MelasmaMelasma
SKDI 2012 menempatkan Melasma pada tabel Kulit, kelompok Kelainan Pigmentasi, butir 57, dengan tingkat kemampuan 3A [2]. Butir di sekitarnya menunjukkan bagaimana kelompok ini dinilai: Vitiligo 3A pada butir 56, Albino 2 pada butir 58, serta hiperpigmentasi dan hipopigmentasi pascainflamasi masing-masing 3A pada butir 59 dan 60 [2]. 3A berarti mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu menentukan rujukan [2]. Untuk penyakit yang jalannya menahun seperti melasma, penanganan awal itu bukan resep pertama melainkan perlindungan cahaya dan penghentian pemicu, karena keduanya yang menentukan apakah terapi berikutnya akan bertahan. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP tidak memuat entri untuk melasma, baik pada lampiran KMK 1186/2022 maupun pada perubahannya KMK 1936/2022 [1]. Entri ini menyatakan hal itu terbuka dan tidak menggantinya diam-diam dengan pedoman asing: isinya bersandar pada seri pasien melasma Indonesia dan pada tinjauan ilmiah yang disebutkan namanya, serta pada pernyataan BPOM mengenai hidrokuinon dalam kosmetik.SKDI 2012 places Melasma in the Kulit table, under Kelainan Pigmentasi, item 57, at level 3A [2]. The neighbouring items show how the group is graded: Vitiligo 3A at item 56, Albino 2 at item 58, and post-inflammatory hyper- and hypopigmentation each 3A at items 59 and 60 [2]. 3A means diagnose, give initial treatment, then decide on referral [2]. For a disease that runs for years, that initial treatment is not the first prescription but photoprotection and removal of the trigger, because those two decide whether anything given afterwards holds. The primary care clinical practice guideline, PPK FKTP, has no entry for melasma, neither in the annex to KMK 1186/2022 nor in its amendment KMK 1936/2022 [1]. This entry says so openly rather than quietly substituting a foreign guideline: its content rests on an Indonesian melasma patient series and on named scientific reviews, together with the Indonesian drug regulator's statement on hydroquinone in cosmetics.
Melasma adalah hipermelanosis didapat yang muncul simetris di wajah, terutama pada perempuan usia reproduksi dan sesudahnya, dan terutama pada kulit yang pigmennya lebih banyak 34. Di Indonesia ia berjalan di atas dua keadaan yang tidak bisa dihindari sekaligus: matahari khatulistiwa sepanjang tahun dan tipe kulit Fitzpatrick menengah sampai gelap.
Yang memisahkannya dari bercak coklat lain adalah tidak adanya ruam sebelumnya. Melasma tumbuh pada kulit yang tadinya utuh, digerakkan oleh sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan hormon, sehingga ia akan kembali selama pemicunya masih ada 4. Keberhasilan pengobatan karena itu diukur dari terkendalinya pemicu, bukan dari hilangnya bercak satu kali.
Penyakit ini tidak berbahaya dan tidak menular, tetapi bebannya nyata: letaknya di wajah, jalannya menahun, dan banyak pasien datang setelah memakai bermacam krim pemutih, sebagian di antaranya produk tanpa izin edar yang justru memperburuk warna kulitnya 5.
Tingkat kemampuan 3A, yaitu mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk 2.
Faktor risiko. Angka berikut berasal dari seri pasien melasma di rumah sakit pendidikan Indonesia 3, kecuali yang disebut lain:
- Pajanan sinar matahari, ditemukan pada 96,3% pasien.
- Kosmetik, 67,9%.
- Faktor hormonal, yaitu kehamilan dan kontrasepsi hormonal, 49,4%.
- Riwayat keluarga, 22,2% pada seri Indonesia dan 55 sampai 64% pada tinjauan internasional 4.
- Jenis kelamin perempuan, 97,5%.
- Kelompok usia 46 sampai 55 tahun, 49,4%.
- Tipe kulit Fitzpatrick yang lebih gelap 4.
Melasma is an acquired hypermelanosis that appears symmetrically on the face, mainly in women of reproductive age and beyond, and mainly in skin with more pigment 34. In Indonesia it runs on top of two things that cannot be avoided at once: equatorial sun all year and Fitzpatrick skin types in the middle to darker range.
What separates it from other brown patches is the absence of any preceding rash. Melasma grows on skin that was previously intact, driven by ultraviolet radiation, visible light and hormones, so it will come back for as long as the drivers are still there 4. Success is therefore measured by how well the drivers are controlled, not by clearing the patch once.
The condition is neither dangerous nor contagious, but the burden is real: it sits on the face, it runs for years, and many patients arrive after using an assortment of lightening creams, some of them unregistered products that have made the pigment worse 5.
Competency level 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 2.
Risk factors. The figures below come from a series of melasma patients at an Indonesian teaching hospital 3 unless stated otherwise:
- Sun exposure, found in 96.3% of patients.
- Cosmetics, 67.9%.
- Hormonal factors, meaning pregnancy and hormonal contraception, 49.4%.
- Family history, 22.2% in the Indonesian series and 55 to 64% in international reviews 4.
- Female sex, 97.5%.
- The 46 to 55 year age group, 49.4%.
- Darker Fitzpatrick skin types 4.
MengenaliRecognising it
Melasma didiagnosis secara klinis. Biopsi bukan pemeriksaan layanan primer dan tidak diperlukan untuk menegakkannya 4.
Anamnesis yang memisahkan melasma dari bercak coklat lain:
- Apakah pernah ada ruam, jerawat, luka, atau gatal tepat di tempat bercaknya. Bila ada, kemungkinan besar itu hiperpigmentasi pascainflamasi dan bukan melasma; entri Atlas Hiperpigmentasi pascainflamasi memuat pembedaannya.
- Kapan mulai, dan hubungannya dengan kehamilan, kontrasepsi hormonal, atau terapi hormon 4.
- Pekerjaan dan lama berada di luar ruangan, termasuk pajanan panas di tempat kerja 4.
- Kosmetik dan krim pemutih yang dipakai, termasuk produk yang dibeli tanpa nomor izin edar 35.
- Obat yang sedang diminum, terutama yang menimbulkan reaksi fototoksik.
- Riwayat melasma dalam keluarga 34.
- Perjalanan musiman: memburuk pada musim kemarau dan setelah bekerja di luar ruangan.
Melasma is a clinical diagnosis. Biopsy is not a primary care investigation and is not needed to make it 4.
History that separates melasma from other brown patches:
- Whether there was ever a rash, acne, wound or itch exactly where the patch now sits. If there was, this is most likely post-inflammatory hyperpigmentation rather than melasma; the SPARK Atlas entry Hiperpigmentasi pascainflamasi carries the distinction.
- When it started, and its relation to pregnancy, hormonal contraception or hormone therapy 4.
- Occupation and time spent outdoors, including occupational heat exposure 4.
- Cosmetics and lightening creams used, including products bought without a registration number 35.
- Current drugs, particularly any that cause phototoxic reactions.
- Family history of melasma 34.
- The seasonal course: worse in the dry season and after outdoor work.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, beserta perubahannya KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022. Dipakai sebagai pembanding negatif: pencarian kata melasma dan kloasma pada kedua lampiran tidak menemukan entri untuk penyakit ini, sehingga tidak ada rejimen maupun kriteria rujukan layanan primer nasional yang dapat dikutip. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Kulit, kelompok Kelainan Pigmentasi, butir 57 Melasma dengan Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Viorizka PBB, Setyaningrum T, Qurnianingsih E, Damayanti. The Profile and Triggering Factors of Melasma Patients: A Retrospective Study. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. 2023;35(2):142-147. Seri pasien melasma Indonesia, asal angka jenis kelamin, kelompok usia, faktor pencetus, lokasi, warna, dan ukuran lesi pada entri ini. doi.org
- 4.Ogbechie-Godec OA, Elbuluk N. Melasma: an Up-to-Date Comprehensive Review. Dermatology and Therapy (Heidelberg). 2017;7(3):305-318. Asal pola klinis, melasma ekstrafasial, keterbatasan penggolongan epidermal dan dermal, MASI dan mMASI, angka riwayat keluarga, pigmentasi akibat cahaya tampak, serta rejimen topikal, peeling, dan laser yang disebut entri ini. pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- 5.Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Siaran pers hasil pengawasan kosmetik triwulan III 2025: hidrokuinon termasuk bahan yang dilarang dalam kosmetik, dengan bahaya berupa hiperpigmentasi, okronosis, serta perubahan warna kornea dan kuku; temuan lain pada produk yang sama meliputi merkuri dan asam retinoat. pom.go.id
- 6.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, kode ED60.1. Atribusi kode ICD-11 entri ini, dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int
- 7.Sathe NC, Launico MV. Melasma. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan / further reading, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov