Kista epitelEpithelial cyst
SKDI 2012 menempatkan Kista epitel pada tabel Kulit, kelompok Neoplasma, butir 62, dengan tingkat kemampuan 3A [2]. Tetangganya pada kelompok yang sama, butir 61 Keratosis seboroik, hanya bertingkat 2, sedangkan Lipoma pada tabel Muskuloskeletal bertingkat 4A [2]. Tiga benjolan jinak, tiga tingkat kewenangan yang berbeda, dan perbedaan itu perlu dibaca sebelum pisau diambil. 3A berarti mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu menentukan rujukan [2]. Untuk kista epitel, penanganan awal itu adalah menangani episode radang akutnya, sedangkan eksisi tuntas beserta dinding kistanya adalah bagian yang dirujuk. Bandingkan dengan entri Atlas Lipoma, yang bertingkat 4A dan memang memuat eksisi sebagai tindakan layanan primer. Perlu diketahui ada ketegangan di sini. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP tidak memuat entri penyakit untuk kista epitel [1]. Lampiran keterampilannya menguraikan teknik eksisi tumor kulit di layanan primer dan menyebut daftar operasi yang sebaiknya tidak dikerjakan dokter layanan primer, yaitu eksisi ganglion, eksisi lipoma yang besar, eksisi kista servikal medial dan lateral, eksisi tumor payudara, serta operasi pada kaki dengan aliran darah yang buruk; kista epidermoid tidak ada pada daftar larangan itu [1]. Yang menilai penyakit ini secara khusus adalah SKDI, dan penilaian yang khusus itulah yang dipakai entri ini.SKDI 2012 places Kista epitel in the Kulit table, under Neoplasma, item 62, at level 3A [2]. Its neighbour in the same group, item 61 seborrhoeic keratosis, is only level 2, while Lipoma in the Muskuloskeletal table is 4A [2]. Three benign lumps, three different levels of authority, and the difference is worth reading before the blade comes out. 3A means diagnose, give initial treatment, then decide on referral [2]. For an epithelial cyst that initial treatment is dealing with the acute inflammatory episode, while complete excision including the cyst wall is the part that gets referred. Compare the SPARK Atlas entry Lipoma, which is graded 4A and does carry excision as a primary care procedure. There is a tension here that should be known. The primary care clinical practice guideline has no disease entry for epithelial cyst [1]. Its skills annex describes the technique for excising skin tumours in primary care and lists the operations a primary care doctor should not perform, namely excision of a ganglion, of a large lipoma, of medial and lateral cervical cysts, of breast tumours, and operations on a foot with poor circulation; epidermoid cyst is not on that prohibited list [1]. What grades this disease specifically is SKDI, and it is that specific grading this entry follows.
Kista epitel adalah kantong berdinding epitel di dalam kulit yang berisi keratin 4. Namanya perlu diluruskan lebih dulu, karena penamaan yang keliru mengubah cara orang mengobatinya.
- Nama yang dipakai SKDI adalah kista epitel 2. Nama yang dipakai pedoman layanan primer, ketika penyakit ini muncul sebagai diagnosis banding, adalah kista epidermoid 1.
- Kista sebasea adalah istilah lama yang masih banyak dipakai dalam praktik sehari-hari, dan istilah itu tidak lagi dianggap tepat. Isinya keratin, bukan sebum 4.
- Asalnya memang sering dari folikel pilosebasea yang pecah, sering berkaitan dengan akne, sehingga kekeliruannya bukan pada letak melainkan pada isi 4.
Sebagian besar kista berjalan tenang bertahun-tahun. Yang membawa pasien datang biasanya kista yang meradang: benjolan yang tiba-tiba membesar, memerah, nyeri, dan kadang mengeluarkan bahan berbau. Peradangan itu terjadi ketika dinding kistanya pecah dan keratin masuk ke dalam dermis, dan bukan berarti kistanya terinfeksi 34.
Definisi kista pada pedoman nasional menangkap hal itu dengan tepat: kista tidak terbentuk karena peradangan, tetapi dapat mengalami radang 1.
Tingkat kemampuan 3A, yaitu mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk 2. Eksisi tuntas beserta dindingnya adalah bagian yang dirujuk, dan itulah satu-satunya cara kista tidak kambuh 4.
An epithelial cyst is an epithelium-lined sac within the skin filled with keratin 4. Its name needs settling first, because getting the name wrong changes how people treat it.
- The term SKDI uses is kista epitel, epithelial cyst 2. The term the primary care guideline uses, where the condition appears as a differential diagnosis, is kista epidermoid, epidermoid cyst 1.
- Sebaceous cyst is an older term still widely used in everyday practice, and it is no longer regarded as accurate. The contents are keratin, not sebum 4.
- Its origin often genuinely is a ruptured pilosebaceous follicle, frequently linked to acne, so the error is not about where it comes from but about what is inside it 4.
Most cysts sit quietly for years. What brings the patient in is usually an inflamed cyst: a lump that suddenly enlarges, reddens and hurts, sometimes discharging foul material. That inflammation happens when the cyst wall ruptures and keratin enters the dermis, and it does not mean the cyst is infected 34.
The national guideline's definition of a cyst captures this exactly: a cyst is not formed by inflammation, but it can become inflamed 1.
Competency level 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 2. Complete excision including the wall is the part that gets referred, and it is the only way the cyst does not come back 4.
MengenaliRecognising it
Diagnosisnya klinis. Yang menentukan adalah tiga hal: letaknya di dalam kulit, adanya pungtum, dan riwayat perjalanan yang lambat 4.
Anamnesis:
- Benjolan yang tumbuh perlahan selama bulan sampai tahun, umumnya tidak nyeri.
- Riwayat akne pada daerah yang sama, atau riwayat cedera tusuk atau luka pada tempat itu 4.
- Pernah keluar bahan putih kekuningan yang berbau, spontan atau karena dipencet.
- Episode radang sebelumnya pada benjolan yang sama, dan apakah pernah diinsisi.
- Jumlah kista dan ada tidaknya kista serupa pada anggota keluarga.
The diagnosis is clinical. Three things settle it: the lesion sits within the skin, it has a punctum, and its history is slow 4.
History:
- A lump growing slowly over months to years, usually painless.
- Previous acne over the same area, or a previous penetrating injury or wound at that site 4.
- Previous discharge of yellowish-white material with a smell, spontaneous or after squeezing.
- Earlier inflammatory episodes in the same lump, and whether it has ever been incised.
- The number of cysts and whether similar cysts run in the family.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, beserta perubahannya KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022. Tidak ada entri penyakit untuk kista epitel. Dipakai untuk: definisi kista sebagai efloresensi primer pada lampiran pemeriksaan kulit; kista epidermoid sebagai diagnosis banding pada entri Lipoma dan entri Hidradenitis Supuratif; serta lampiran keterampilan eksisi tumor kulit, termasuk kewajiban mengirim setiap tumor yang dieksisi ke Patologi Anatomi dan daftar operasi yang sebaiknya tidak dikerjakan dokter layanan primer. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Kulit, kelompok Neoplasma, butir 62 Kista epitel dengan Tingkat Kemampuan 3A; butir 61 Keratosis seboroik dengan Tingkat Kemampuan 2; dan tabel Muskuloskeletal butir 37 Lipoma dengan Tingkat Kemampuan 4A sebagai pembanding. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Diven DG, Dozier SE, Meyer DJ, Smith EB. Bacteriology of inflamed and uninflamed epidermal inclusion cysts. Arch Dermatol. 1998;134(1):49-51. PMID 9449909. Biakan aerob dan anaerob dari 25 kista yang meradang dan 25 kista yang tidak meradang pada orang dewasa tanpa gangguan imun dan tanpa pemakaian antibiotik sistemik yang baru; kedua kelompok tidak berbeda bermakna dalam jumlah isolat, jumlah biakan tanpa pertumbuhan, maupun jenis kuman aerob, anaerob, dan patogen potensialnya. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
- 4.Zuber TJ. Minimal excision technique for epidermoid (sebaceous) cysts. Am Fam Physician. 2002;65(7):1409-1412, 1417-1418, 1420. PMID 11996426. Asal pernyataan bahwa istilah kista sebasea sudah tidak dipakai lagi; asal-usul kista dari folikel pilosebasea yang pecah, kelainan perkembangan duktus sebasea, dan implantasi epitel akibat trauma; sumbatan keratin di atas rongga kista; reaksi benda asing setelah dinding kista pecah; kekambuhan setelah insisi dan drainase saja; teknik eksisi minimal dengan sayatan 2 sampai 3 mm tanpa penjahitan; penundaan tindakan sekitar 1 minggu sampai radangnya reda; serta kista dermoid garis tengah yang dapat menjalar ke dalam rongga tengkorak sehingga pencitraan dikerjakan lebih dulu. aafp.org
- 5.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, kode EK70.0. Atribusi kode ICD-11 entri ini, dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int
- 6.Weir CB, St.Hilaire NJ. Epidermal Inclusion Cyst. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. Bacaan lanjutan / further reading, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov