LimfadenopatiLymphadenopathy

SKDI 2012 memberi Limfadenopati tingkat 3A dan Limfadenitis tingkat 4A, dua baris berurutan pada tabel yang sama [4]. Perbedaan satu tingkat itu bukan soal beratnya penyakit, melainkan soal apakah penyebabnya sudah bernama. Kelenjar yang meradang dengan sumber infeksi yang jelas adalah limfadenitis dan dituntaskan di FKTP; kelenjar yang membesar tanpa sebab yang sudah ditemukan adalah limfadenopati, dan tugas dokter layanan primer adalah mencari sebabnya lalu merujuk bila sebab itu tidak ditemukan atau berada di luar kewenangannya. Yang sedang disingkirkan justru dinilai lebih rendah lagi oleh SKDI. Limfoma non-Hodgkin dan Hodgkin diberi tingkat 1 dan mieloma multipel tingkat 1, sedangkan leukemia akut dan kronik diberi tingkat 2 [4]. Artinya, diagnosis yang paling ditakuti pada kelenjar yang menetap adalah diagnosis yang bahkan tidak boleh ditegakkan sendiri di layanan primer. Itulah alasan halaman ini berpusat pada pengenalan dan rujukan. PPK FKTP tidak memuat entri untuk limfadenopati. Entri yang ada adalah Limfadenitis, dan seluruh angka serta kriteria pada halaman ini berasal dari sana [1].SKDI 2012 grades Limfadenopati at 3A and Limfadenitis at 4A, two consecutive rows in the same table [4]. That one level difference is not about how severe the illness is but about whether the cause already has a name. A node that is inflamed with an obvious source is lymphadenitis and is finished in primary care; a node that is enlarged with no cause yet found is lymphadenopathy, and the primary care doctor's job is to look for that cause and refer when it is not found or lies outside their scope. What is being excluded is graded lower still by SKDI. Non-Hodgkin and Hodgkin lymphoma are level 1 and multiple myeloma is level 1, while acute and chronic leukaemia are level 2 [4]. So the diagnosis most feared behind a persistent node is one that must not even be established independently in primary care. That is why this page centres on recognition and referral. The PPK FKTP has no entry for lymphadenopathy. The entry it does have is Limfadenitis, and every figure and criterion on this page comes from there [1].

Limfadenopati adalah kelenjar getah bening yang membesar. Ia adalah temuan, bukan penyakit, dan hampir selalu menjadi tanda dari sesuatu yang lain: infeksi di daerah yang dialirinya, penyakit sistemik, atau keganasan 1.

Karena itu halaman ini bukan uraian satu penyakit melainkan cara mendekati satu kelenjar. Pertanyaannya berurutan dan pendek. Apakah kelenjarnya meradang dan sumbernya sudah terlihat, sehingga sebenarnya ini limfadenitis yang dituntaskan di FKTP 1. Apakah pembesarannya setempat atau menyeluruh. Apa yang teraba pada kelenjarnya. Apa lagi yang ada pada pasiennya. Dan sudah berapa lama kelenjar itu ada.

Ukuran saja jarang menyelesaikan pertanyaan. Pedoman menyebut diameter 0,5 cm sebagai ukuran normal, dan kelenjar lipat paha disebut abnormal bila diameternya lebih dari 1,5 cm 1. Yang lebih menentukan adalah sifat kelenjarnya: nyeri tekan, kemerahan, dan hangat mengarah ke infeksi bakteri; fluktuasi berarti sudah ada abses; sedangkan kelenjar yang keras, terfiksasi, dan tanpa tanda radang mengarah ke keganasan 1.

Satu angka layak diingat dari seluruh halaman ini: kelenjar yang gagal mengecil setelah 4 sampai 6 minggu dirujuk untuk dicari sebabnya, dan itulah indikasi biopsi kelenjar getah bening 1. Tenggat itu berlaku pada kelenjar yang tidak menunjukkan tanda bahaya. Kelenjar dengan tanda yang mengarah ke keganasan tidak diberi tenggat sama sekali.

Lymphadenopathy is an enlarged lymph node. It is a finding rather than a disease, and it is almost always a sign of something else: infection in the area the node drains, systemic disease, or malignancy 1.

This page is therefore not an account of one disease but a way of approaching one node. The questions are short and they come in order. Is the node inflamed with a visible source, so that this is really lymphadenitis and is finished in primary care 1. Is the enlargement localised or generalised. What does the node feel like. What else is on the patient. And how long has the node been there.

Size alone rarely settles the question. The guideline calls a diameter of 0.5 cm normal, and an inguinal node is called abnormal when its diameter is more than 1.5 cm 1. What decides more is the character of the node: tenderness, redness and warmth point to bacterial infection; fluctuance means an abscess has formed; while a node that is hard, fixed and shows no signs of inflammation points to malignancy 1.

One figure is worth carrying away from this whole page: a node that fails to get smaller after 4 to 6 weeks is referred so the cause can be found, and that is the indication for lymph node biopsy 1. That deadline applies to a node showing no danger signs. A node with features pointing to malignancy is given no deadline at all.

MengenaliRecognising it

Langkah pertama memisahkan dua hal yang sering tertukar. Bila kelenjarnya nyeri tekan, merah, hangat, dan sumber infeksinya terlihat di daerah yang dialirinya, yang dihadapi adalah limfadenitis, yang punya halaman tersendiri pada tingkat 4A dan dituntaskan di FKTP 1. Halaman ini untuk keadaan sisanya, yaitu kelenjar membesar yang sebabnya belum ditemukan.

Anamnesis:

  • Lama pembesaran dan arah perubahannya, karena tenggat 4 sampai 6 minggu bersandar pada perbandingan antar waktu 1.
  • Demam, kehilangan nafsu makan, keringat berlebihan, kelemahan, dan nadi cepat, keluhan yang menyertai kelenjar yang meradang 1.
  • Nyeri tenggorok dan batuk, bila sumbernya infeksi saluran napas atas 1.
  • Nyeri sendi, bila sebabnya penyakit kolagen atau penyakit serum 1.
  • Riwayat penyakit yang menjadi sumber kumannya, misalnya tonsilitis oleh streptokokus, serta infeksi gigi dan gusi oleh bakteri anaerob 1.
  • Kontak sebelumnya dengan penderita infeksi saluran napas atas, faringitis streptokokus, atau tuberkulosis 1.
  • Riwayat perjalanan dan pekerjaan ke daerah endemis penyakit tertentu 1.
  • Riwayat gigitan serangga, karena reaksi lambat gigitan serangga menyerupai penyakit serum dengan demam, malaise, sakit kepala, urtikaria, limfadenopati, dan poliartritis 5.
  • Faktor risiko dan riwayat yang mengarah ke HIV, karena limfadenopati generalisata persisten adalah satu-satunya temuan yang boleh ada pada stadium klinis 1 3.

The first step separates two things that are often confused. If the node is tender, red and warm and the source of infection is visible in the area it drains, what is in front of you is lymphadenitis, which has its own page at level 4A and is finished in primary care 1. This page is for the rest, an enlarged node whose cause has not yet been found.

History:

  • How long the node has been enlarged and which way it is going, because the 4 to 6 week deadline rests on comparing one point in time with another 1.
  • Fever, loss of appetite, excessive sweating, weakness and a fast pulse, the complaints that accompany an inflamed node 1.
  • Sore throat and cough, where the source is an upper respiratory infection 1.
  • Joint pain, where the cause is collagen disease or serum sickness 1.
  • A history of disease that supplies the organism, for instance streptococcal tonsillitis and anaerobic dental and gum infection 1.
  • Previous contact with someone who has an upper respiratory infection, streptococcal pharyngitis or tuberculosis 1.
  • Travel and occupational exposure to areas endemic for particular diseases 1.
  • A history of insect bite, because the delayed reaction to an insect bite resembles serum sickness with fever, malaise, headache, urticaria, lymphadenopathy and polyarthritis 5.
  • Risk factors and history pointing to HIV, because persistent generalised lymphadenopathy is the only finding allowed to be present at clinical stage 1 3.
yayestidaknoyayestidaknoyayestidaknoyayestidaknoKelenjar getah bening terabaPalpable lymph nodeAda tanda radang dan sumber infeksi didaerah alirannya?Inflamed, with an infection source inthe field it drains?Limfadenitis, tuntasdi FKTPLymphadenitis, treatedin primary carePembesaran menyeluruh?Generalised enlargement?Cari penyakitsistemik: HIV, TB,morbili, leptospirosisLook for systemicdisease: HIV, TB,measles, leptospirosisPeriksa daerah yang dialirinyaExamine the field it drainsKeras, terfiksasi, tanpa tanda radang?Hard, fixed, no signs of inflammation?Rujuk untuk biopsisekarangRefer for biopsy nowMengecil dalam 4 sampai 6 minggu?Smaller within 4 to 6 weeks?Pantau, biopsi tidakdiperlukanObserve, no biopsyneededRujuk untuk biopsikelenjarRefer for node biopsy
Tenggat 4 sampai 6 minggu hanya milik cabang tanpa tanda bahaya. Kelenjar yang keras, terfiksasi, dan tanpa tanda radang berangkat untuk biopsi tanpa menunggu, karena kedua keadaan itu berdiri pada butir kriteria rujukan yang berbeda.The 4 to 6 week deadline belongs only to the branch without danger signs. A node that is hard, fixed and free of inflammation goes for biopsy without waiting, because the two situations sit on different referral criteria.1
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf B angka 4 Limfadenitis, halaman lampiran -112- sampai -115-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Kemenkes RI. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I, Huruf A angka 1 Tuberkulosis, bagian tuberkulosis ekstra paru: limfadenitis TB tanpa penyulit ditatalaksana paripurna di fasilitas primer dengan paduan 2HRZE/4HR, sedangkan bentuk ekstra paru lain dirujuk. diskes.badungkab.go.id
  3. 3.Kemenkes RI. KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, Lampiran I, Huruf B angka 2 HIV/AIDS Tanpa Komplikasi, Tabel stadium klinis HIV, stadium 1. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, subkelompok Kelenjar Limfe dan Darah, nomor 16 Limfadenopati tingkat 3A dan nomor 17 Limfadenitis tingkat 4A. pd.fk.ub.ac.id
  5. 5.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf K Kulit, entri Reaksi Gigitan Serangga, bagian reaksi lambat yang menyerupai penyakit serum. manuver.tireg7.net
  6. 6.Freeman AM, Matto P. Lymphadenopathy. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.