Krisis AdrenalAdrenal Crisis
SKDI 2012 menempatkan krisis adrenal pada butir 19 tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi dengan Tingkat Kemampuan 3B, sementara Addison's disease berdiri tepat di bawahnya sebagai butir 20 dengan tingkat 1 [2]. Selisih itu bukan kelalaian penyusunan, melainkan pernyataan yang tegas: penyakit dasarnya cukup dikenali dan dijelaskan, sedangkan bentuk akutnya harus dapat didiagnosis, diberi penanganan gawat darurat, lalu dirujuk. Dokter FKTP karena itu diharapkan menyelamatkan pasien yang jatuh dalam krisis meskipun tidak diharapkan mengelola penyakit dasarnya. Tidak ada entri PPK FKTP untuk krisis adrenal maupun untuk insufisiensi adrenal, baik pada lampiran induk 1186/2022 maupun pada perubahannya 1936/2022, dan tidak ada Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Kemenkes yang khusus membahasnya. Halaman ini karena itu tidak memiliki entri sumber tunggal seperti kebanyakan halaman Atlas. Yang dipakai adalah tempat-tempat resmi yang benar-benar menyebut keadaan ini: entri Syok pada PPK FKTP, yang menempatkan insufisiensi adrenal sebagai salah satu penyebab syok endokrin dan meminta pasien syok yang tidak berespons diperiksa untuk insufisiensi adrenal [1]; PNPK Tata Laksana Sepsis, untuk tempat hidrokortison pada dewasa [3]; dan PNPK Tata Laksana Sepsis pada Anak, yang memuat pemicu kecurigaan dan satu-satunya dosis hidrokortison yang tercantum pada dokumen nasional [4].SKDI 2012 places adrenal crisis at item 19 of the endocrine, metabolic and nutrition table at competency level 3B, while Addison's disease sits directly beneath it as item 20 at level 1 [2]. That gap is not an oversight, it is a firm statement: the underlying disease need only be recognised and explained, while its acute form must be diagnosed, given emergency treatment and referred. The primary care doctor is therefore expected to save a patient who falls into crisis even though they are not expected to manage the disease behind it. There is no PPK FKTP entry for adrenal crisis or for adrenal insufficiency, neither in the parent annex of 1186/2022 nor in its amendment 1936/2022, and no Kemenkes national clinical guideline is devoted to it. This page therefore has no single source entry as most Atlas pages do. What it uses instead are the official places that do name this state: the Syok entry of PPK FKTP, which puts adrenal insufficiency among the causes of endocrine shock and asks that a shocked patient who does not respond be tested for adrenal insufficiency [1]; the national sepsis guideline, for where hydrocortisone sits in adults [3]; and the paediatric sepsis guideline, which carries the triggers for suspicion and the only hydrocortisone dose any national document sets down [4].
Krisis adrenal adalah kegagalan akut kerja hormon korteks adrenal yang datang sebagai syok. PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini, tetapi menempatkannya di dalam entri Syok sebagai salah satu bentuk syok endokrin, berdampingan dengan hipotiroidisme dan hipertiroidisme dengan kolaps kardiak, dan menyatakan pengobatannya berupa tunjangan kardiovaskular sambil penyebabnya diobati 1.
Dua kalimat pada entri yang sama membuat penyakit ini penting bagi dokter FKTP meskipun jarang terpikir. Pertama, insufisiensi adrenal mungkin menjadi kontributor terjadinya syok pada pasien sakit gawat. Kedua, pasien yang tidak berespons pada pengobatan harus diperiksa untuk insufisiensi adrenal 1. Artinya penyakit ini paling sering muncul bukan sebagai diagnosis pertama, melainkan sebagai jawaban atas pertanyaan mengapa syok yang sudah diberi cairan tidak juga membaik.
SKDI menilai krisis adrenal 3B, sedangkan Addison's disease pada tabel yang sama dinilai 1 2. Kewenangan yang diberikan adalah mengenali, menstabilkan, dan merujuk; penyakit dasarnya bukan urusan FKTP.
Keadaan yang membuat seseorang berisiko jatuh ke krisis adrenal, sejauh dinyatakan dokumen nasional:
- Insufisiensi adrenal primer atau sekunder yang sudah diketahui 4.
- Pemakaian kortikosteroid jangka panjang, terutama bila dihentikan mendadak. Prednison tidak boleh dihentikan tiba-tiba karena dapat menimbulkan fenomena rebound berupa demam, nyeri otot, nyeri sendi, dan malaise 5.
- Anak dengan hiperplasia adrenal kongenital, contoh insufisiensi adrenal absolut 4.
- Sakit berat dan sepsis. Pada renjatan septik, sitokin menekan respons kortisol yang seharusnya meningkat, dan prevalensi insufisiensi adrenal pada keadaan itu berkisar 50% 3.
Tidak ada dokumen nasional yang menguraikan gambaran klinis lengkap krisis adrenal, sehingga halaman ini tidak menyusun satu. Yang dibawa hanya apa yang benar-benar dinyatakan sumber-sumber di atas.
Adrenal crisis is the acute failure of adrenal cortical hormone action, and it arrives as shock. PPK FKTP holds no entry for this disease but places it inside the Syok entry as a form of endocrine shock, alongside hypothyroidism and hyperthyroidism with cardiac collapse, and states that its treatment is cardiovascular support while the cause is treated 1.
Two sentences in that same entry make this disease matter to the primary care doctor even though it is rarely the first thought. First, adrenal insufficiency may contribute to shock in the critically ill. Second, a patient who does not respond to treatment must be tested for adrenal insufficiency 1. In other words this disease most often surfaces not as the first diagnosis but as the answer to why a shocked patient who has already had fluids is still not improving.
SKDI grades adrenal crisis 3B, while Addison's disease in the same table is graded 1 2. The authority given is to recognise, stabilise and refer; the underlying disease is not primary care work.
What puts a person at risk of falling into adrenal crisis, as far as national documents state it:
- Known primary or secondary adrenal insufficiency 4.
- Long term corticosteroid use, above all when stopped abruptly. Prednisone must not be stopped suddenly because of a rebound phenomenon of fever, muscle pain, joint pain and malaise 5.
- A child with congenital adrenal hyperplasia, an example of absolute adrenal insufficiency 4.
- Severe illness and sepsis. In septic shock, cytokines suppress the cortisol response that should be rising, and the prevalence of adrenal insufficiency in that state is around 50% 3.
No national document sets out the full clinical picture of adrenal crisis, so this page does not assemble one. It carries only what the sources above actually state.
MengenaliRecognising it
Krisis adrenal jarang datang dengan label. Yang datang adalah syok, dan pekerjaannya adalah mengingat bahwa syok punya sebab endokrin.
Kapan penyakit ini harus dipikirkan:
- Pasien syok yang tidak berespons pada pengobatan. Entri Syok PPK FKTP menyatakan pasien seperti itu harus diperiksa untuk insufisiensi adrenal 1. Ini pemicu yang paling operasional pada halaman ini.
- Pasien sakit gawat yang syoknya tidak sepenuhnya terjelaskan, karena insufisiensi adrenal mungkin menjadi kontributornya 1.
- Pasien dengan insufisiensi adrenal primer atau sekunder yang sudah diketahui, yang kini sakit atau cedera 4.
- Pasien yang mengonsumsi kortikosteroid jangka panjang, terutama yang menghentikannya mendadak 45.
- Anak dengan hiperplasia adrenal kongenital 4.
Adrenal crisis rarely arrives labelled. What arrives is shock, and the work is remembering that shock has an endocrine cause.
When to think of this disease:
- A shocked patient who does not respond to treatment. The Syok entry of PPK FKTP states that such a patient must be tested for adrenal insufficiency 1. This is the most operational trigger on the page.
- A critically ill patient whose shock is not fully explained, since adrenal insufficiency may be contributing 1.
- A patient with known primary or secondary adrenal insufficiency who is now ill or injured 4.
- A patient on long term corticosteroids, above all one who stopped them abruptly 45.
- A child with congenital adrenal hyperplasia 4.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf A Kelompok Umum, angka 13 Syok, halaman lampiran -73- sampai -79-, khususnya huruf e Syok Endokrin. Entri terdekat yang tersedia di tingkat primer, karena tidak ada entri PPK untuk krisis adrenal. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, kelompok Kelenjar Endokrin, butir 19 Krisis adrenal 3B, dengan butir 20 Addison's disease bertingkat 1 pada tabel yang sama. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sepsis. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/342/2017, bagian Kortikosteroid pada tata laksana hemodinamik. kemkes.go.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sepsis pada Anak. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/4722/2021, bagian Kortikosteroid. kemkes.go.id
- 5.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kusta. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/308/2019, bagian peringatan pemberian prednison, yaitu larangan menghentikannya tiba-tiba dan efek samping pemakaian jangka panjangnya. kemkes.go.id
- 6.Elshimy G, Chippa V, Kaur J, Jeong JM. Adrenal Crisis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan untuk gambaran klinis lengkap yang tidak dimuat sumber nasional, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov