Malnutrisi Energi-ProteinProtein-Energy Malnutrition

SKDI 2012 memberi butir 26 Malnutrisi energi-protein tingkat 4A pada tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi kelompok Gizi dan Metabolisme, tanpa kualifikasi apa pun, dan header entri PPK FKTP memuat angka 4A yang sama [1][2]. Yang harus dibaca berdampingan adalah kriteria rujukan entri PPK, karena di sinilah tingkat 4A paling jauh berbeda dari cakupan kerjanya yang sebenarnya. Entri itu memulangkan ke dokter spesialis anak seluruh kasus gizi buruk pada bayi usia di bawah 6 bulan, seluruh balita usia 6 bulan ke atas dengan berat badan di bawah 4 kg, seluruh gizi buruk dengan komplikasi medis, dan seluruh gizi kurang dengan red flags. Sisanya, yaitu gizi kurang tanpa red flags dan gizi buruk tanpa komplikasi di luar kelompok umur dan berat itu, adalah pekerjaan yang selesai di layanan primer. Tata laksananya sendiri tidak diuraikan di dalam entri melainkan ditunjuk ke pedoman gizi buruk tersendiri, sehingga kompetensi 4A di sini berarti mengenali, mengukur, mengklasifikasi, memulai tata laksana menurut pedoman itu, dan menapis siapa yang harus berangkat.SKDI 2012 places item 26 Malnutrisi energi-protein at level 4A in the endocrine, metabolic and nutrition table under nutrition and metabolism, with no qualifier, and the PPK FKTP entry header carries the same 4A [1][2]. What has to be read alongside it is the PPK entry's referral criteria, because this is where level 4A diverges furthest from the actual scope of work. That entry sends to a paediatrician every case of severe malnutrition in an infant under 6 months, every child aged 6 months and above weighing under 4 kg, every severe malnutrition with medical complications, and every moderate malnutrition with red flags. What remains, moderate malnutrition without red flags and uncomplicated severe malnutrition outside those age and weight groups, is work that finishes in primary care. The management itself is not set out inside the entry but pointed to a separate severe malnutrition guideline, so 4A here means recognise, measure, classify, start management under that guideline, and screen who has to leave.

Malnutrisi energi-protein adalah penyakit akibat kekurangan energi dan protein, dan umumnya disertai defisiensi vitamin dan mineral 1. Ia dibagi dua tingkat, dan pembagian itu menentukan hampir seluruh keputusan sesudahnya 1:

  • Gizi kurang.
  • Gizi buruk, yang terdiri dari kwashiorkor, marasmus, dan marasmik-kwashiorkor.

Ini penyakit anak, dan diagnosisnya adalah hasil pengukuran, bukan kesan. Yang menentukan adalah indeks antropometri terhadap kurva WHO tahun 2006 dan lingkar lengan atas, sehingga anak yang tampak kurus dan anak yang benar-benar gizi buruk hanya dapat dipisahkan dengan mengukur 1.

Kompetensi SKDI 4A 2. Meski begitu, cakupan kerjanya di layanan primer dibatasi tajam oleh kriteria rujukan entri PPK sendiri: bayi usia di bawah 6 bulan dengan gizi buruk, balita 6 bulan ke atas dengan berat badan di bawah 4 kg, gizi buruk dengan komplikasi medis, dan gizi kurang dengan red flags semuanya dirujuk 1. Tata laksananya juga tidak diuraikan di dalam entri, melainkan ditunjuk ke pedoman gizi buruk tersendiri 13.

Faktor risiko 1:

  • Berat badan lahir rendah.
  • Infeksi HIV/AIDS.
  • Infeksi tuberkulosis.
  • Pola asuh, termasuk praktik pemberian makan yang salah.

Protein-energy malnutrition is disease caused by a lack of energy and protein, and it usually carries vitamin and mineral deficiency with it 1. It splits into two levels, and that split decides almost every decision after it 1:

  • Moderate malnutrition, gizi kurang.
  • Severe malnutrition, gizi buruk, made up of kwashiorkor, marasmus and marasmic kwashiorkor.

This is a disease of children, and its diagnosis is a measurement rather than an impression. What decides it is the anthropometric indices against the WHO 2006 curves and the mid upper arm circumference, so a child who looks thin and a child who is genuinely severely malnourished can only be told apart by measuring 1.

SKDI competency is 4A 2. Even so, the scope of work in primary care is sharply bounded by the PPK entry's own referral criteria: an infant under 6 months with severe malnutrition, a child of 6 months and above weighing under 4 kg, severe malnutrition with medical complications, and moderate malnutrition with red flags are all referred 1. The management is not set out inside the entry either, but pointed to a separate severe malnutrition guideline 13.

Risk factors 1:

  • Low birth weight.
  • HIV/AIDS infection.
  • Tuberculosis infection.
  • Care practices, including wrong feeding practice.

MengenaliRecognising it

Anamnesis 1:

  • Anak tampak kurus atau sangat kurus dibandingkan anak lain yang seusia dan sejenis kelaminnya.
  • Dapat ditemukan keluhan edema yang bersifat pitting.
  • Pada dokumen pemantauan pertumbuhan anak, berat badan menurut panjang atau tinggi badan berada di bawah -2 SD kurva WHO tahun 2006 menurut usia dan jenis kelamin.
    • Buku pemantauan pertumbuhan yang dibawa keluarga karena itu adalah bagian dari anamnesis, bukan pelengkap.

History 1:

  • The child looks thin or very thin compared with other children of the same age and sex.
  • A complaint of pitting oedema may be present.
  • In the child's growth monitoring record, weight for length or height sits below -2 SD on the WHO 2006 curve for age and sex.
    • The growth record the family brings is therefore part of the history rather than an accessory to it.

Examination 1:

  • Confirm nutritional status and growth pattern by measuring and analysing the anthropometric indices weight for age, length or height for age, weight for height, and BMI for age.
  • Signs of lost muscle mass and subcutaneous fat: old man's face, visible ribs, and muscle atrophy.
  • Signs of vitamin and mineral deficiency.
  • Symmetrical pitting oedema, graded + to +++.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf L Metabolik Endokrin Dan Nutrisi, angka 8 Malnutrisi Energi Protein (MEP), halaman lampiran -685- sampai -690-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, butir 26 Malnutrisi energi-protein 4A, halaman 50. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Dokumen yang memuat 10 langkah tata laksana anak gizi buruk beserta fasenya; ditunjuk oleh entri PPK sebagai acuan tata laksana. repository.kemkes.go.id
  4. 4.World Health Organization. Pembaruan tata laksana malnutrisi akut berat pada bayi dan anak, terbitan berbentuk guideline. Jenewa: WHO; 2013. Judul aslinya yang berbahasa Inggris ada pada rekaman WHO IRIS yang ditautkan. Dipakai sebagai penunjuk tempat, sesuai daftar Referensi entri PPK. iris.who.int
  5. 5.Titi-Lartey OA, Daley SF. Severe Acute Malnutrition: Recognition and Management of Marasmus and Kwashiorkor. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.