Miringitis bullosaBullous myringitis
Tingkat 3A berarti dokter layanan primer mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk. SKDI 2012 memberi butir 75 Miringitis bullosa tingkat 3A pada tabel TELINGA, tepat di bawah butir 74 Mastoiditis yang juga 3A dan di atas butir 76 Benda asing yang juga 3A. Tidak ada tabel SKDI kedua yang menilai kondisi ini. Tetangganya yang paling penting adalah butir 71 Otitis media akut, yang bertingkat 4A. Jadi penyakit yang paling sering berjalan bersama miringitis bullosa justru boleh dituntaskan sendiri, sementara miringitis bullosanya tidak. Perbedaan satu tingkat itu yang menentukan isi halaman ini: mengenali bula pada membran timpani mengubah rencana dari menyelesaikan sendiri menjadi merujuk.Level 3A means the primary care doctor diagnoses, gives initial treatment, then refers. SKDI 2012 grades item 75 bullous myringitis at 3A in the ear table, directly below item 74 mastoiditis, also 3A, and above item 76 foreign body, also 3A. No second SKDI table grades this condition. Its most important neighbour is item 71, acute otitis media, graded 4A. So the disease that most often runs alongside bullous myringitis may be finished in primary care while bullous myringitis may not. That one grade of difference decides what this page is for: seeing bullae on the drum changes the plan from finishing it yourself to referring.
Miringitis bullosa adalah radang membran timpani yang menghasilkan satu atau beberapa bula berisi cairan serosa atau berdarah pada permukaan gendang telinga. Bula itu terbentuk di antara lapisan-lapisan membran timpani sendiri, bukan di telinga tengah, dan justru di situlah letak seluruh gambaran klinisnya: membran timpani adalah salah satu jaringan paling padat persarafannya di tubuh, sehingga lepuh sekecil apa pun di sana menimbulkan nyeri yang jauh melebihi ukurannya.
Siapa yang terkena dan kapan:
- Anak dan dewasa muda, biasanya menyertai atau menyusul infeksi saluran napas atas.
- Sering berjalan bersama otitis media akut, yang faktor risikonya ada pada entri otitis-media-akut di Atlas 1.
- Dapat mengenai satu telinga saja, dan itu yang paling sering.
Yang membuat halaman ini ada. Pedoman layanan primer nasional tidak memuat entri untuk miringitis bullosa. Huruf E Telinga pada KMK 1186/2022 berisi lima entri saja, yaitu otitis eksterna, otitis media akut, otitis media supuratif kronik, benda asing di telinga, dan serumen prop 12. Perubahannya, KMK 1936/2022, tidak menyentuh Huruf E sama sekali 3. Kata miringitis tidak muncul di seluruh lampiran itu sebagai nama penyakit. Yang tersedia bagi pembaca adalah gambaran otoskopi normal dan abnormal pada Panduan Keterampilan Klinis, dan itulah dasar bagian pengenalan di bawah 4.
Tingkat kompetensinya 3A 5. Nyerinya diredakan di layanan primer, otitis media akut yang menyertainya ditangani sesuai entrinya sendiri, dan pasiennya dirujuk.
Bullous myringitis is inflammation of the tympanic membrane that raises one or more blisters filled with serous or bloodstained fluid on the surface of the drum. Those bullae form between the layers of the drum itself rather than in the middle ear, and that is where the whole clinical picture comes from: the tympanic membrane is among the most densely innervated tissues in the body, so a blister of any size on it hurts far out of proportion to its size.
Who gets it and when:
- Children and young adults, usually alongside or just after an upper respiratory infection.
- Frequently together with acute otitis media, whose risk factors sit on the otitis-media-akut entry in Atlas 1.
- One ear only in most cases.
Why this page exists. The national primary care guideline has no entry for bullous myringitis. Section E on the ear in KMK 1186/2022 holds five entries only: otitis externa, acute otitis media, chronic suppurative otitis media, foreign body in the ear, and impacted cerumen 12. Its amendment, KMK 1936/2022, does not touch section E at all 3. The word myringitis appears nowhere in that annex as a disease name. What the reader does have is the account of normal and abnormal otoscopy in the clinical skills annex, and that is the basis of the recognition section below 4.
The competency level is 3A 5. The pain is relieved in primary care, any accompanying acute otitis media is treated under its own entry, and the patient is referred.
MengenaliRecognising it
Diagnosisnya dibuat dengan otoskop, dan satu-satunya temuan yang menegakkannya adalah bula pada membran timpani. Nyeri hebat tanpa melihat membran timpani bukan diagnosis.
Anamnesis:
- Nyeri telinga yang datang mendadak dan berat, sering membangunkan pasien di malam hari.
- Nyerinya tidak sebanding dengan tanda radang di luar: daun telinga tenang, liang telinga tidak bengkak.
- Infeksi saluran napas atas dalam beberapa hari terakhir.
- Telinga terasa penuh dan pendengaran sedikit menurun.
- Cairan kemerahan atau kecoklatan yang tiba tiba keluar dari liang telinga, disertai nyeri yang langsung mereda. Itu adalah bula yang pecah, bukan perforasi membran timpani, dan keduanya perlu dibedakan sebelum apa pun diteteskan.
- Tidak ada demam tinggi pada sebagian pasien, sehingga suhu normal tidak menyingkirkan diagnosis.
The diagnosis is made with an otoscope, and the only finding that establishes it is a bulla on the tympanic membrane. Severe pain without seeing the drum is not a diagnosis.
History:
- Ear pain of sudden onset and severe, often waking the patient at night.
- Pain out of proportion to the outward signs: a quiet auricle and a canal that is not swollen.
- An upper respiratory infection in the preceding days.
- Fullness in the ear and slightly reduced hearing.
- Reddish or brownish fluid appearing suddenly from the canal, with the pain easing at that moment. That is a bulla rupturing rather than the drum perforating, and the two must be told apart before anything is instilled.
- Some patients have no fever, so a normal temperature does not exclude the diagnosis.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga, angka 2 Otitis Media Akut, halaman lampiran -255- sampai -260-, termasuk tabel gambaran otoskopi per stadium, tes penala, audiometri nada murni, daftar komplikasi, dan kriteria rujukan. manuver.tireg7.net
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga secara keseluruhan, halaman lampiran -252- sampai -265-. Dipakai sebagai pembanding negatif: huruf ini berisi lima entri dan tidak satu pun untuk miringitis. manuver.tireg7.net
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Diperiksa seluruhnya; perubahan ini tidak menyentuh Huruf E Telinga. diskes.badungkab.go.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, butir 13 Pemeriksaan Fisik Telinga, halaman lampiran -950- sampai -956-, termasuk analisis hasil pemeriksaan membran timpani. manuver.tireg7.net
- 5.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel TELINGA, butir 75 Miringitis bullosa dengan Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 6.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, butir 14 Penilaian Tajam Pendengaran, halaman lampiran -957- sampai -960-. manuver.tireg7.net
- 7.Devarajan V, Sethi A. Bullous Myringitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov