Penyakit MeniereMeniere disease

SKDI 2012 memberi butir 36 Meniere's disease tingkat 3A pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Gangguan Sistem Vaskular, tanpa kata pembatas. Angka itu adalah inti seluruh halaman ini, karena tetangganya di baris berikutnya, butir 37 Vertigo dengan pembatas BPPV, bertingkat 4A. Dua penyebab vertigo vestibular perifer karena itu diberi kewenangan yang berbeda oleh SKDI sendiri: BPPV dituntaskan di layanan primer, sedangkan penyakit Meniere dikenali, diberi penanganan awal, lalu dirujuk. Dua catatan perlu dibawa terbuka. Pertama, penempatan butir ini di bawah subkelompok gangguan sistem vaskular tidak sejalan dengan letak penyakitnya, dan entri PPK FKTP yang menyebut namanya justru menempatkannya di kolom gangguan otologi. Ketidakcocokan yang sama sudah tercatat pada entri BPPV. Kedua, nama butir ini pada SKDI ditulis dalam bahasa Inggris dengan bentuk milik, sementara Atlas memakai bentuk tanpa tanda milik dan tanpa tanda diakritik mengikuti judul ICD-11 yang berlisensi bebas.SKDI 2012 places item 36 Meniere's disease at level 3A in the SISTEM SARAF table, subgroup Gangguan Sistem Vaskular, with no qualifying wording. That grade is the whole point of this page, because its neighbour on the next line, item 37 Vertigo qualified as BPPV, is 4A. SKDI itself therefore gives two causes of peripheral vestibular vertigo different levels of authority: BPPV is finished in primary care, while Meniere disease is recognised, given initial treatment, and referred. Two notes have to be carried openly. First, filing this item under a vascular system subgroup does not match where the disease sits, and the PPK FKTP entry that names it puts it in the otological column instead. The same mismatch is already recorded on the BPPV entry. Second, SKDI writes the item name in English with a possessive, while Atlas uses the form without possessive and without diacritic, following the freely licensed ICD-11 title.

Penyakit Meniere adalah salah satu penyebab vertigo vestibular perifer, yaitu gangguan pada telinga dalam yang menimbulkan serangan pusing berputar disertai keluhan pendengaran pada telinga yang sama 1.

Satu hal perlu dinyatakan terus terang di depan, karena ia menentukan cara membaca seluruh halaman ini. Tidak ada dokumen nasional Indonesia yang membahas penyakit ini tersendiri. PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit Meniere; namanya muncul dua kali di dalam entri Vertigo, sekali sebagai salah satu penyebab vertigo vestibular perifer dan sekali di kolom gangguan otologi pada tabel diagnosis bandingnya 1. Panduan Praktik Klinis Neurologi PERDOSSI 2016 menyebut namanya satu kali, sebagai diagnosis banding pada bab Vertigo 3. Tidak satu pun dari keduanya memuat batasan penyakit, lama serangan, kriteria pendengaran, kriteria diagnosis, maupun terapi untuk penyakit ini.

Kompetensi dokter layanan primer 3A 2. Penyakit ini dikenali di layanan primer, diberi penanganan awal, lalu dirujuk. Angka itu berdiri berdampingan dengan angka 4A untuk BPPV pada baris SKDI berikutnya, dan perbedaan satu tingkat itulah pesan utama halaman ini: dua penyebab vertigo perifer, dua kewenangan yang berbeda 2. PERDOSSI menyatakan hal yang sejalan dari sisi pelayanan, yaitu bahwa yang dilayani di fasilitas primer adalah BPPV 3.

Untuk cara memisahkan vertigo vestibular dari non vestibular, cara memisahkan bentuk perifer dari bentuk sentral, dan pemeriksaan keseimbangan yang tersedia di layanan primer, entri Atlas vertigo BPPV memuat seluruhnya dan tidak diulang di sini 1.

Meniere disease is one of the causes of peripheral vestibular vertigo, a disorder of the inner ear producing attacks of spinning together with hearing complaints in the same ear 1.

One thing has to be said plainly at the front, because it decides how the whole page should be read. No Indonesian national document deals with this disease in its own right. PPK FKTP carries no entry for Meniere disease; the name appears twice inside the Vertigo entry, once among the causes of peripheral vestibular vertigo and once in the otological column of its differential table 1. The PERDOSSI Panduan Praktik Klinis Neurologi 2016 names it once, as a differential diagnosis in the Vertigo chapter 3. Neither carries a definition, an attack duration, a hearing criterion, a diagnostic criterion, or any treatment for this disease.

Primary care competence is 3A 2. The disease is recognised in primary care, given initial treatment, then referred. That grade sits beside the 4A for BPPV on the next SKDI line, and the one level difference is the main message of this page: two causes of peripheral vertigo, two different levels of authority 2. PERDOSSI says the same thing from the service side, that what is served at the primary facility is BPPV 3.

For separating vestibular from non vestibular vertigo, separating the peripheral form from the central form, and the balance tests available in primary care, the Atlas entry on BPPV carries all of it and it is not repeated here 1.

MengenaliRecognising it

Tidak ada kriteria diagnosis untuk penyakit ini pada dokumen nasional mana pun. Tidak ada batasan penyakit, tidak ada lama serangan, tidak ada kriteria pendengaran, tidak ada penggolongan derajat, dan tidak ada pemeriksaan penunjang yang dinamai 13. Itu temuan, dan itu yang membentuk bagian ini.

Dua tempat namanya muncul di PPK FKTP, dan keduanya menentukan letaknya dalam alur berpikir 1:

  • Pada daftar penyebab vertigo vestibular perifer, berdampingan dengan BPPV, neuritis vestibularis, oklusi arteri labirin, radang labirin, obat ototoksik, sebab autoimun, tumor nervus VIII, kompresi mikrovaskular, dan fistel perilimfe.
  • Pada tabel diagnosis banding, di kolom gangguan otologi, berdampingan dengan neuritis vestibularis, radang labirin, superior canal dehiscence syndrome, dan vertigo pasca trauma.

There is no diagnostic criterion for this disease in any national document. There is no definition, no attack duration, no hearing criterion, no severity grading, and no named investigation 13. That is a finding, and it shapes this section.

The two places the name appears in PPK FKTP, and both fix where it sits in the reasoning 1:

  • In the list of causes of peripheral vestibular vertigo, alongside BPPV, vestibular neuritis, occlusion of the labyrinthine artery, inflammation of the labyrinth, ototoxic drugs, autoimmune causes, tumour of the eighth nerve, microvascular compression, and perilymph fistula.
  • In the differential table, in the otological column, alongside vestibular neuritis, inflammation of the labyrinth, superior canal dehiscence syndrome, and post-traumatic vertigo.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Neurologi, angka 3 Vertigo, halaman lampiran -327- sampai -335-, dengan penyebutan penyakit ini pada daftar penyebab vertigo perifer di halaman -329- dan pada kolom gangguan otologi Tabel 8.6 di halaman -334-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, subkelompok Gangguan Sistem Vaskular, butir 36 dengan Tingkat Kemampuan 3A dan butir 37 dengan Tingkat Kemampuan 4A, halaman 34. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Vertigo, halaman 133 sampai 137, dengan penyebutan penyakit ini pada daftar diagnosis banding di halaman 134 dan pernyataan kewenangan fasilitas pelayanan kesehatan primer di halaman 136. snars.web.id
  4. 4.Meniere Disease. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.