana letaknya.
Anamnesis untuk memisahkan traumatik dari infektif:
- Perforasi traumatik:
- Nyeri mendadak yang hebat lalu segera mereda, sering disertai suara seperti letusan.
- Riwayat tamparan atau pukulan pada telinga, ledakan, terjun ke air, menyelam, penerbangan, membersihkan telinga dengan cotton bud atau benda lain, atau percikan las.
- Pendengaran menurun sejak saat kejadian, telinga berdenging, dan kadang keluar sedikit darah.
- Telinganya kering setelah darahnya berhenti.
- Perforasi infektif:
- Nyeri telinga dan demam beberapa hari sebelumnya, lalu nyeri mereda tepat ketika cairan mulai keluar. Urutan itu adalah pergantian stadium supurasi menjadi stadium perforasi pada otitis media akut 1.
- Sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul lebih dari 2 bulan menandakan otitis media supuratif kronik 2.
- Sekret berbau sangat busuk, berwarna kuning keabuan, dan kepingan putih mengkilat adalah gambaran tipe bahaya 2.
Two questions are settled at the first visit, and both are answered with an otoscope: where did this hole come from, and where does it sit.
History, to separate traumatic from infective:
- Traumatic perforation:
- Sudden severe pain that eases almost at once, often with a bang.
- A history of a slap or blow to the ear, an explosion, jumping into water, diving, a flight, cleaning the ear with a cotton bud or another object, or a welding spark.
- Hearing down since the moment it happened, ringing in the ear, and sometimes a little blood.
- The ear is dry once the bleeding stops.
- Infective perforation:
- Ear pain and fever for some days, then pain easing exactly as fluid begins to come out. That sequence is the change from the suppurative stage to the perforation stage of acute otitis media 1.
- Discharge that runs continuously or comes and goes for more than 2 months marks chronic suppurative otitis media 2.
- Foul smelling discharge, yellow grey in colour, with shiny white flakes is the picture of the dangerous type 2.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga, angka 2 Otitis Media Akut, halaman lampiran -255- sampai -260-, termasuk lima stadium dengan tabel hasil otoskopi, obat cuci telinga stadium perforasi, daftar komplikasi, dan kriteria rujukan. manuver.tireg7.net
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga, angka 3 Otitis Media Supuratif Kronik, halaman lampiran -260- sampai -263-, termasuk definisi berbasis perforasi dan sekret lebih dari 2 bulan, otoskopi tipe aman dan tipe bahaya, obat cuci telinga, antibiotik topikal, konseling menjaga telinga tidak kemasukan air, dan kriteria rujukan. manuver.tireg7.net
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, angka 13 Pemeriksaan Fisik Telinga, halaman lampiran -950- sampai -957-, termasuk penyebab perforasi membran timpani, keterangan bahwa perforasi tipe atik harus segera dirujuk, dan uraian timpanosklerosis. manuver.tireg7.net
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Otitis Media Supuratif Kronik, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/350/2018. Dipakai untuk pembagian letak perforasi menjadi sentral, marginal, dan atik, untuk gejala komplikasi emergensi yang mengindikasikan perujukan segera, untuk indikasi timpanoplasti pada perforasi persisten pascaresolusi infeksi, dan untuk anjuran mempertahankan telinga tetap kering. keslan.kemkes.go.id
- 5.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel TELINGA, butir 77 Perforasi membran timpani dengan Tingkat Kemampuan 3A, dibaca bersama butir 71 Otitis media akut 4A, butir 73 Otitis media kronik 3A, dan butir 84 Trauma akustik akut 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 6.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Diperiksa untuk memastikan Huruf E Telinga tidak termasuk yang diubah maupun yang ditambahkan. diskes.badungkab.go.id
- 7.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga, angka 1 Otitis Eksterna, halaman lampiran -252- sampai -255-, dipakai untuk contoh analgetik dan untuk konseling yang melarang mengorek telinga. manuver.tireg7.net
- 8.Sutton AE, Weimer AD. Tympanic Membrane Perforation. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov