Pedikulosis KapitisPediculosis Capitis
SKDI 2012 menilai butir 30 Pedikulosis kapitis pada tingkat 4A tanpa kata pembatas, dan angka 4A yang sama ada pada header entri PPK FKTP. Batas praktisnya datang dari isi PPK: pedikulosid yang dianjurkan sebaiknya tidak dipakai pada anak berusia kurang dari 2 tahun, sementara tidak ada obat pengganti maupun perintah merujuk untuk kelompok itu.SKDI 2012 grades item 30 Pedikulosis kapitis at 4A with no qualifying word, and the same 4A appears in the PPK FKTP entry header. The practical limit comes from the content of PPK: the pediculicide it recommends should not be used in children under 2 years, while no substitute drug and no instruction to refer are given for that group.
Pedikulosis kapitis adalah infeksi dan infestasi kulit kepala serta rambut oleh kutu kepala Pediculus humanus var. capitis 1. Sasarannya terutama anak usia muda, dan penyebarannya cepat pada lingkungan hidup yang padat seperti asrama dan panti asuhan, apalagi bila rambut jarang dibersihkan atau memang sulit dibersihkan, misalnya rambut yang sangat panjang 1. Kompetensi dokter layanan primer 4A 12.
Gatal kepala adalah keluhan yang paling sering, tetapi sebagian infestasi berjalan tanpa gejala sama sekali 1. Karena itu memeriksa kepala kontak dekat lebih dapat diandalkan daripada menunggu mereka mengeluh.
Penularan 1:
- Kontak fisik erat antara kepala dan kepala, misalnya tidur bersama.
- Barang terinfestasi yang dipakai bergantian, misalnya aksesori kepala, sisir, dan bantal.
Faktor risiko 1:
- Status sosial ekonomi yang rendah.
- Higiene perorangan yang rendah.
- Perempuan lebih sering terkena daripada laki-laki, terutama pada populasi anak usia sekolah.
Pediculosis capitis is infection and infestation of the scalp and hair by the head louse Pediculus humanus var. capitis 1. It targets young children above all, and it spreads fast where people live packed together such as dormitories and orphanages, more so where hair is rarely cleaned or is hard to clean, for example very long hair 1. Primary care competency is 4A 12.
Scalp itch is the commonest complaint, but part of the infestations run with no symptom at all 1. That is why examining the heads of close contacts is more reliable than waiting for them to complain.
Transmission 1:
- Close physical contact head to head, for example sharing a bed.
- Infested items used in turn, for example hair accessories, combs, and pillows.
Risk factors 1:
- Low socioeconomic standing.
- Low personal hygiene.
- Females are affected more often than males, especially in the school age population.
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan syaratnya menemukan kutu atau telurnya di kulit kepala dan rambut 1. Tanpa temuan itu diagnosis belum berdiri.
Keluhan 1:
- Gatal di kepala, akibat reaksi hipersensitivitas terhadap air liur kutu ketika mengisap darah dan terhadap fesesnya.
- Dapat pula tanpa gejala sama sekali.
Pemeriksaan fisik 1:
- Kutu hidup beserta telurnya di kulit kepala dan rambut, yaitu temuan yang menegakkan diagnosis.
- Telur paling sering ditemukan pada rambut daerah oksipital dan retroaurikular, jadi dua daerah itu yang pertama diperiksa.
- Erosi dan ekskoriasi sebagai bekas garukan.
- Bila ada infeksi sekunder oleh bakteri: pus dan krusta yang membuat rambut bergumpal, disertai pembesaran kelenjar getah bening regional.
The diagnosis rests on history and examination, and it requires finding a louse or its eggs on the scalp and hair 1. Without that finding the diagnosis does not yet stand.
Symptoms 1:
- Scalp itch, from a hypersensitivity reaction to louse saliva while it feeds and to louse faeces.
- It can also run with no symptom at all.
Examination 1:
- Live lice together with their eggs on the scalp and hair, the finding that makes the diagnosis.
- Eggs are found most often on hair over the occipital and retroauricular areas, so those two areas are examined first.
- Erosion and excoriation as marks of scratching.
- Where secondary bacterial infection is present: pus and crusts that mat the hair, with enlargement of the regional lymph nodes.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I Bab II Huruf K Kulit angka 8, halaman -552- sampai -555-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, butir 30 Pedikulosis kapitis. pd.fk.ub.ac.id
- 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics. Kode 1G00.0 dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. icd.who.int
- 4.Syed HA, Wills C. Pediculosis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov