MalariaMalaria
SKDI 2012 memberi Malaria tingkat 4A tanpa syarat tambahan, sehingga lulusan dokter diharapkan mendiagnosis dan menuntaskan sendiri penatalaksanaannya [3]. Kewenangan itu tidak selebar kelihatannya, karena daftar yang sama menempatkan Malaria serebral sebagai penyakit tersendiri pada tingkat 3B; bentuk berkomplikasi karena itu punya tingkatnya sendiri dan tidak ikut ke dalam 4A [3]. PNPK 2019 menarik garis di tempat yang sama. Malaria tanpa komplikasi dituntaskan di layanan primer, sedangkan pasien malaria berat ditangani di rumah sakit yang punya perawatan intensif; tugas dokter layanan primer pada kelompok itu adalah memberi dosis awal obat suntik lalu merujuk, bukan meneruskan pengobatan sendiri [1]. Pemicu rujukan selengkapnya ada pada bagian kriteria rujukan entri ini.SKDI 2012 grades Malaria at level 4A with no qualifier attached, so the graduate is expected to diagnose it and carry management through to the end [3]. That authority is narrower than it looks, because the same list carries Malaria serebral as a separate disease at level 3B; the complicated form therefore has its own grade and does not travel inside the 4A [3]. The 2019 PNPK draws the line in the same place. Uncomplicated malaria is finished in primary care, while a patient with severe malaria is managed in a hospital that has intensive care; the primary care doctor's task in that group is to give the first injected dose and refer, not to continue treatment alone [1]. The full set of referral triggers sits in this entry's referral section.
Malaria adalah infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles betina, dan gambaran khasnya adalah demam, menggigil, anemia, serta pembesaran limpa 1. Lima spesies menginfeksi manusia. Dua yang terbanyak di Indonesia adalah P. falciparum dan P. vivax; P. malariae ada antara lain di Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua; P. ovale pernah ditemukan di Nusa Tenggara Timur dan Papua; sedangkan P. knowlesi dilaporkan sejak 2009 di Kalimantan dan Sumatera sebagai infeksi yang berpindah dari primata ke manusia, tanpa laporan penularan antarmanusia 1.
Penyebarannya jauh dari merata. Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur memikul 79 persen kasus nasional pada 2012 1. Annual Parasite Incidence, yaitu jumlah kasus positif per seribu penduduk dalam satu tahun, turun dari 4,68 pada 1990 menjadi 0,8 pada 2016, tetapi beban absolutnya masih besar, yaitu 218.450 kasus pada 2016 dan 195.597 kasus pada 2017 1. Daerah berkasus rendah justru rawan kejadian luar biasa yang berawal dari kasus impor, sehingga demam pada seseorang yang baru pulang dari daerah endemis tetap perlu dipikirkan sebagai malaria di mana pun ia diperiksa 1. Target nasionalnya eliminasi pada 2030 1.
Bebannya tidak dibagi rata. Kematian menumpuk pada kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil, sementara pada semua kelompok umur penyakit ini menimbulkan anemia dan menurunkan produktivitas kerja 1. Malaria tanpa komplikasi dikenali dan dituntaskan di layanan primer; malaria berat mendapat dosis awal obat suntik lalu dirujuk ke rumah sakit yang punya perawatan intensif 1.
- Tinggal di daerah endemis malaria.
- Berkunjung 1 sampai 4 minggu di daerah endemis malaria.
- Riwayat menginap atau tinggal di hutan.
- Riwayat menderita malaria sebelumnya.
- Riwayat mendapat transfusi darah.
- Kehamilan, usia bayi, dan usia balita, yang menaikkan risiko kematian dan bukan risiko tertular.
Malaria is infection with the Plasmodium parasite, carried by the bite of a female Anopheles mosquito, and its characteristic picture is fever, rigors, anaemia, and an enlarged spleen 1. Five species infect humans. The two commonest in Indonesia are P. falciparum and P. vivax; P. malariae is found in Lampung, East Nusa Tenggara, and Papua among other provinces; P. ovale has been found in East Nusa Tenggara and Papua; and P. knowlesi has been reported since 2009 in Kalimantan and Sumatra as an infection crossing from primates to humans, with no reported human to human spread 1.
The distribution is far from even. Papua, West Papua, Maluku, North Maluku, and East Nusa Tenggara carried 79 percent of national cases in 2012 1. The Annual Parasite Incidence, the number of confirmed cases per thousand population in a year, fell from 4.68 in 1990 to 0.8 in 2016, yet the absolute burden remains large, at 218,450 cases in 2016 and 195,597 in 2017 1. Low case areas are the ones prone to outbreaks seeded by imported cases, so fever in someone recently back from an endemic area still has to be considered malaria wherever they are seen 1. The national target is elimination by 2030 1.
The burden is not shared equally either. Deaths concentrate in the high risk groups, infants, under fives, and pregnant women, while across all age groups the disease causes anaemia and reduces working capacity 1. Uncomplicated malaria is recognised and finished in primary care; severe malaria gets the first injected dose and is then referred to a hospital with intensive care 1.
- Living in an area where malaria is endemic.
- Visiting an endemic area for 1 to 4 weeks.
- Staying overnight or living in forest.
- Previous malaria.
- Previous blood transfusion.
- Pregnancy, infancy, and the under five years, which raise the risk of dying rather than the risk of being infected.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Riwayat perjalanan ke daerah endemis wajib ditanyakan pada setiap pasien demam, karena gambaran klinis malaria bervariasi dari ringan sampai mengancam jiwa dan mudah tertukar dengan infeksi lain 1. Keluhan intinya demam, menggigil, dan berkeringat, tiga hal yang bersama-sama disebut trias malaria 12.
- Demam hilang timbul, dan saat demam turun pasien menggigil lalu berkeringat.
- Sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri otot atau pegal-pegal.
- Nafsu makan menurun dan sakit perut.
History. A travel history to an endemic area must be taken in every febrile patient, because the clinical picture of malaria ranges from mild to life threatening and is easily mistaken for another infection 1. The core complaints are fever, rigors, and sweating, the three together known as the malaria triad 12.
- Fever that comes and goes, and as it falls the patient shivers and then sweats.
- Headache, nausea, vomiting, diarrhoea, muscle pain and aching.
- Falling appetite and abdominal pain.
RujukanReferences
- 1.Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Malaria, Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/556/2019, ditetapkan 20 September 2019. kemkes.go.id
- 2.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf A Kelompok Umum butir 5 Malaria, halaman -40- sampai -45-. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, nomor 21 Malaria (Sistem Hematologi dan Imunologi) dan nomor 8 Malaria serebral (Sistem Saraf). pd.fk.ub.ac.id
- 4.World Health Organization. Guidelines for malaria. Dipakai hanya untuk ambang ureum darah 20 mmol/L pada kriteria gangguan fungsi ginjal malaria berat. who.int
- 5.Buck E, Finnigan NA. Malaria. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov