MiliariaMiliaria

Miliaria adalah kelainan kulit akibat retensi keringat, dengan vesikel milier sebagai lesi dasarnya 1. Sinonimnya biang keringat, keringat buntet, liken tropikus, dan prickly heat 1. Penyakit ini umum di daerah tropis dan banyak diderita orang yang baru pindah dari iklim sedang ke iklim tropis, sehingga perpindahan tempat tinggal layak ditanyakan pada pasien dewasa yang baru mengalaminya 1.

Pada neonatus angkanya tidak kecil. Survei di Jepang menemukan miliaria kristalina pada 4,5% neonatus dengan usia rata-rata 1 minggu, dan miliaria rubra pada 4% neonatus dengan usia rata-rata 11 sampai 14 hari; survei di Iran menemukan insidens 1,3% pada bayi baru lahir 1. Pedoman juga menyebut angka 5000 bayi baru lahir pada survei Jepang tanpa menjelaskan apakah itu besar sampel atau jumlah yang terkena, jadi hanya persentasenya yang dipakai di sini 1.

Yang menentukan tampilan lesi adalah jenisnya, bukan luasnya, dan keempat jenis itu adalah satu penyakit yang sama pada kedalaman sumbatan yang berbeda. Tingkat kemampuan 4A 2.

Faktor risiko:

  • Tinggal di lingkungan tropis, panas, dengan kelembaban tinggi 1.
  • Pemakaian baju yang terlalu ketat 1.

Miliaria is a skin disorder caused by sweat retention, with the miliary vesicle as its basic lesion 1. Its synonyms are biang keringat, keringat buntet, lichen tropicus and prickly heat 1. It is common in the tropics and frequent in people who have just moved from a temperate to a tropical climate, so a recent move is worth asking about in an adult meeting it for the first time 1.

In neonates the figures are not small. A Japanese survey found miliaria crystallina in 4.5% of neonates at a mean age of 1 week and miliaria rubra in 4% at a mean age of 11 to 14 days; an Iranian survey found an incidence of 1.3% in newborns 1. The guideline also gives a figure of 5000 newborns for the Japanese survey without saying whether that is the sample size or the number affected, so only the percentages are used here 1.

What decides how the lesion looks is the type, not the extent, and all four types are one disease at different depths of duct obstruction. Competency level 4A 2.

Risk factors:

  • Living in a tropical, hot environment with high humidity 1.
  • Wearing clothing that is too tight 1.

MengenaliRecognising it

Anamnesis.

  • Gatal disertai timbulnya vesikel atau bintil, terutama saat berkeringat, pada lokasi predileksi 1.
    • Miliaria profunda adalah kekecualiannya, dan keluhan khas itu tidak dipakai untuk mengenalinya 1.
  • Tanyakan lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja, serta jenis pakaian yang dipakai, karena keduanya sekaligus faktor risiko dan sasaran edukasi 1.

Pemeriksaan fisik. Tanda patognomonisnya bergantung pada jenis miliaria 1:

  • Miliaria kristalina.
    • Vesikel miliar 1 sampai 2 mm, subkorneal, tanpa tanda inflamasi.
    • Mudah pecah oleh garukan, lalu deskuamasi dalam beberapa hari.
    • Predileksi pada badan yang tertutup pakaian.
    • Gejala subjektifnya ringan, dan bentuk ini tidak memerlukan pengobatan.
  • Miliaria rubra, jenis yang tersering.
    • Vesikel miliar atau papulovesikel di atas dasar eritematosa di sekitar lubang keringat, tersebar diskret.
    • Gatal dan pedih pada daerah predileksi.
  • Miliaria profunda.
    • Kelanjutan miliaria rubra, berupa papul putih keras 1 sampai 3 mm yang mirip folikulitis, dapat disertai pustul.
    • Predileksi pada badan dan ekstremitas.
  • Miliaria pustulosa.
    • Berasal dari miliaria rubra, dengan vesikel yang berubah menjadi pustul.

History.

  • Itch with vesicles or small bumps, appearing above all when the patient sweats, at the predilection sites 1.
    • Miliaria profunda is the exception, and that typical complaint is not what identifies it 1.
  • Ask about the home and work environment and about the clothing worn, because both are risk factors and both are what the education targets 1.

Examination. The pathognomonic signs depend on the type of miliaria 1:

  • Miliaria crystallina.
    • Miliary vesicles of 1 to 2 mm, subcorneal, with no sign of inflammation.
    • They rupture easily on scratching, then desquamate within a few days.
    • Predilection on the trunk under clothing.
    • Symptoms are mild, and this form needs no treatment.
  • Miliaria rubra, the commonest type.
    • Miliary vesicles or papulovesicles on an erythematous base around the sweat pores, scattered and discrete.
    • Itch and prickling at the predilection sites.
  • Miliaria profunda.
    • A continuation of miliaria rubra, as firm white papules of 1 to 3 mm resembling folliculitis, sometimes with pustules.
    • Predilection on the trunk and the limbs.
  • Miliaria pustulosa.
    • Arises from miliaria rubra, with the vesicles turning into pustules.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I Bab II Huruf K Kulit angka 1 Miliaria, halaman lampiran -527- sampai -531-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, subkelompok Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin, butir 47 Miliaria (4A). pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, versi 2025-01. Kode EE02 dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. icd.who.int
  4. 4.Miliaria. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.