Neuralgia TrigeminalTrigeminal Neuralgia
SKDI 2012 menempatkan Neuralgia trigeminal pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Nyeri Kepala, butir nomor 27, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas. Tingkat 3A berarti dokter mampu membuat diagnosis klinis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, menentukan rujukan yang paling tepat, dan menindaklanjuti sesudah pasien kembali dari rujukan. Ada satu perbedaan antara dua dokumen nasional yang perlu dibaca dokter layanan primer sebelum bekerja dengan halaman ini, dan entri ini tidak menutupinya. SKDI memberi tingkat 3A, yang mencakup terapi pendahuluan. PPK Neurologi PERDOSSI memberi fasilitas pelayanan kesehatan primer satu tugas saja, yaitu skrining diagnostik, dan menempatkan seluruh tata laksana medis di PPK 2 dan PPK 3. Kedua dokumen tidak saling merujuk pada titik ini. Yang membuat perbedaan itu penting bukan soal kewenangan melainkan soal isi: daftar obat pada bab PERDOSSI tidak berurutan lini, tidak mencantumkan dosis awal, dan tidak mencantumkan tahapan titrasi, sehingga tidak ada regimen pemula yang dapat dibaca dari sana. Entri ini karena itu membawa daftar obatnya sebagai pilihan yang disediakan pedoman dan menyerahkan pemilihan serta titrasinya kepada pusat rujukan. Tetangganya dalam subkelompok yang sama: butir 24 Tension headache 4A, butir 25 Migren 4A, butir 26 Arteritis kranial 1, dan butir 28 Cluster headache 3A. PPK FKTP tidak memuat entri neuralgia trigeminal. Huruf H Neurologi berisi empat belas entri dan penyakit ini bukan salah satunya.SKDI 2012 places Neuralgia trigeminal in the SISTEM SARAF table, Nyeri Kepala subgroup, item 27, at competency 3A with no qualifying words. Level 3A means the doctor makes the clinical diagnosis, gives initial treatment in a situation that is not an emergency, decides the most appropriate referral, and follows the patient up afterwards. There is one divergence between two national documents that a primary care doctor should read before working from this page, and this entry does not paper over it. SKDI grades the disease 3A, which includes initial treatment. The PERDOSSI neurology guideline gives a primary care facility one task only, diagnostic screening, and places all medical management at the second and third level hospitals. Neither document cites the other at this point. What makes the divergence matter is not authority but content: the drug list in the PERDOSSI chapter is not ranked into lines, carries no starting dose, and carries no titration steps, so no starting regimen can be read out of it. This entry therefore carries the drug list as the options the guideline sets out and leaves the choice and the titration to the referral centre. Its neighbours in the same subgroup: item 24 Tension headache 4A, item 25 Migren 4A, item 26 Arteritis kranial 1, and item 28 Cluster headache 3A. PPK FKTP has no trigeminal neuralgia entry. Section H Neurologi holds fourteen entries and this disease is not among them.
Neuralgia trigeminal adalah nyeri tajam pada daerah persarafan nervus trigeminus, saraf kranial kelima, dan dapat bersifat idiopatik maupun simtomatik 1.
Yang membuat penyakit ini dapat dikenali tanpa alat adalah bentuk serangannya. Nyeri datang mendadak, berat, tajam seperti ditikam, panas, atau seperti kesetrum, terasa dangkal di permukaan, dan berlangsung beberapa detik sampai kurang dari dua menit. Di antara dua serangan pasien tidak merasakan nyeri, atau hanya nyeri ringan dan tumpul 1.
Serangan dipicu oleh rangsangan yang pada orang lain tidak menyakitkan sama sekali 1:
- Menggosok gigi.
- Makan dan mengunyah.
- Mencukur.
- Mencuci atau membasuh wajah.
- Tiupan angin.
- Berbicara.
Dua hal itu, yaitu lama serangan yang hanya hitungan detik dan pemicu berupa sentuhan ringan, adalah yang memisahkan penyakit ini dari nyeri wajah lain. Nyeri kepala klaster berlangsung 15 sampai 180 menit; migren 4 sampai 72 jam. Neuralgia trigeminal selesai sebelum pasien sempat duduk 1.
Pemeriksaan neurologis pada penyakit ini normal, dan itu bukan kelalaian pemeriksa melainkan salah satu kriterianya 1. Adanya defisit neurologis justru mengarahkan ke bentuk simtomatik, yaitu ada sesuatu yang menekan atau merusak sarafnya.
Kompetensi dokter layanan primer 3A 3. Entri ini karena itu berhenti pada pengenalan pola nyeri, pemisahan dari nyeri wajah lain, dan rujukan; pencitraan, pemilihan obat beserta titrasinya, tindakan minimal invasif, dan bedah saraf berada di pusat rujukan.
Trigeminal neuralgia is sharp pain in the territory of the trigeminal nerve, the fifth cranial nerve, and it may be idiopathic or symptomatic 1.
What makes it recognisable without equipment is the shape of the attack. The pain arrives suddenly, severe, sharp like a stab, burning, or like an electric shock, felt superficially, and lasting seconds up to under two minutes. Between attacks the patient feels nothing, or only a mild dull ache 1.
Attacks are set off by stimuli that would not hurt anyone else 1:
- Brushing the teeth.
- Eating and chewing.
- Shaving.
- Washing the face.
- A gust of wind.
- Talking.
Those two things, an attack measured in seconds and a trigger that is a light touch, are what separate this disease from other facial pain. Cluster headache runs 15 to 180 minutes; migraine 4 to 72 hours. Trigeminal neuralgia is over before the patient can sit down 1.
The neurological examination in this disease is normal, and that is not an oversight by the examiner but one of the criteria 1. A neurological deficit points instead to the symptomatic form, meaning something is compressing or damaging the nerve.
Primary care competency is 3A 3. This entry therefore stops at recognising the pain pattern, separating it from other facial pain, and referring; imaging, the choice of drug and its titration, minimally invasive procedures, and neurosurgery sit at the referral centre.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Empat hal yang ditanyakan, dan keempatnya menentukan diagnosis 1:
- Lama satu serangan: beberapa detik sampai kurang dari 2 menit.
- Letak nyeri: sepanjang inervasi satu cabang nervus trigeminus atau lebih.
- Sifat nyeri: awitan tiba-tiba, berat, tajam seperti ditikam, panas atau seperti kesetrum, dan terasa dangkal di permukaan.
- Keadaan di antara dua serangan: tidak ada nyeri, atau hanya nyeri ringan dan tumpul.
History. Four things to ask, and the four of them make the diagnosis 1:
- How long one attack lasts: seconds up to under 2 minutes.
- Where the pain sits: along the territory of one or more branches of the trigeminal nerve.
- What the pain is like: sudden in onset, severe, sharp like a stab, burning or like an electric shock, and felt superficially.
- What happens between attacks: no pain at all, or only a mild dull ache.
RujukanReferences
- 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Neuralgia Trigeminal, halaman 73 sampai 75, termasuk bagian Kewenangan berdasar Tingkat Pelayanan Kesehatan. Tabel diagnosis banding nyeri wajah diambil dari Bab Neuralgia Pasca Herpes, halaman 68 sampai 72, pada dokumen yang sama. snars.web.id
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Neurologi. Dipakai untuk menunjukkan bahwa Huruf H tidak memuat entri neuralgia trigeminal. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, subkelompok Nyeri Kepala, butir 27 Neuralgia trigeminal, Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Kikkeri NS, Nagalli S. Trigeminal Neuralgia. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov