OsteoartritisOsteoarthritis

SKDI 2012 menempatkan penyakit ini pada tabel Sistem Muskuloskeletal, kelompok Tulang dan Sendi, butir 1, yang berbunyi Artritis, osteoarthritis, dengan satu Tingkat Kemampuan untuk seluruh baris, yaitu 3A [3]. Baris itu satu butir bernomor tunggal, bukan dua butir. Bentuknya sama persis dengan butir 2 pada tabel yang sama, Fraktur terbuka, tertutup, yang juga satu nomor dengan satu tingkat 3B, dan yang di SPARK menjadi dua halaman dengan tingkat yang sama karena PPK memuatnya sebagai dua entri. Di sini PPK justru sebaliknya: entrinya satu, berjudul persis seperti baris SKDI itu, dan bertingkat 3A juga [1]. Jadi dokumen yang menjalankan SKDI membaca baris itu sebagai satu hal, dan halaman ini mengikutinya. Kata Artritis pada baris tersebut tidak dapat berarti artritis reumatoid, karena penyakit itu punya barisnya sendiri di tabel yang berbeda, yaitu butir 31 tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, juga 3A [3]. SPARK memuat halaman Artritis Reumatoid dari baris tersebut. 3A berarti: didiagnosis, diberi terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, lalu dirujuk. Definisi SKDI untuk tingkat itu diakhiri satu kalimat yang mudah terlewat dan justru menentukan bentuk perawatan penyakit ini: dokter juga mampu menindaklanjuti pasien sesudah kembali dari rujukan [3]. Pada penyakit yang berlangsung bertahun-tahun seperti ini, rujukan bukan peristiwa tunggal di akhir. Kriteria rujukan entri sumber berbentuk keadaan yang muncul dan hilang, seperti nyeri yang tidak lagi teratasi obat atau kecurigaan efusi sendi [1], sehingga pasien yang sama dapat kembali ke FKTP setelah dirujuk dan dirujuk lagi kemudian. Satu batas keterampilan menentukan salah satu kriteria rujukan itu. Aspirasi sendi dinilai tingkat 2 pada Daftar Keterampilan Klinis [3], artinya pernah dilihat dan bukan kewenangan mandiri. Itulah sebabnya kecurigaan efusi sendi berakhir sebagai rujukan dan bukan sebagai tindakan.SKDI 2012 places this disease in the musculoskeletal table, bone and joint group, item 1, which reads Artritis, osteoarthritis, with a single competency level for the whole line: 3A [3]. That line is one numbered item, not two. Its shape is exactly that of item 2 in the same table, Fraktur terbuka, tertutup, which is also one number with one level of 3B, and which SPARK carries as two pages at the same level because PPK sets it out as two entries. Here PPK does the opposite: one entry, titled exactly as that SKDI line reads, and graded 3A as well [1]. So the document that implements SKDI reads that line as one thing, and this page follows it. The word Artritis on that line cannot mean rheumatoid arthritis, because that disease has a line of its own in a different table, item 31 of the haematology and immunology table, also 3A [3]. SPARK carries the Artritis Reumatoid page from that line. 3A means: diagnose, give preliminary treatment in a situation that is not an emergency, then refer. The SKDI definition of that level ends with a sentence that is easy to skip and that decides the shape of care in this disease: the doctor is also able to follow the patient up after they return from referral [3]. In a disease that runs for years, referral is not a single event at the end. The source entry's referral criteria are states that come and go, such as pain no longer controlled by drugs or a suspected joint effusion [1], so the same patient can return to primary care after referral and be referred again later. One skills boundary decides one of those referral criteria. Joint aspiration is graded level 2 in the clinical skills list [3], meaning observed and not an independent authority. That is why a suspected joint effusion ends as a referral rather than as a procedure.

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi 1. Sendi yang menanggung beban paling banyak, terutama lutut dan panggul, adalah sendi yang paling sering dikeluhkan.

Entri sumber membuka dengan satu kalimat yang lebih menggambarkan layanan daripada penyakitnya: pasien sering baru berobat ketika deformitas sendinya sudah permanen 1. Kalimat itu menentukan isi halaman ini. Pekerjaan di FKTP bukan menemukan penyakit yang sulit dikenali, melainkan menemukannya lebih awal daripada kebiasaan dan mengerjakan satu hal yang benar-benar mengubah perjalanannya, yaitu menurunkan beban pada sendi.

SKDI menilai penyakit ini 3A: didiagnosis, diberi penanganan awal, lalu dirujuk 3. Penanganan awalnya berbentuk modifikasi gaya hidup, rehabilitasi, dan obat pereda gejala. Yang perlu dijaga adalah tidak membiarkan pengobatan gejala berjalan bertahun-tahun tanpa ada yang menilai ulang sendinya.

SPARK memuat Artritis Reumatoid untuk radang sendi autoimun yang paling sering tertukar dengan penyakit ini, Hiperurisemia untuk sisi gout, dan Trauma Sendi untuk sendi yang nyeri sesudah cedera.

Faktor risiko 1:

  • Usia di atas 60 tahun.
  • Perempuan berusia di atas 50 tahun atau yang sudah menopause.
  • Kegemukan.
  • Pekerja berat yang memakai satu sendi terus menerus.

Dari empat butir itu hanya satu yang dapat diubah, dan butir itulah yang menghubungkan halaman ini dengan sisanya: berat badan menentukan beban yang jatuh pada lutut dan panggul setiap langkah.

Osteoarthritis is a degenerative joint disease bound up with damage to the joint cartilage 1. The joints that carry the most load, the knee and the hip above all, are the ones patients complain of.

The source entry opens with a sentence that describes the service more than the disease: patients often only seek treatment once the joint deformity is already permanent 1. That sentence sets what this page is for. The work in primary care is not finding a disease that is hard to recognise, but finding it earlier than custom does and doing the one thing that genuinely alters its course, which is taking load off the joint.

SKDI grades this disease 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 3. The initial treatment takes the form of lifestyle change, rehabilitation and symptom relief. What has to be guarded against is letting symptomatic treatment run for years with nobody reassessing the joint.

SPARK carries Artritis Reumatoid for the autoimmune joint inflammation most often confused with this disease, Hiperurisemia for the gout side, and Trauma Sendi for a joint that hurts after an injury.

Risk factors 1:

  • Age over 60 years.
  • Women over 50, or past the menopause.
  • Excess weight.
  • Heavy work using one joint continuously.

Only one of those four can be changed, and it is the one that ties this page to the rest of it: body weight sets the load falling on the knee and the hip with every step.

MengenaliRecognising it

Diagnosis ditegakkan dari gambaran klinis dan radiografi 1. Pertanyaan yang perlu dijawab di FKTP ada tiga: apakah polanya memang degeneratif, apakah ada sendi yang sedang meradang dan bukan sekadar aus, dan apakah nyerinya benar berasal dari sendi itu.

Keluhan 1:

  • Nyeri sendi.
  • Hambatan gerakan sendi.
  • Kaku pagi.
  • Krepitasi.
  • Pembesaran sendi.
  • Perubahan gaya berjalan.

Yang perlu ditambahkan pada anamnesis:

  • Lama kaku pagi. Pada osteoartritis lutut kekakuannya berhenti di bawah tiga puluh menit 2, sedangkan kekakuan artritis reumatoid berlangsung lebih dari satu jam 4. Satu pertanyaan ini memisahkan dua penyakit yang tata laksananya berbeda arah.
  • Apakah nyerinya timbul saat sendi dipakai dan reda saat diistirahatkan, atau justru sebaliknya.
  • Sendi mana saja, dan apakah kedua sisi terkena sama beratnya.
  • Pekerjaan dan aktivitas harian, karena pemakaian satu sendi terus menerus adalah faktor risiko pada entri sumber 1.
  • Apakah pernah ada cedera pada sendi itu.

The diagnosis is made from the clinical and radiographic picture 1. Primary care has three questions to answer: whether the pattern really is degenerative, whether a joint is inflamed rather than merely worn, and whether the pain truly comes from that joint.

Complaints 1:

  • Joint pain.
  • Restricted joint movement.
  • Morning stiffness.
  • Crepitus.
  • Joint enlargement.
  • A changed walking pattern.

What has to be added to the history:

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 5 Artritis, Osteoartritis, halaman lampiran -308- sampai -310-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pemeriksaan Muskuloskeletal, bagian pemeriksaan lutut dan tungkai bawah serta pergelangan kaki dan kaki halaman lampiran -1114- sampai -1122- dan bagian Analisis Hasil Pemeriksaan halaman lampiran -1123- sampai -1125-. manuver.tireg7.net
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 1 Artritis, osteoarthritis dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 53. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 21 Penilaian range of motion (ROM) sendi 4A dan butir 31 Aspirasi sendi tingkat 2, halaman 77 sampai 78. pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 4 Artritis Reumatoid, halaman lampiran -302- sampai -308-, dipakai hanya sebagai pembanding lama kekakuan pagi. manuver.tireg7.net
  5. 5.Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2018, bagian rekomendasi diagnosis butir 8 tentang artritis septik yang dapat menyertai gout. reumatologi.or.id
  6. 6.Sen R, Hurley JA. Osteoarthritis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.