Laringitis AkutAcute Laryngitis
SKDI 2012 menempatkan Laringitis pada Daftar Penyakit Sistem Respirasi kelompok Laring dan Faring nomor 8 dengan tingkat kemampuan 4A, tanpa kualifikasi pada bentuk penyakitnya [3]. Tingkat 4 berarti lulusan dokter mampu mendiagnosis dan menatalaksana secara mandiri dan tuntas, dan 4A adalah kompetensi yang sudah dimiliki pada saat lulus [3]. PPK FKTP memberi angka yang sama [1]. Pembatasan praktisnya di sini lebih ketat daripada di entri tetangganya: setiap anak di bawah 3 tahun masuk kriteria rawat inap, dan usia itu justru mencakup hampir seluruh rentang croup yang dijelaskan di entri yang sama. Dengan pembacaan itu, yang dituntaskan sendiri di FKTP terutama laringitis akut pada pasien yang lebih besar dan tanpa tanda sumbatan. Revisi PPK FKTP tahun 2022 tidak menyentuh entri ini [2].SKDI 2012 places Laringitis at number 8 of the Larynx and Pharynx group in the Respiratory System disease list, competency 4A, with no qualifier attached to the disease form [3]. Level 4 means the graduate can diagnose and manage independently and to completion, and 4A is the competency already held on graduation [3]. PPK FKTP gives the same figure [1]. The practical limit here is tighter than in the neighbouring entries: every child under 3 years meets an admission criterion, and that age band covers almost the whole croup range described in the same entry. Read that way, what primary care finishes personally is mainly acute laryngitis in older patients with no sign of obstruction. The 2022 revision of PPK FKTP leaves this entry untouched [2].
Laringitis adalah peradangan laring oleh virus, bakteri atau jamur, dan juga oleh hal-hal yang bukan infeksi: pemakaian suara berlebihan, pajanan polutan, refluks gastroesofageal, bronkitis dan pneumonia 1. Pada anak usia 3 bulan sampai 3 tahun peradangan itu biasanya turun ke trakea dan bronkus, dan bentuk itulah yang disebut croup; penyebabnya sebagian besar virus parainfluenza, adenovirus, virus influenza A dan B, RSV dan virus campak, serta M. pneumoniae 1. Perbedaan yang penting bukan pada penyebabnya melainkan pada usianya: laring anak kecil sempit, sehingga radang yang sama menghasilkan sumbatan yang tidak terjadi pada orang dewasa.
Faktor risiko 1:
- Pemakaian suara yang berlebihan.
- Pajanan zat iritatif seperti asap rokok dan alkohol.
- Refluks laringofaring, bronkitis dan pneumonia.
- Rinitis alergi.
- Perubahan suhu yang tiba-tiba.
- Malnutrisi.
- Daya tahan tubuh yang menurun.
Laryngitis is inflammation of the larynx caused by viruses, bacteria or fungi, and equally by things that are not infection at all: overuse of the voice, pollutant exposure, gastro-oesophageal reflux, bronchitis and pneumonia 1. In children aged 3 months to 3 years the inflammation usually extends into trachea and bronchi, and that form is croup; most of it is caused by parainfluenza virus, adenovirus, influenza A and B, RSV and measles virus, with M. pneumoniae also named 1. The distinction that matters is age rather than organism: a small child's larynx is narrow, so the same inflammation produces an obstruction that never arises in an adult.
Risk factors 1:
- Overuse of the voice.
- Exposure to irritants such as cigarette smoke and alcohol.
- Laryngopharyngeal reflux, bronchitis and pneumonia.
- Allergic rhinitis.
- Sudden change of temperature.
- Malnutrition.
- Reduced immunity.
MengenaliRecognising it
Keluhan utamanya suara: serak, kasar, bernada lebih rendah, sampai hilang sama sekali, karena getaran dan ketegangan kedua pita suara terganggu saat keduanya merapat 1. Yang harus dicari berikutnya bukan beratnya serak melainkan ada tidaknya sumbatan, karena edema laring yang diikuti edema subglotis dapat terbentuk dalam hitungan jam dan biasanya pada anak 1.
Keluhan 1:
- Suara serak sampai hilang suara.
- Nyeri tenggorok, terutama saat menelan atau berbicara.
- Sesak napas dan stridor.
- Gejala radang umum berupa demam dan malaise.
- Batuk kering yang lama kelamaan berdahak kental.
- Gejala common cold: bersin, nyeri tenggorok sampai sulit menelan, hidung tersumbat, nyeri kepala, batuk, dan demam yang tidak melewati 38 derajat.
- Tanda sumbatan jalan napas, terutama pada anak: gelisah, napas berbunyi, air hunger, dan sesak yang bertambah berat.
- Rangkaian itu terbentuk dalam beberapa jam, sehingga anak yang tampak baik saat diperiksa dapat berubah pada malam yang sama.
- Pada bentuk kronik: afonia yang menetap, tenggorok nyeri pada pagi hari yang membaik dengan suhu hangat lalu memburuk lagi menjelang siang, dengan batuk yang dipicu udara atau minuman dingin.
The main complaint is the voice: hoarse, rough, lower in pitch, or gone altogether, because vibration and tension are disturbed as the two cords approximate 1. What has to be looked for next is not the severity of the hoarseness but the presence of obstruction, since laryngeal oedema followed by subglottic oedema can build over hours, usually in children 1.
Symptoms 1:
- Hoarseness through to complete loss of voice.
- Throat pain, particularly on swallowing or speaking.
- Breathlessness and stridor.
- General inflammatory features of fever and malaise.
- A dry cough that in time brings up thick sputum.
- Common cold features: sneezing, sore throat to the point of difficult swallowing, nasal congestion, headache, cough, and a fever that does not pass 38 degrees.
- Signs of airway obstruction, above all in children: restlessness, noisy breathing, air hunger, and steadily worsening distress.
- That sequence builds over a few hours, so a child who looks well at the consultation can change on the same night.
- In the chronic form: persistent aphonia, a throat that is sore in the morning, eases in warmer air, then worsens again towards midday, with cough triggered by cold air or cold drinks.
RujukanReferences
- 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf J Respirasi butir 3. manuver.tireg7.net
- 2.Kemenkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1186/2022. diskes.badungkab.go.id
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI; 2012. Daftar Penyakit, Sistem Respirasi, kelompok Laring dan Faring. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Aboul Hosn O, Sutton AE. Acute Laryngitis. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. ncbi.nlm.nih.gov