Perdarahan SubarakhnoidSubarachnoid Haemorrhage
SKDI 2012 menempatkan Perdarahan subarakhnoid pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Penyakit Neurovaskular, butir nomor 32, dengan Tingkat Kemampuan 3B dan tanpa kata pembatas. Tingkat 3B berarti dokter membuat diagnosis klinis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan kecacatan, menentukan rujukan yang paling tepat, dan menindaklanjuti sesudah pasien kembali dari rujukan. Seluruh subkelompok itu bernilai 3B: butir 29 TIA, butir 30 Infark serebral, butir 31 Hematom intraserebral, butir 32 Perdarahan subarakhnoid, dan butir 33 Ensefalopati hipertensi. Untuk penyakit ini, angka 3B punya arti yang khas. Diagnosisnya menuntut CT scan dan, bila CT negatif, pungsi lumbal; terapinya menuntut bedah saraf atau tindakan endovaskular. Tidak satu pun tersedia di layanan primer. Yang dapat dan harus dikerjakan dokter layanan primer adalah mengenali nyeri kepala hebat yang mendadak sebagai kemungkinan perdarahan subarakhnoid, menstabilkan, dan mengirim pasien ke tempat yang memiliki keduanya. Berbeda dari infark serebral, penyakit ini tidak memiliki entri tersendiri pada PPK FKTP. Entri Stroke pada PPK mencakup stroke hemoragik dalam uraiannya, tetapi kode ICD-10 pada header entri itu berada pada tingkat infark serebral, dan tidak ada bagian yang khusus membahas perdarahan subarakhnoid. Panduan nasional yang membahasnya tersendiri adalah PNPK Tata Laksana Stroke 2026.SKDI 2012 places Perdarahan subarakhnoid in the SISTEM SARAF table, Penyakit Neurovaskular subgroup, item 32, at competency 3B with no qualifying words. Level 3B means the doctor makes the clinical diagnosis, gives emergency initial treatment to save life or prevent deterioration and disability, decides the most appropriate referral, and follows the patient up after the referral. The whole subgroup is graded 3B: item 29 TIA, item 30 Infark serebral, item 31 Hematom intraserebral, item 32 Perdarahan subarakhnoid, and item 33 Ensefalopati hipertensi. For this disease the 3B has a particular meaning. Diagnosis requires a CT scan and, when the CT is negative, a lumbar puncture; treatment requires neurosurgery or an endovascular procedure. None of that exists in primary care. What the primary care doctor can and must do is recognise a sudden severe headache as possible subarachnoid haemorrhage, stabilise, and send the patient to a place that has both. Unlike cerebral infarction, this disease has no entry of its own in PPK FKTP. The PPK stroke entry does describe haemorrhagic stroke, but the ICD-10 code on that entry's header sits at the cerebral infarction level, and no part of it deals specifically with subarachnoid haemorrhage. The national document that treats it separately is the 2026 national stroke guideline.
Perdarahan subarakhnoid adalah perdarahan yang terjadi di ruang antara otak dan selaput araknoid, dan penyebab tersering adalah ruptur aneurisma serebral 1. Bersama perdarahan intraventrikuler, keadaan ini merupakan salah satu dari tiga jenis utama stroke, di samping stroke iskemik dan perdarahan intraserebral spontan 1.
Gejala utamanya adalah satu keluhan, dan keluhan itu dapat dikenali tanpa alat: nyeri kepala hebat yang datang tiba-tiba. Identifikasi dini thunderclap headache sebagai tanda utama perdarahan subarakhnoid direkomendasikan justru untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan 1. Pada pasien sadar berusia di atas 15 tahun dengan nyeri kepala hebat dalam 1 jam terakhir tanpa riwayat trauma, dilakukan penapisan untuk perdarahan subarakhnoid dengan Ottawa SAH rules 1.
Angka yang paling menentukan halaman ini 1:
- Rujuk ke fasilitas dengan layanan Neuro-ICU atau bedah saraf untuk persiapan tindakan definitif berupa coiling atau clipping secepat mungkin, idealnya dalam 24 jam.
- Tindakan clipping atau coiling sendiri direkomendasikan sedini mungkin, idealnya kurang dari 24 jam sejak awitan, untuk memperbaiki luaran klinis.
- Rujukan dini ke rumah sakit stroke dengan fasilitas komprehensif sangat dianjurkan untuk sebagian besar kasus.
Dua puluh empat jam itu bukan batas administratif. Selama aneurismanya belum diamankan, risiko perdarahan ulang tetap ada, dan tindakan dini menurunkan risiko itu 1.
Kompetensi dokter layanan primer 3B 3. Entri ini karena itu berhenti pada pengenalan, stabilisasi, dan rujukan; pencitraan, penilaian derajat, pencegahan perdarahan ulang, dan tindakan definitif berada di rumah sakit rujukan.
Subarachnoid haemorrhage is bleeding into the space between the brain and the arachnoid membrane, and its commonest cause is rupture of a cerebral aneurysm 1. Together with intraventricular haemorrhage it is one of the three main stroke types, alongside ischaemic stroke and spontaneous intracerebral haemorrhage 1.
Its leading symptom is a single complaint, and that complaint can be recognised without equipment: a severe headache of sudden onset. Early identification of thunderclap headache as the cardinal sign of subarachnoid haemorrhage is recommended precisely because it lowers mortality and morbidity 1. In a conscious patient over 15 years old with a severe headache within the last hour and no history of trauma, screening for subarachnoid haemorrhage is done with the Ottawa SAH rules 1.
The figures that govern this page 1:
- Refer to a facility with a neuro-intensive care or neurosurgical service to prepare definitive treatment by coiling or clipping as soon as possible, ideally within 24 hours.
- The clipping or coiling itself is recommended as early as possible, ideally under 24 hours from onset, to improve clinical outcome.
- Early referral to a stroke hospital with comprehensive facilities is strongly advised for most cases.
Those twenty-four hours are not an administrative limit. While the aneurysm remains unsecured the risk of rebleeding persists, and early intervention lowers that risk 1.
Primary care competency is 3B 3. This entry therefore stops at recognition, stabilisation, and referral; imaging, grading, rebleeding prevention, and definitive treatment sit at the referral hospital.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Satu keluhan mendominasi, dan mengenalinya adalah inti kompetensi 3B pada penyakit ini 1:
- Nyeri kepala hebat yang muncul tiba-tiba, thunderclap headache, sebagai tanda utama.
- Nyeri kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya juga merupakan salah satu butir SeGeRa Ke RS, singkatan nasional untuk pengenalan gejala stroke 1 2.
Keluhan penyerta yang sering ada, dan yang pada entri PPK FKTP menjadi petunjuk klinis ke arah stroke perdarahan 2:
History. One complaint dominates, and recognising it is the core of the 3B competency in this disease 1:
- A severe headache of sudden onset, thunderclap headache, as the cardinal sign.
- A severe headache never felt before is also one item of SeGeRa Ke RS, the national mnemonic for stroke recognition 1 2.
Accompanying complaints that are often present, and that the PPK FKTP entry uses as clinical pointers towards haemorrhagic stroke 2:
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Stroke, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/304/2026. Keputusan ini mencabut KMK HK.01.07/MENKES/394/2019. Bagian yang dipakai: Definisi dan Klasifikasi, Diagnosis, Tata Laksana FPKTP, dan Tata Laksana Stroke Perdarahan Subaraknoid. keslan.kemkes.go.id
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf H Neurologi angka 9 Stroke. Dipakai untuk petunjuk klinis pembeda stroke perdarahan dan untuk menunjukkan bahwa tidak ada entri perdarahan subarakhnoid tersendiri. diskes.badungkab.go.id
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, butir 32 Perdarahan subarakhnoid, Tingkat Kemampuan 3B. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Ziu E, Khan Suheb MZ, Mesfin FB. Subarachnoid Hemorrhage. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov