Malaria SerebralCerebral Malaria

SKDI 2012 memberi Malaria serebral tingkat kemampuan 3B pada butir 8 tabel Sistem Saraf, kelompok Infeksi, bertetangga dengan Meningitis 3B dan Ensefalitis 3B [2]. Malaria sendiri berdiri pada tabel yang berbeda, yaitu Sistem Hematologi dan Imunologi butir 21, dengan tingkat kemampuan 4A [2]. Dua butir itu adalah satu penyakit yang dipisah pada dua tingkat kewenangan, dan pemisahannya justru menjadi isi halaman ini. Malaria tanpa komplikasi dituntaskan sendiri oleh dokter layanan primer. Begitu kesadaran pasien turun, penyakitnya berpindah ke butir 3B: dikenali, diberi dosis awal obat suntik, lalu dirujuk. Entri PPK FKTP untuk malaria ditulis untuk malaria tanpa komplikasi dan menjadi dasar halaman Atlas Malaria yang bertingkat 4A [3]. Halaman itu sudah mencatat pemisahan ini dan memuat diagnosis parasitologi, regimen ACT, serta kriteria malaria berat selengkapnya; halaman ini tidak mengulangnya dan hanya memuat apa yang berubah ketika pasien tidak lagi sadar. PNPK 2019 menarik garis di tempat yang sama. Pasien malaria berat ditangani di rumah sakit yang punya fasilitas perawatan intensif, dan tugas layanan primer adalah memberi pengobatan awal berupa artesunat injeksi sebelum pasien dirujuk [1]. Tata laksana malaria serebral sendiri sama seperti malaria berat pada umumnya, dengan tambahan perawatan pasien yang tidak sadar [1].SKDI 2012 grades Malaria serebral 3B at item 8 of the nervous system table, infection group, next to meningitis at 3B and encephalitis at 3B [2]. Malaria itself sits in a different table, haematology and immunology item 21, at level 4A [2]. Those two items are one disease split across two competency levels, and the split is what this page is about. Uncomplicated malaria is finished by the primary care doctor alone. The moment consciousness falls, the disease moves to the 3B item: recognise it, give the first dose of the injected drug, then refer. The PPK FKTP malaria entry is written for uncomplicated malaria and is the basis of the Atlas Malaria page at 4A [3]. That page already records this split and carries the parasitological diagnosis, the ACT regimens and the full severe malaria criteria; this page does not repeat them and carries only what changes when the patient is no longer conscious. The 2019 PNPK draws the line in the same place. Patients with severe malaria are managed in a hospital with intensive care, and the primary care task is to give initial treatment with injectable artesunate before the patient is referred [1]. Management of cerebral malaria is the same as severe malaria in general, with the added nursing of an unconscious patient [1].

Malaria serebral adalah malaria berat yang mengenai otak. Yang mendefinisikannya adalah kesadaran: kriteria malaria berat nasional menempatkan perubahan kesadaran dengan GCS di bawah 11 atau skor Blantyre di bawah 3 sebagai manifestasi pertamanya 1.

Gangguan kesadaran pada malaria serebral berasal dari beberapa mekanisme sekaligus: sekuestrasi dan rosetting eritrosit berparasit, peningkatan asam laktat, dan peningkatan sitokin dalam darah, yang bersama-sama mengganggu metabolisme otak 1. Otaknya tidak diserang langsung, melainkan kehabisan aliran dan substrat.

Kewenangannya berpindah di titik itu. SKDI menilai malaria 4A dan malaria serebral 3B 2. Malaria tanpa komplikasi dituntaskan di layanan primer; pasien dengan penurunan kesadaran diberi dosis awal artesunat injeksi lalu dirujuk ke rumah sakit yang punya fasilitas perawatan intensif 1. Diagnosis parasitologi, regimen ACT untuk malaria tanpa komplikasi, dan daftar lengkap kriteria malaria berat ada pada halaman Atlas Malaria yang bertingkat 4A.

Prognosis malaria berat bergantung pada kecepatan dan ketepatan diagnosis dan pengobatan serta organ yang terlibat 1. Itulah sebabnya dosis pertama diberikan sebelum pasien berangkat, dan bukan setelah pasien sampai.

Cerebral malaria is severe malaria that has reached the brain. What defines it is consciousness: the national severe malaria criteria put altered consciousness with a GCS below 11 or a Blantyre score below 3 as the first of its manifestations 1.

The disturbance of consciousness in cerebral malaria arises from several mechanisms at once: sequestration and rosetting of parasitised red cells, rising lactic acid, and rising cytokines in the blood, which together disturb brain metabolism 1. The brain is not attacked directly, it is starved of flow and of substrate.

Competency changes hands at that point. SKDI grades malaria 4A and cerebral malaria 3B 2. Uncomplicated malaria is finished in primary care; a patient with reduced consciousness is given the first dose of injectable artesunate and referred to a hospital with intensive care 1. Parasitological diagnosis, the ACT regimens for uncomplicated malaria, and the full list of severe malaria criteria sit on the Atlas Malaria page at 4A.

The outlook in severe malaria depends on the speed and accuracy of diagnosis and treatment and on which organs are involved 1. That is why the first dose is given before the patient leaves rather than after arrival.

MengenaliRecognising it

Pertanyaannya dua, dan urutannya penting: apakah ini malaria, dan apakah kesadarannya sudah turun.

Riwayat yang wajib ditanyakan pada setiap pasien demam dengan penurunan kesadaran 1:

  • Riwayat berkunjung atau tinggal di daerah endemis malaria.
  • Riwayat sakit malaria atau riwayat demam sebelumnya.
  • Riwayat minum obat malaria dalam satu bulan terakhir.
  • Riwayat transfusi darah.
  • Riwayat menginap atau tinggal di hutan.

There are two questions, and their order matters: is this malaria, and has consciousness fallen.

The history to take in every febrile patient with reduced consciousness 1:

  • Travel to or residence in a malaria endemic area.
  • Previous malaria or previous fever.
  • Antimalarial drugs taken in the past month.
  • Blood transfusion.
  • Nights spent in or residence near forest.

Altered consciousness is the first manifestation on the severe malaria list, and its threshold is a GCS below 11 in adults or a Blantyre score below 3 in children 1. Consciousness is therefore scored and recorded rather than judged as an impression.

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Malaria. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/556/2019, ditetapkan 20 September 2019. Kriteria malaria berat, pengobatan awal sebelum rujukan, dan bagian penanganan komplikasi butir 1 Malaria serebral. kemkes.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf butir 8 Malaria serebral 3B, dan tabel Sistem Hematologi dan Imunologi butir 21 Malaria 4A. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf A Kelompok Umum butir 5 Malaria, halaman lampiran -40- sampai -45-. Entri FKTP untuk malaria tanpa komplikasi, yang menjadi halaman Atlas Malaria bertingkat 4A. manuver.tireg7.net
  4. 4.Buck E, Finnigan NA. Malaria. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. StatPearls tidak memuat bab tersendiri untuk bentuk serebralnya. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.