Perdarahan subkonjungtivaSubconjunctival haemorrhage

SKDI 2012 menempatkan Perdarahan subkonjungtiva pada tingkat 4A dalam kelompok penyakit konjungtiva, sehingga dokter umum menuntaskan kasus ini di layanan primer. Kewenangan tuntas di sini berarti menegakkan diagnosis, meyakinkan pasien, dan mencari penyakit yang mendasari, karena perdarahannya sendiri tidak diobati. Pembatasnya satu dan tajam: PPK FKTP meminta rujukan segera ke dokter spesialis mata bila visus menurun, sebab visus yang turun berarti kerusakan berada di luar konjungtiva.SKDI 2012 places Subconjunctival haemorrhage at level 4A in the conjunctival disease group, so a general practitioner manages the case to completion in primary care. Complete management here means making the diagnosis, reassuring the patient and looking for an underlying condition, because the haemorrhage itself is not treated. There is one sharp boundary: PPK FKTP asks for immediate ophthalmology referral if visual acuity has fallen, since reduced acuity means the damage lies outside the conjunctiva.

Perdarahan subkonjungtiva adalah darah yang keluar dari pembuluh konjungtivalis atau episklera dan terkumpul di bawah konjungtiva, sehingga bagian putih mata tertutup bercak merah yang berbatas tegas 1. Sebagian besar kasus timbul spontan tanpa sebab yang jelas, dan hanya sebagian kecil berkaitan dengan trauma atau kelainan sistemik; semua kelompok umur dapat mengalaminya, dan sekitar 90 persen mengenai satu mata saja 1.

Yang membuat keluhan ini datang ke klinik adalah penampakannya, bukan gejalanya: mata tidak nyeri, penglihatan tidak turun, dan bercaknya hilang sendiri dalam 1 sampai 2 minggu 1. Bercak itu justru melebar pada 24 jam pertama sebelum menyusut, dan pasien yang tidak diberi tahu akan datang kembali karena mengira penyakitnya memburuk 1.

Faktor risiko yang disebutkan pedoman 1:

  • Hipertensi atau aterosklerosis.
  • Trauma, tumpul maupun tajam.
  • Penggunaan obat, terutama pengencer darah.
  • Manuver valsava, misalnya saat batuk atau muntah.
  • Anemia.
  • Benda asing.
  • Konjungtivitis.

Kompetensi dokter umum 4A 2. Pekerjaan dokter di sini bukan mengobati bercaknya, melainkan memastikan penglihatan utuh dan menelusuri sebab di belakangnya.

A subconjunctival haemorrhage is blood that has escaped from a conjunctival or episcleral vessel and collected beneath the conjunctiva, so the white of the eye is covered by a sharply bounded red patch 1. Most cases arise spontaneously with no identified cause, and only a minority are linked to trauma or systemic disease; any age group can be affected, and about 90 per cent involve one eye only 1.

What brings this complaint to the clinic is how it looks rather than how it feels: the eye is not painful, vision does not fall, and the patch clears on its own within 1 to 2 weeks 1. The patch in fact spreads over the first 24 hours before it shrinks, and a patient who is not warned will come back believing the condition is getting worse 1.

The risk factors the guideline names 1:

  • Hypertension or atherosclerosis.
  • Trauma, blunt or sharp.
  • Medication, particularly blood thinners.
  • Valsalva manoeuvre, for instance with coughing or vomiting.
  • Anaemia.
  • A foreign body.
  • Conjunctivitis.

GP competency is 4A 2. The doctor's work here is not to treat the patch but to confirm that vision is intact and to trace the cause behind it.

MengenaliRecognising it

Anamnesis 1:

  • Terlihat darah pada sklera; warnanya merah terang bila lapisannya tipis dan merah tua bila tebal.
  • Sebagian besar pasien tidak punya gejala lain selain darah yang terlihat itu.
  • Perdarahan meluas pada 24 jam pertama, lalu ukurannya berkurang perlahan karena diabsorpsi.

Pemeriksaan fisik dimulai dari status generalis, lalu pemeriksaan oftalmologi 1:

  • Perdarahan tampak pada sklera, merah terang atau merah tua sesuai tebalnya.
  • Tajam penglihatan umumnya 6/6. Bila visus kurang dari 6/6, kerusakan dicurigai berada di luar konjungtiva.
  • Funduskopi diperlukan pada setiap penderita yang perdarahannya terjadi akibat trauma.

History 1:

  • Blood is visible on the sclera; it looks bright red where the layer is thin and dark red where it is thick.
  • Most patients have no symptom at all beyond the blood they can see.
  • The haemorrhage spreads over the first 24 hours, then shrinks slowly as it is absorbed.

Examination starts with general status, then the ophthalmological examination 1:

  • Blood is seen on the sclera, bright red or dark red according to its thickness.
  • Visual acuity is generally 6/6. If acuity is below 6/6, damage is suspected somewhere other than the conjunctiva.
  • Funduscopy is required in every patient whose haemorrhage followed trauma.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1186/2022, kelompok penyakit Mata. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012: Daftar Penyakit dan Daftar Keterampilan Klinis, Sistem Indra. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Zeppieri M, Noohani T. Subconjunctival Hemorrhage. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
  4. 4.Tarlan B, Kiratli H. Subconjunctival hemorrhage: risk factors and potential indicators. Clin Ophthalmol. 2013;7:1163-1170. ncbi.nlm.nih.gov
  5. 5.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, versi 2025-01: 9A61.5 Conjunctival or subconjunctival haemorrhage. Dipakai untuk kode ICD-11 pada entri ini. icd.who.int

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.