Kolik renalRenal colic
SKDI 2012 memberi kolik renal Tingkat Kemampuan 3A pada tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, butir 10 [2]. Butir tepat di bawahnya, nomor 11, adalah batu saluran kemih tanpa kolik, dan tingkatnya juga 3A. Jadi dokumen kompetensi memisahkan batu yang nyeri dari batu yang tidak nyeri, memberi keduanya angka yang sama, dan memberi nama pada salah satunya menurut gejalanya bukan menurut penyakitnya. Halaman ini memakai kolik sebagai peristiwanya dan batu sebagai penyebabnya yang paling sering, lalu menyatakan bahwa kolik tanpa batu tetap mungkin. Tingkat 3A berarti dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk. Pada penyakit ini penanganan awalnya punya isi yang jelas dan mendesak, yaitu menghilangkan nyeri, dan pedoman urologi nasional menyatakan analgesik harus diberikan segera [1]. Yang tidak dikerjakan di layanan primer adalah pencitraan penentu, dekompresi, dan pengangkatan batu. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP tidak memuat entri untuk kolik renal maupun untuk batu saluran kemih [3]. Huruf M Ginjal dan Saluran Kemih pada lampiran induk hanya memuat empat entri, dan perubahannya menambahkan satu entri tentang penyakit ginjal diabetik ringan. Batu saluran kemih hanya muncul di lampiran itu sebagai faktor risiko infeksi saluran kemih dan sebagai salah satu alasan merujuk pasien pielonefritis [3]. Karena itu isi halaman ini bersandar pada panduan Ikatan Ahli Urologi Indonesia.SKDI 2012 gives renal colic competency level 3A in the Sistem Ginjal dan Saluran Kemih table, item 10 [2]. The item directly below it, number 11, is urinary stone without colic, also at 3A. The competency document therefore separates the stone that hurts from the stone that does not, grades both the same, and names one of them by its symptom rather than by its disease. This page treats the colic as the event and the stone as its commonest cause, then states that colic without a stone remains possible. Level 3A means the primary care doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, then refers. In this disease the initial treatment has a clear and urgent content, which is removing the pain, and the national urology guideline states that analgesia must be given at once [1]. What is not done in primary care is the decisive imaging, decompression, and stone removal. The primary care clinical practice guideline carries no entry for renal colic and none for urinary stone [3]. Section M on the kidney and urinary tract in the parent annex carries four entries only, and the amendment adds one on mild diabetic kidney disease. Urinary stone appears in that annex only as a risk factor for urinary tract infection and as one of the reasons to refer a patient with pyelonephritis [3]. The content of this page therefore rests on the guideline of the Indonesian Urological Association.
Kolik renal adalah nyeri hebat yang timbul ketika aliran urin tersumbat mendadak, hampir selalu oleh batu yang bergerak turun di ureter. Nyerinya datang dalam gelombang, tidak mereda dengan perubahan posisi, dan membuat pasien gelisah. Inilah yang membedakannya di sisi tempat tidur dari peritonitis, yang membuat pasien justru diam tidak bergerak.
Batu saluran kemih menduduki tempat teratas di antara seluruh kasus urologi di Indonesia, dan angka prevalensi nasionalnya belum ada 1. Laki-laki lebih sering terkena daripada perempuan dengan perbandingan sekitar 3 berbanding 1, dan puncak kejadiannya pada usia 40 sampai 50 tahun 1. Sekitar setengah pasien mengalami kekambuhan sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup 1.
Yang perlu dipegang di layanan primer:
- Tingkat kemampuan dokter layanan primer 3A 2. Menegakkan diagnosis dan menghilangkan nyeri ada di sini, mengeluarkan batunya tidak.
- Analgesik harus diberikan segera pada pasien dengan nyeri kolik akut 1. Menunda obat nyeri sampai hasil pemeriksaan keluar adalah kesalahan yang paling sering terjadi pada penyakit ini.
- Satu kelompok pasien tidak boleh menunggu. Sumbatan ginjal yang disertai sepsis atau anuria adalah kegawatan urologi, dan dekompresi segera adalah tindakan yang mencegah kerusakan lebih lanjut 1.
- Nyeri yang hilang tidak berarti sumbatannya hilang. Ginjal yang tersumbat dapat berhenti nyeri sambil terus rusak, dan inilah sebabnya semua pasien tetap perlu penilaian batu.
Faktor risiko yang menaikkan kecurigaan dan mengubah rencana 1:
- Riwayat batu saluran kemih sebelumnya, termasuk pada keluarga.
- Batu yang muncul di usia muda, terutama pada anak dan remaja.
- Ginjal tunggal, yang mengubah setiap sumbatan menjadi ancaman terhadap seluruh fungsi ginjal.
- Batu akibat infeksi dan batu asam urat.
- Hiperparatiroidisme, sindrom metabolik, dan nefrokalsinosis.
- Penyakit saluran cerna seperti reseksi usus, penyakit Crohn, dan malabsorpsi.
- Kelainan medula spinalis, misalnya kandung kemih neurogenik.
- Kelainan anatomi saluran kemih, misalnya sumbatan pada pertemuan pelvis dan ureter, divertikulum kaliks, striktur uretra, refluks, dan ginjal tapal kuda.
Renal colic is severe pain arising when urine flow is suddenly obstructed, almost always by a stone moving down the ureter. The pain comes in waves, does not ease with a change of position, and leaves the patient restless. That is what separates it at the bedside from peritonitis, which keeps the patient still.
Urinary stone disease sits at the top of the urological caseload in Indonesia, and no national prevalence figure exists 1. Men are affected more often than women, in a ratio of about 3 to 1, with a peak between the ages of 40 and 50 1. Around half of patients have at least one recurrence in their lifetime 1.
What to hold on to in primary care:
- Primary care competency is 3A 2. Making the diagnosis and taking the pain away belong here; removing the stone does not.
- Analgesia must be given at once in acute colic 1. Holding back pain relief until test results arrive is the commonest mistake made in this disease.
- One group of patients cannot wait. Renal obstruction with sepsis or anuria is a urological emergency, and immediate decompression is what prevents further damage 1.
- Pain that has gone does not mean the obstruction has gone. An obstructed kidney can stop hurting while it keeps being destroyed, which is why every patient still needs a stone assessment.
Risk factors that raise suspicion and change the plan 1:
- Previous urinary stones, including in the family.
- Stones appearing at a young age, above all in children and adolescents.
- A solitary kidney, which turns any obstruction into a threat to all remaining renal function.
- Infection stones and uric acid stones.
- Hyperparathyroidism, metabolic syndrome and nephrocalcinosis.
- Gastrointestinal disease such as bowel resection, Crohn disease and malabsorption.
- Spinal cord disorders, for example a neurogenic bladder.
- Anatomical abnormality of the urinary tract, for example pelviureteric junction obstruction, a calyceal diverticulum, urethral stricture, reflux, and horseshoe kidney.
MengenaliRecognising it
Diagnosis kolik renal dibuat di sisi tempat tidur; yang dikerjakan pemeriksaan penunjang adalah menemukan batunya dan menilai sumbatannya, bukan membuktikan nyerinya.
Anamnesis 1:
- Nyeri pinggang, dari ringan sampai berat. Keluhan batu saluran kemih berkisar dari tanpa keluhan sama sekali sampai nyeri hebat.
- Nyeri yang menjalar mengikuti perjalanan ureter, dari pinggang ke perut bawah dan ke selangkangan.
- Mual dan muntah, yang sering menyertai dan sering membawa pikiran ke arah perut.
- Disuria, hematuria, retensi urin, dan anuria.
- Demam, yang mengubah seluruh urutan tindakan karena mengarah pada sumbatan yang terinfeksi.
- Riwayat penyakit yang berhubungan dengan batu: obesitas, hiperparatiroidisme primer, malabsorpsi, penyakit usus, dan penyakit pankreas.
- Riwayat makan dan minum: asupan kalsium, cairan yang sedikit, garam yang tinggi, buah dan sayur yang kurang, serta makanan tinggi purin yang berlebihan.
- Riwayat obat dan suplemen, termasuk probenesid, penghambat protease, penghambat lipase, kemoterapi, vitamin C, vitamin D, kalsium, dan penghambat karbonik anhidrase.
The diagnosis of renal colic is made at the bedside; what investigation does is find the stone and judge the obstruction, not prove the pain.
History 1:
- Flank pain, from mild to severe. Complaints from urinary stones range from none at all to severe pain.
- Pain radiating along the course of the ureter, from the flank to the lower abdomen and the groin.
- Nausea and vomiting, which often accompany it and often pull the mind towards the gut.
- Dysuria, haematuria, urinary retention and anuria.
- Fever, which changes the whole order of action because it points to an infected obstruction.
- Past disease associated with stones: obesity, primary hyperparathyroidism, malabsorption, bowel disease and pancreatic disease.
- Diet and fluids: calcium intake, low fluid intake, high salt, few fruit and vegetables, and excessive purine rich food.
- Drug and supplement history, including probenecid, protease inhibitors, lipase inhibitors, chemotherapy, vitamin C, vitamin D, calcium and carbonic anhydrase inhibitors.
RujukanReferences
- 1.Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Klinis Batu Saluran Kemih, edisi pertama, 2018. ISBN 978-602-61866-4-5. Editor: Nur Rasyid, Gede Wirya Kusuma Duarsa, Widi Atmoko. BAB I Pendahuluan halaman 1 sampai 3, BAB II Diagnosis halaman 5 sampai 9, BAB III Terapi bagian 3.1 halaman 10 sampai 12, bagian 3.3.2 dan 3.3.3 halaman 20 sampai 21, serta bagian 3.6 halaman 29 sampai 30. iaui.or.id
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih, butir 10 Kolik renal, Tingkat Kemampuan 3A, halaman cetak 47. Butir 11 Batu saluran kemih tanpa kolik pada tabel yang sama juga Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf M Ginjal dan Saluran Kemih, halaman lampiran -695- sampai -712-, dicari seluruhnya dan tidak memuat entri kolik renal maupun batu saluran kemih; batu saluran kemih hanya muncul sebagai faktor risiko infeksi saluran kemih dan sebagai salah satu kriteria rujukan pada entri pielonefritis. Dikutip sebagai dasar pernyataan bahwa pedoman layanan primer tidak memuat entri untuk penyakit ini. manuver.tireg7.net
- 4.Acute Renal Colic. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov