Penyakit Cacing TambangHookworm Disease
SKDI 2012 memberi Penyakit cacing tambang tingkat 4A tanpa syarat tambahan, sehingga lulusan dokter diharapkan mendiagnosis dan menuntaskan sendiri penatalaksanaannya [2]. PPK FKTP tidak mempersempitnya: kolom kriteria rujukan pada entri ini kosong [1]. Batas praktisnya bukan diagnosis melainkan derajat anemianya, dan itu diuraikan pada bagian komplikasi dan rujukan.SKDI 2012 grades hookworm disease at level 4A with no qualifier attached, so the graduate is expected to diagnose it and carry management through to the end [2]. The PPK FKTP does not narrow that: the referral criteria field on this entry is empty [1]. The practical limit is not the diagnosis but the depth of the anaemia, and that is set out in the complications and referral sections.
Penyakit cacing tambang adalah infestasi Necator americanus dan Ancylostoma duodenale, nematoda yang melekat pada mukosa usus halus dan hidup dari darah hospesnya 1. Manusia adalah hospes kedua spesies itu; N. americanus lebih banyak ditemukan di Indonesia daripada A. duodenale 1. Sekitar 576 sampai 740 juta orang di dunia diperkirakan mengidapnya 1.
Jalan masuknya lewat kulit, bukan lewat mulut. Telur menetas di tanah dan larvanya matang menjadi bentuk yang sanggup menembus kulit utuh, sehingga infeksi paling sering didapat dengan berjalan tanpa alas kaki di tanah tercemar 3. Itulah sebabnya sebarannya di Indonesia terpusat di pedesaan, terutama perkebunan, dan pada pekerja kebun yang setiap hari memegang tanah angka infeksinya melampaui 70 persen 1. Pada anak, separuh sudah terkena sebelum usia 5 tahun dan 90 persen terkena pada usia 9 tahun; intensitasnya menanjak sampai usia 6 sampai 7 tahun lalu mendatar 1.
Yang membuat penyakit ini penting bukan keluhan perutnya melainkan kehilangan darah yang berlangsung menahun. Cacing dewasa memakan jaringan hospes termasuk darahnya, sehingga besi dan protein ikut terbuang, dan anemia adalah akibat yang paling merugikan 3. Penyakit ini dikenali dan dituntaskan di layanan primer.
Faktor risiko 1:
- Tidak memakai alas kaki ketika menginjak tanah.
- Jamban keluarga tidak tersedia atau tidak dipakai.
- Tinja dipakai sebagai pupuk.
- Perilaku hidup bersih dan sehat yang belum terbentuk.
Hookworm disease is infestation with Necator americanus and Ancylostoma duodenale, nematodes that attach to the small bowel mucosa and live off the host's blood 1. Humans are the host of both species; N. americanus is found more often in Indonesia than A. duodenale 1. Around 576 to 740 million people worldwide are estimated to carry it 1.
The way in is through skin, not through the mouth. Eggs hatch in soil and the larvae mature into a form able to cross intact skin, so infection is most often picked up by walking barefoot on contaminated ground 3. That is why the Indonesian distribution sits in rural areas and above all on plantations, where infection exceeds 70 percent among workers who handle soil every day 1. Among children, half are already infected before the age of 5 and 90 percent by the age of 9; intensity climbs until the age of 6 to 7 and then levels off 1.
What makes this disease matter is not the abdominal complaint but the blood lost steadily over years. Adult worms feed on host tissue including blood, so iron and protein go with it, and anaemia is the costliest consequence 3. The disease is recognised and finished in primary care.
Risk factors 1:
- Going barefoot on soil.
- No family latrine, or one that is not used.
- Faeces used as fertiliser.
- Hygiene habits that have not been established.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Keluhan dibagi menurut tahap parasitnya, dan beratnya mengikuti jumlah cacing yang dibawa: makin banyak cacingnya makin mencolok gejalanya 1.
Tahap migrasi larva 1:
- Rasa gatal di kulit tempat larva menembus, dikenal sebagai ground itch. Bakteri piogenik dapat ikut terbawa masuk bersama larva.
- Creeping eruption atau cutaneous larva migrans. Penyebab tersering adalah larva cacing tambang hewan, misalnya dari kucing atau anjing, tetapi kadang N. americanus atau A. duodenale sendiri yang menimbulkannya.
- Pneumonitis ketika larva melewati paru. Kejadiannya lebih jarang daripada pada larva Ascaris lumbricoides.
History. Complaints follow the stage of the parasite, and severity follows worm burden: the heavier the infection, the more obvious the picture 1.
Larval migration stage 1:
- Itching at the skin where larvae cross, known as ground itch. Pyogenic bacteria can be carried in alongside the larvae.
- Creeping eruption, or cutaneous larva migrans. The usual cause is animal hookworm larvae, for example from a cat or a dog, though N. americanus or A. duodenale themselves occasionally produce it.
- Pneumonitis as larvae cross the lung. It happens less often than with Ascaris lumbricoides larvae.
RujukanReferences
- 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf C Digestive butir 18. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, nomor 43. pd.fk.ub.ac.id
- 3.World Health Organization. Soil-transmitted helminth infections. Fact sheet. who.int
- 4.Ghodeif AO, Newera A, Tobin EH. Hookworm. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov